Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Electronic Word of Mouth 2.0: Pengaruh e-WOM di TikTok dan Instagram terhadap Niat Pembelian Produk Kuliner Viral Ratna Triwurian Danu; Irene Syebatia Bumi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4033

Abstract

Dinamika komunikasi pemasaran khususnya e-WOM telah berubah sebagai akibat dari pertumbuhan pesat media sosial dalam lima tahun terakhir. TikTok berkembang pesat sebagai platform berbasis algoritma yang memicu konten viral, termasuk dalam kategori makanan dan minuman (F&B) lokal, jika sebelumnya Instagram adalah medium utama. Dengan menggunakan pendekatan campuran metode, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh e-WOM di TikTok dan Instagram terhadap keinginan untuk membeli produk F&B viral. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 20 responden yang aktif di TikTok dan Instagram yang pernah membeli produk F&B karena rekomendasi online; data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan analisis konten komentar unggahan produk viral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat beli, kepercayaan, dan keterlibatan. Instagram berfokus pada kredibilitas sumber informasi dan estetika konten, sedangkan TikTok lebih terfokus pada pembelian impulsif berbasis viralitas. Hasilnya memperluas pemahaman kita tentang e-WOM 2.0 dalam konteks perdagangan sosial dan memberikan implikasi strategis bagi UMKM dan merek F&B untuk mengoptimalkan pemasaran media sosial.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN DAYA BELI METODE SENSORY MARKETING DI TASLIMIYAH BAKERY BULULAWANG MALANG Akhirul Aminulloh; Yuventia Prisca Diyanti Todalani Kalumbang; Ratna Triwurian Danu; Firman Firdausi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37292

Abstract

UMKM merupakan potensi masa depan dari Negara Indonesia. Harapan bangsa dapat mandiri berangkat dari niat berwirausaha sehingga dapat membuka paradigma negara produksi bukan menjadi negara konsumtif atau negara karyawan. UMKM terbukti dapat melalui badai pandemi covid-19 dengan memiliki strategi-strategi tertentu dan bahkan menggerakkan sektor perekonomian. Pada pengabdian masyarakat kemitraan dalam hal ini mengambil mitra sektor produksi yaitu bakery di area malang raya. Taslimiyah Bakery merupakan sasaran yang akan ditingkatkan bukan hanya dari sektor produksi tetapi juga inovasi melalui sektor pemasaran modern seperti sensory marketing dan pelatihan pembuatan yang berbasis profesional. Sasaran dalam pengabdian ini adalah yang terlibat di dalam mitra tersebut yaitu pengelola dan koki. Hal ini agar dapat menjadi peningkatan pemahaman bagaimana berinovasi dalam produk dan pemasaran secara modern seperti yang dilakukan oleh brand-brand bakery besar. Hasil dari pengabdian masyarakat bahwa dengan menggunakan konsep Sensory Marketing dan pelatihan Sumber Daya Manusia dalam produksi ternyata mampu memberikan respon pasar baru terhadap produk yang biasa dijual. Pola baru seperti berkembangnya bukan hanya dari bentuk bakery namun juga merambah kue kering juga mampu dilakukan oleh mitra. Mitra dapat membaca momentum pasar ketika menghadapi suatu kondisi dimana permintaan sedang tinggi seperti hari raya dan momentum lain seperti acara besar sehingga bukan hanya mengerjakan sistem harian saja.
Fragmented Ethics of Gen Z in the Age of Digital Disruption Anisa Rizki Sabrina; Ratna Triwurian Danu; Fairuza Arindra
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 9 No 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v9i1.12123

Abstract

Digital disruption has fundamentally transformed how Generation Z communicates, yet little scholarly attention has been paid to how this generation constructs and negotiates ethical boundaries within everyday online interactions. Grounded in Erving Goffman's Dramaturgical Theory and Social Identity Theory, this study examines the reconfiguration of ethical values in Gen Z's digital communication practices across TikTok, Instagram, and Twitter/X. Employing a qualitative netnographic approach combined with summative content analysis, data were gathered from February to June 2025 through digital ethnography of selected accounts demonstrating key phenomena of alter account use, generational slang, and platform-specific ethical norms. The analysis reveals that Gen Z exhibits a highly contextual and performative mode of ethical reasoning, wherein alter accounts reflect Goffman's front stage and back stage dynamics and the adoption of exclusive slang signals in-group solidarity consistent with Social Identity Theory. Rather than adhering to fixed normative codes, Gen Z constructs ethics through community consensus, algorithmic visibility, and affective engagement. These findings suggest that digital disruption does not merely alter media channels but actively reshapes generational ethics into dynamic, situational, and socially negotiated constructs — with practical implications for digital literacy education, content regulation, and intergenerational communication strategy.