This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siartek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH SERUTAN KAYU SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKU BATA RINGAN Harry Janto Jepira; Efren Rendy Diaz
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 1 No 1 (2015): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat semen. Beton ringan adalah beton, dimana agregatnya terdiri dari bahan-bahan yang ringan (PBBI, 1971). Dalam hal ini rongga udara berpengaruh terhadap berat beton dan kuat tekan beton. Aplikasi beton ringan ini, adalah pembuatan bata ringan. Supribadi (1986:5) menyatakan bahwa bata ringan adalah semacam batu cetak yang terbuat dari campuran tras, kapur, dan air atau dapat dibuat dengan campuran semen, kapur, pasir dan ditambah air yang dalam keadaan pollen (lekat) dicetak menjadi balok-balok dengan ukuran tertentu. Berdasarkan observasi penulis dari beberapa bengkel kayu, bahwa dalam kegiatan pemanfaatan kayu menghasilkan serutan kayu ±1,5 m³/hari. Serutan kayu tersebut sangat sulit dikurangi, hanya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin menjadi bahan yang lebih berguna selain menjadi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Serutan Kayu Sebagai Campuran Bahan Baku Bata Ringan. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan alat tekan hidrolik dengan penambahan beban 5 kN/cm2 perdetik, yang dimana bata ringan mencapai umur perawatan 28 hari. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang baik, karena serutan kayu sebagai bahan pengisi mempunyai berat jenis yang lebih ringan yang berdampak pada berat sendiri. Kuat tekan bata ringan berkisar antara 2,33 Mpa - 7,33 Mpa dengan beban sebesar 35 kN - 110 kN. Adapun berat bata mencapai 10.701 gr - 14.711 gr. Sehingga dari hasil-hasil tersebut memenuhi syarat minimal untuk penggunaan beton ringan nonstruktur.
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN DALAM MIX DESIGN BETON K 250 DENGAN MEMPERHATIKAN PROSES CURING BETON DAN TANPA CURING BETON Petrus Ronny Diaz; Harry Janto Jepira; Yono Yono
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 3 No 2 (2017): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran yang homogen antara semen, air dan agregat. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton diantaranya kualitas dan penentuan proporsi dalam perancangan campuran beton atau mix design, proses pemadatan dan perawatan beton (curing). Perawatan (curing) dilakukan saat beton sudah mulai mengeras yang bertujuan untuk menjaga agar beton tidak cepat kehilangan air dan sebagai tindakan menjaga kelembaban beton sehingga beton dapat mencapai mutu yang direncanakan. Untuk membuktikan asumsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh Faktor Air Semen (FAS) Terhadap Kuat Tekan dalam Mix Design Beton K 250 dengan memperhatikan curing beton dan tanpa curing beton. Dalam penelitian ini menggunakan Semen Bosowa 40 kg dengan komposisi campuran beton mutu K 250 yang mengacu pada SNI 7394-2008, faktor air semen (FAS) yang digunakan 0,4, 0,6, dan 0,8, dengan memperhatikan memperhatikan curing dan tanpa curing beton. Hasil penelitian jika dilihat dari nilai faktor air semen (FAS), kuat tekan beton tertinggi dan terendah terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,4 yaitu 229,17 kg/cm² . Dilihat dari faktor curing, penurunan kuat tekan rata-rata terbesar pada faktor air semen (FAS) 0,4 mencapai 10,64 % dan Penurunan kuat tekan terkecil yaitu 2,33 % terdapat pada faktor air semen (FAS) 0,8.
PENGARUH FAKTOR AIR SEMEN (FAS) TERHADAP KUAT TEKAN DALAM MIX DESIGN BETON K 250 DENGAN MEMPERHATIKAN PROSES PEMADATAN DAN TANPA PEMADATAN Petrus Ronny Diaz; Harry Janto Jepira; Yono Putra
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 6 No 1 (2020): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran yang homogen antara agregat kasar, agregat halus, semen dan air. Beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton diantaranya proporsi bahan-bahan penyusun beton, metode pencampuran beton, cara perawatan beton, serta keadaan saat proses pengecoran beton. Jika terjadi kesalahan dalam metode pencampuran beton dalam hal ini pada saat pemadatan beton dapat berpengaruh pada kekuatan beton karena tidak terjadi pencampuran bahan yang homogen, pemadatan campuran beton yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya bleeding sehingga pemadatan beton dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Untuk membuktikan asumsi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton peneliti melakukan penelitian tentang Pengaruh FAS Terhadap Kuat Tekan dalam Mix Design Beton K 250 dengan memperhatikan proses pemadatan dan tanpa pemadatan. Dalam penelitian ini menggunakan Semen Bosowa 40 kg dengan komposisi campuran beton mutu K 250 yang mengacu pada SNI 7394-2008, faktor air semen (FAS) yang digunakan 0,4, 0,6, dan 0,8, dengan memperhatikan proses pemadatan 25-30 kali tumbukan dan tanpa pemadatan. Hasil penelitian dilihat dari nilai FAS kuat tekan beton tertinggi dan terendah terdapat pada FAS 0,4 yaitu 229,17 kg/cm² Jika dilihat dari faktor pemadatan, penurunan kuat tekan rata-rata terbesar pada FAS 0,4 mencapai 85,55 % dan penurunan kuat tekan terkecil yaitu 4,17 % terdapat pada FAS 0,8.
STUDI EKSPERIMEN KARAKTERISTIK DINAMIK BETON DENGANAGREGAT KASAR BATU APUNG Petrus Berno Lando; Harry Janto Jepira; Firnimus Konstantinus Bhara
SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 9 No 1 (2023): SIARTEK - Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur 
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This experimental study of the dynamic characteristics of concrete with coarse aggregate of pumice is an attempt to determine the dynamic characteristics of lightweight concrete with coarse aggregate of pumice compared to conventional concrete using vibration analysis under conditions of several ages of concrete. The dynamic characteristics themselves include mass (m), damping (c), and stiffness (c) experimentally. Vibration tests are carried out by providing an impulse load in the form of a punch or impact force, the vibration response of the test object is measured using the Myfrequency application installed on an Android cellphone. In the end, on the twenty-eighth day the experimental results showed the average values as follows: for the weight of pumice stone 17,536 kg and conventional concrete 26,857 kg, for the mass of pumice stone 1.7 kgs2/m and conventional concrete 2.7 kgs2/m, for attenuation of pumice stone 6.67% and conventional concrete 6.1%, for the natural frequency value of pumice 16.56 Hz and conventional concrete 11.39 Hz and for the stiffness of pumice 512.6 N/mm and conventional concrete 369.7 N/mm.