Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Indeks Masa Tubuh Pra-Kehamilan dengan Kejadian Kehamilan Resiko Tinggi: Studi Retrospektif Nita Indah Lestari; Wiwit Indriyani Aslina; Emita Dewi Lilis Angkasa Wati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1083

Abstract

Salah satu faktor risiko yang dapat memengaruhi hasil kehamilan adalah indeks massa tubuh (IMT) seseorang sebelum kehamilan. Kesehatan ibu dan bayi dipengaruhi oleh gizi ibu sebelum hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara IMT pra-kehamilan dan jumlah kehamilan risiko tinggi yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Sumberberas Muncar. Metode: Studi ini dirancang sebagai studi retrospektif menggunakan pendekatan cross-sectional. Pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu melibatkan 54 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sumberberas Muncar dari Januari hingga September 2025. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05 setelah dikumpulkan dari rekam medis. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang yang menjawab memiliki IMT normal (13,0%), diikuti oleh orang yang beresiko obesitas (14,8%), obesitas tingkat 1 (46,3%), dan obesitas tingkat 2 (25,9%). Tingkat kehamilan dengan risiko tinggi adalah 87,0 persen. Hubungan yang signifikan antara IMT pra-kehamilan dan kejadian kehamilan risiko tinggi ditunjukkan oleh analisis bivariat (p=0,000; OR=4,23; 95% CI: 2,01-8,91). Ibu dengan IMT rendah atau obesitas memiliki risiko 4,23 kali lebih besar daripada ibu dengan IMT normal. Kesimpulan: Ada korelasi yang signifikan antara IMT sebelum kehamilan dan kemungkinan kehamilan dengan risiko tinggi. Untuk menghindari komplikasi kehamilan, status gizi sebelum kehamilan harus diperhatikan secara khusus.
Association Between Maternal Anemia and the Incidence of Postpartum Hemorrhage: A Study at Dr. H. Koesnadi General Hospital, Bondowoso Wiwit Indriyani Aslina; Silviatul Amalia
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v7i2.2688

Abstract

Postpartum hemorrhage (PPH) constitutes a critical obstetric emergency arising subsequent to either vaginal birth or cesarean delivery. Its defining characteristic is a quantifiable blood loss surpassing a volume of 500 milliliters. PPH underscores its significance as a major factor influencing both the prevalence of maternal illness and the rates of maternal death in Indonesia and globally. This study aimed to examine the effect of anemia in pregnant women on the PPH incidence at dr. H. Koesnadi General Hospital, Bondowoso, in 2018. The design used a retrospective study with a cross-sectional. The population consisted of 57 postpartum mothers, with 46 respondents as samples determined using Slovin's formula. Probability sampling technique was employed, specifically simple random sampling. Data acquisition was conducted utilizing a standardized checklist, and subsequent statistical analysis involved the application of the Chi-Square test, executed via SPSS version 25. The analysis yielded a statistically significant result, with a p-value of 0.001 (p<0.05), leading to the rejection of the null hypothesis. Consequently, the findings indicate a significant association between the presence of anemia and the PPH occurrence. In anemic pregnant women, reduced oxygen supply leads to fatigue and inadequate uterine muscle contractions, resulting in postpartum hemorrhage.