Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) DAN DESAIN TEBAL PERKERASAN JALAN LINGKUNGAN DESA MANUNGGAL JAYA EX. TRANSMIGRASI, KAB. KUTAI KERTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Raudah Ahmad; Dhiana Dwi Widiawati; Insan Kamil; Budi Nugroho; Karminto Karminto; Ashadi Putrawirawan; Sektalonir OWB
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37681

Abstract

Ketersediaan data tanah dasar sangat diperlukan untuk perencanaan pembangunan fisik dan perijinan bangunan (IMB) pada lokasi Pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Desa Kedang Ipil, Kec. Kota Bangun Barat, Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pengujian sondir merupakan salah satu pengujian penetrasi yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah pada setiap lapisan serta mengetahui kedalaman lapisan pendukung yaitu lapisan tanah keras. Hal ini dimaksudkan agar dalam mendesain Pondasi yang akan digunakan sebagai penyokong kolom bangunan diatasnya memiliki faktor Keamanan (safety factor) yang tinggi sehingga bangunan diatasnya tetap kuat dan tidak mengalami penurunan atau settlement yang dapat membahayakan dari sisi keselamatan akan bangunan dan penghuni didalamnya. Penyelidikan tanah di lokasi pembangunan Gelanggang Olahraga (Gor) Desa Kedang Ipil, Kec. Kota Bangun Barat, Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, dilaksanakan dengan melakukan pengujian sondir pada 2 (dua) titik yang dapat mewakili dari luasan sebesar 1,8 Ha, yang dilaksanakan selama 2 hari dengan 4 personil tim Sondir. Hasil penyelidikan tanah pada 2 titik pengujian yaitu pada titik 1 pengujian diperoleh kedalaman tanah keras yaitu pada kedalaman 9.10 m dengan nilai Jumlah hambatan pelekat (JHL) sebesar 321,47 kg/cm dan Hambatan konus 169,05 kg/cm2. Hasil pengujian pada titik 2 pengujian diperoleh kedalaman tanah keras yaitu pada kedalaman 9.10 m dengan nilai Jumlah hambatan pelekat (JHL) sebesar 429,20 kg/cm dan Hambatan konus 169,05 kg/cm2.
Penggunaan Metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) dalam Meningkatkan Kuat Tekan Tanah Lempung Berpasir Raudah Ahmad; Hilmy Vaza Barakwan; IGN Aditya Dhiva; Budi Nugroho; Dhiana Dwi Widiawati
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13108

Abstract

Kualitas tanah dasar, terutama jenis tanah lempung berpasir yang memiliki daya dukung lemah. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) dalam meningkatkan kekuatan tanah tersebut, dengan fokus pada pengujian kuat tekan bebas (qu) berdasarkan SNI 3638:2012. Sampel tanah dikumpulkan dari wilayah Jl. Vico Indonesia, Muara Badak, Kalimantan Timur. Metode SCU-CP dilakukan dengan mencampurkan larutan urea dan kalsium klorida (CaCl₂) pada konsentrasi 1 mol/L dan 1,5 mol/L, serta soybean powder dengan konsentrasi bervariasi antara 10 hingga 50 g/L. Setelah dilakukan pencampuran dan proses curing selama 7 hari, sampel diuji di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode SCU-CP secara signifikan meningkatkan sifat mekanik tanah. Nilai qu tanah asli sebesar 3,47 kg/cm² meningkat hingga 5,07 kg/cm² (kenaikan 48,78%) pada campuran reagen 1 mol/L dengan soybean 50 g/L, serta 4,42 kg/cm² (kenaikan 29,24%) pada campuran reagen 1,5 mol/L dengan soybean 40 g/L. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode SCU-CP berpotensi sebagai alternatif stabilisasi tanah yang ramah lingkungan dan efektif.
Analisa Scouring pada Bagian Bawah Jembatan, pada Rencana Pembangunan Jembatan Besi 2, Kabupaten Tenggarong, Kalimantan Timur Freddy Barus; Dhiana dwi widiawati; Insan Kamil; Tommy E. Sutarto; M. Ilham Taufik; M. Fiki Alimul
Teknika Vol. 21 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v21i1.13156

Abstract

Tenggarong City is located between 116˚47 BT – 117˚04 BT and 0˚21 LS – 0˚34 LS on the banks of the Mahakam River, requires a bridge to connect areas that are separated, particularly by the river. Currently, there are several connecting bridges in Tenggarong City, including an iron bridge that is 37 metres long and 6 metres wide. The current condition of the bridge is considered alarming, as evidenced by the presence of holes on several sides and floodwaters that almost reach the bridge floor, raising concerns about the safety of users. This condition requires the construction of a second iron bridge 100 metres from the existing bridge. In bridge design, consideration must be given to scouring of the bridge substructure. The analysis conducted was a hydrological, sediment transport and scouring analysis, which yielded 50-year return period design discharge of 801.9 m3/sec, with maximum water level of 5.24 metres. The scouring analysis results using the HEC-RAS program showed scouring of 5.01 metres at STA 808.98, 4.73 metres at STA 559.1, and 5.24 metres at STA 503.18. Scouring control is carried out using protective wing plates and constructing protective riprap around bridge pillars so that damage to the bridge's substructure can be anticipated.