p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sain Veteriner
Nareswari, Anggitya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Splayed Leg in Birds: Diagnosis, Therapy, and Prevention Rief Ghulam Satriya Permana; Soedarmanto Indarjulianto; Yanuartono Yanuartono; Anggitya Nareswari; Shafa Adea Puspitadesy
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.87656

Abstract

Splayed leg is a condition where the legs are stretched outwards or sideways from their normal position under the body which is often suffered by young birds. This disorder is usually left untreated, because it is considered as a permanent disability condition that cannot be treated without examining the cause. Some of the splayed legs in chicks can be improved by treating both their legs in the correct position. Early diagnosis of splayed leg and continued appropriate therapy is needed so that the condition of the foot can be restored to normal. Incorrect diagnosis and therapy will cause the bird's feet to become permanently disabled, so the bird will suffer for the rest of its life. The diagnosis and treatment of splayed leg cases have been developed with varying results. The purpose of this review is to evaluate the diagnosis, therapy, and prevention of the occurrence of splayed legs in birds, which can be used as a reference to improve bird welfare.  
Case report Diagnosis dan Penanganan Feline Panleukopenia Nareswari, Anggitya; Indarjulianto, Soedarmanto; Yanuartono, Yanuartono; Purnamaningsih, Hary; Widiyono, Irkham
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100434

Abstract

Feline panleukopenia (FPL) adalah penyakitinfeksi Feline panleukopenia virus yang menyebabkan mortalitas tinggi pada kucing. Penelitianini bertujuan melaporkan diagnosis dan penanganan kasus FPL. Studi kasus ini menggunakan seekor kucing persia mix, betina, berumur empat bulan yang diperiksa secara klinis, uji FPV-Ag dan hematologi. Hasil anamnesis dan pemeriksaan klinis didapatkan bahwa kucing lesu, tidak mau makan, muntah, dan mengalami diare berwarna coklat, suhu tubuh 40,3⁰C, dehidrasi, dan selaput lendir anemis. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan kucing mengalami leukopenia, anemia dan FPV-Ag test positif, sehingga kucing didiagnosis menderita FPL. Kucing diberi terapi infus Ringer Lactate 30ml/kgBB/ hari IV, enrofloxacin 5 mg/ kgBB/hari SID SC dan Amoxicilin 10 mg/kgBB dua hari sekali IM, hematopoietin  0,1 ml/kgBB BID IV, vitamin-Asam amino 0.1 ml/ kgBB BID IM. Kucing dirawat secara intensif dan mati pada hari ketiga. Disimpulkan bahwa kucing pada kasus ini didiagnosis FPL berdasar gejala klinis, leukopenia dan reaksi positip tes FPV-Ag. Kucing penderita FPL tersebut telah diberi terapi cairan, antibiotik, dan vitamin, tetapi tidak berhasil disembuhkan.
Koleksi Semen pada Burung Parkit: Teknik Non-Invasif Pemijatan Kloaka Nareswari, Anggitya; Permana, Rief Ghulam Satriya; Puspitadesy, Shafa Adea; Mualimin, Mualimin; Khoirunnisa, Nilahazra
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.107326

Abstract

Koleksi semen merupakan ejakulasi yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan, perlakuan, dan alat koleksi (Madeddu et al., 2022; Vitorino Carvalho, 2024). Koleksi semen pada burung parkit dapat dilakukan dengan pemijatan kloaka maupun elektroejakulator (Lierz et al., 2013; Kucera & Heidinger, 2018; Frediani et al., 2019). Koleksi semen dengan elektroejakulator direkomendasikan untuk burung berukuran besar seperti burung bangau dan kalkun dengan tingkat keberhasilan sebesar 67%, sementara pemijatan kloaka direkomendasikan untuk burung kecil seperti parkit dengan tingkat keberhasilan 74%