Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SEHAT BEBAS STUNTING MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN PANGAN LOKAL DEMI MENINGKATKAN KECERDASAN BALITA: STUDI KASUS DI DESA CIPADANG, KECAMATAN GEDONG TATAAN, KABUPATEN PESAWARAN Arie Nugroho; Reni Indriyani; Roza Mulyani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37724

Abstract

Masalah gizi pada balita, seperti stunting, kerap kali disebabkan oleh faktor sosial ekonomi, kurangnya asupan gizi sejak dini, serta minimnya edukasi kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat di Desa Cipadang, Pesawaran, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu balita, memanfaatkan pangan lokal, dan membentuk kader kesehatan sebagai pendamping masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil, meliputi penyuluhan gizi, praktik pemanfaatan pangan lokal, serta pembentukan kader kesehatan yang dilatih untuk memantau dan mengedukasi masyarakat. Penyuluhan dilakukan melalui materi interaktif, sementara evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dari 60% menjadi 85% setelah penyuluhan. Pembentukan lima kader kesehatan aktif menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memantau gizi balita. Kendala seperti keterbatasan akses bahan pangan lokal dapat diatasi melalui kerjasama dengan tokoh masyarakat. Simpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan gizi dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan pangan lokal. Disarankan agar program serupa diadakan secara berkala untuk memastikan dampak berkelanjutan, serta dukungan pemerintah dalam pengadaan bahan pangan lokal di wilayah lain sebagai upaya mencegah stunting.
Hubungan Pola Asupan Zat Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Penderita Hipertensi Prolanis Puskesmas Kotabumi II Roza Mulyani; Adheya Rahma Putri; Bertalina Bertalina
Journal of Dietetics Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v2i1.5639

Abstract

Lifestyle factors such as nutritional intake and physical activity often hinder successful blood pressure control.  This study aimed to provide a comprehensive overview of macronutrient intake, sodium, potassium, physical activity, and nutritional status of chronic disease management program members with hypertension in the working area of ​​Kotabumi II Health Center, North Lampung Regency in 2025. This was an observational analytical study with a cross-sectional approach involving 66 respondents at the Kotabumi II Public Health Center. Intake data were collected using the 24-hour food recall method, physical activity was measured using the Baecke Physical Activity Scale, and nutritional status was determined based on Body Mass Index (BMI). Bivariate data analysis was performed using the Chi-Square test and Pearson correlation. The majority of respondents were female (80.3%) and young-old adults (60–70 years). Most respondents had never received nutritional counseling (66.7%). Bivariate analysis showed a significant relationship between sodium intake (p=0.031), nutritional status (p=0.014), and physical activity (p=0.042) with blood pressure levels. The primary finding indicated that fat intake was the strongest determinant of BMI (p=0.002; r=0.747). There was an extreme nutritional imbalance characterized by high sodium intake (72.7%) and massive potassium deficiency (98.5%).  Nutritional status (obesity) and high fat intake are the dominant risk factors for hypertension among respondents.