Salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi hasil kehamilan adalah indeks massa tubuh (IMT) seseorang sebelum kehamilan. Kesehatan ibu dan bayi dipengaruhi oleh gizi ibu sebelum hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara IMT pra-kehamilan dan jumlah kehamilan risiko tinggi yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Sumberberas Muncar. Metode: Studi ini dirancang sebagai studi retrospektif menggunakan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu melibatkan 54 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sumberberas Muncar dari Januari hingga September 2025. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05 setelah dikumpulkan dari rekam medis. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menjawab memiliki IMT normal (13,0%), diikuti oleh orang yang beresiko obesitas (14,8%), obesitas tingkat 1 (46,3%), dan obesitas tingkat 2 (25,9%). Tingkat kehamilan dengan risiko tinggi adalah 87,0 persen. Hubungan yang signifikan antara IMT pra-kehamilan dan kejadian kehamilan risiko tinggi ditunjukkan oleh analisis bivariat (p=0,000; OR=4,23; 95% CI: 2,01-8,91). Ibu dengan IMT rendah atau obesitas memiliki risiko 4,23 kali lebih besar daripada ibu dengan IMT normal. Kesimpulan: Ada korelasi yang signifikan antara IMT sebelum kehamilan dan kemungkinan kehamilan dengan risiko tinggi. Untuk menghindari komplikasi kehamilan, status gizi sebelum kehamilan harus diperhatikan secara khusus.