Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN AGROFORESTRI DENGAN KOTA BERBASIS SMART ENVIRONMENT SEBAGAI MITIGASI BANJIR DI KOTA MEDAN Sendi Permana; Nadratul Aini Lubis; Sabila Martin Dalimunte; Tria Maulia; Alvin Pratama; Firli Nur Afdilla Sirait
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38560

Abstract

Kota Medan merupakan kota dengan potensi banjir yang cukup tinggi di Indonesia, dengan besarnya potensi bencana banjir pertumbuhan penduduk yang pesat menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan, terutama untuk tempat tinggal di daerah perkotaan, dan kurangnya penerapan teknik pengelolaan lahan berkelanjutan seperti agroforestry di Kota Medan untuk mengurangi degradasi lahan dan risiko banjir, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan agroforestry di kota Medan dan untuk mengetahu apakah penerapan agroforestry di kota Medan mampu dalam memitigasi bencana banjir di Kota Medan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak belum terdapat penerapan agroforestry di Kota Medan karena minimnya informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroforestry bisa mengurangi resiko terjadinya banjir dengan penerapan yang tepat.
Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi Untuk Lilin Aromaterapi Sebagai Solusi Ekologis Untuk Inovasi Ramah Lingkungan Tamim Hasyimi; Dwidya Nuari; Ema Serika Br. Ginting; Firli Nur Afdilla Sirait; Theresia Angeline Luluk
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, peningkatan konsumsi kopi juga menghasilkan limbah ampas kopi yang cukup tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ampas kopi sebagai bahan tambahan dalam pembuatan lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terapan dengan pendekatan kuantitatif. Bahan utama berupa ampas kopi dikumpulkan dari beberapa coffee shop di Kota Medan dan diolah melalui dua tahap formulasi menggunakan soy wax dan minyak esensial. Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 responden untuk menilai aroma, estetika, dan kestabilan pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% responden memberikan nilai efektivitas ≥ 50, yang menandakan bahwa lilin aromaterapi berbahan dasar ampas kopi dinilai efektif. Produk yang dihasilkan memiliki aroma khas kopi yang menenangkan, warna alami yang menarik, dan nyala api yang stabil. Pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan lilin aromaterapi tidak hanya mengurangi limbah organik, tetapi juga memberikan manfaat ekologis, psikologis, dan ekonomis bagi masyarakat
Potensi Desa Wisata Dalam Mendorong Ekonomi Lokal: Studi Geografi pada Transformasi Sosial-Ekonomi Masyarakat Desa Wisata Sumpur Adinda Ria Jelita Sitorus; Devi Manalu; Errason Pandiangan; Firli Nur Afdilla Sirait; Darwin Parlaungan Lubis; Elsa Kardiana
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pengembangan desa wisata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal di Desa Wisata Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Desa Wisata Sumpur, dengan ikon Rumah Gadang dan tradisi Minangkabau, telah diakui dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai pemenang ke-4 kategori suvenir. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan wawancara dan observasi, Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa pengembangan Desa Wisata Sumpur dimulai pada 2015, dengan fokus pada pelestarian Rumah Gadang dan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang menerapkan konsep Community-Based Tourism (CBT) sejak 2016. Tingkat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata umumnya positif, terlihat dari partisipasi aktif dalam penyediaan homestay, kuliner tradisional, kerajinan tangan, dan pelestarian budaya seperti randai dan silek. Namun, kontribusi ekonomi dari desa wisata ini belum merata. Peningkatan pendapatan lebih dirasakan oleh pengelola, pemilik homestay, dan UMKM yang terlibat langsung, sementara sebagian masyarakat yang berlokasi jauh atau tidak tergabung dalam kelompok pengelola merasa kurang mendapatkan dampak. Faktor pendukung meliputi kekayaan budaya tradisional, keindahan alam, serta adanya paket wisata dan UMKM lokal. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya partisipasi masyarakat secara merata, kesulitan akses bagi kendaraan besar, dan minimnya wahana atau spot foto tambahan. Sehingga, Desa Wisata Sumpur berpotensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, namun distribusi manfaat dan inklusivitas masyarakat perlu ditingkatkan.