Masalah gizi pada balita, seperti stunting, kerap kali disebabkan oleh faktor sosial ekonomi, kurangnya asupan gizi sejak dini, serta minimnya edukasi kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat di Desa Cipadang, Pesawaran, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu balita, memanfaatkan pangan lokal, dan membentuk kader kesehatan sebagai pendamping masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil, meliputi penyuluhan gizi, praktik pemanfaatan pangan lokal, serta pembentukan kader kesehatan yang dilatih untuk memantau dan mengedukasi masyarakat. Penyuluhan dilakukan melalui materi interaktif, sementara evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dari 60% menjadi 85% setelah penyuluhan. Pembentukan lima kader kesehatan aktif menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam memantau gizi balita. Kendala seperti keterbatasan akses bahan pangan lokal dapat diatasi melalui kerjasama dengan tokoh masyarakat. Simpulannya, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan gizi dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan pangan lokal. Disarankan agar program serupa diadakan secara berkala untuk memastikan dampak berkelanjutan, serta dukungan pemerintah dalam pengadaan bahan pangan lokal di wilayah lain sebagai upaya mencegah stunting.
Copyrights © 2024