Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KOPA DALAM MENCIPTAKAN KESETARAAN GENDER DI KALANGAN ANAK JALANAN Saffanah Qanitah HS; Rimma Putri Masta Napitupulu; Crystin Manullang; Berlianti, Berlianti
Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa) Vol. 3 No. 6 (2024): Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa)
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.8765/krepa.v3i6.7049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji peran KOPA dalam menciptakan kesetaraan gender di kalangan anak jalanan. KOPA merupakan salah satu lembaga swadaya masyarakat yang memiliki fokus di bidang sosial, keagamaan, pendidikan dan kesejahteraan sosial serta keluarga yang telah berdiri pada tahun 2005. KOPA memiliki tujuan untuk mensejahterakan dan meningkatkan kemandirian anak jalanan serta anak-anak yang bermasalah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu bentuk upaya untuk memperbaiki dan mengembangkan diri anak perempuan jalanan ialah dengan memberikan akses yang sama terhadap pengetahuan dan informasi kepada mereka. Beberapa langkah strategis dapat diambil untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan menegakkan kesetaraan gender. Pertama, masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya memberikan kasih sayang dan memenuhi hak-hak anak. Edukasi intensif mengenai kesetaraan gender perlu digalakkan agar kesadaran ini semakin meningkat. Kedua, dukungan pemerintah kepada organisasi non-pemerintah seperti KOPA sangat penting. Bantuan finansial dan sumber daya lainnya dapat meningkatkan efektivitas program yang dijalankan untuk anak jalanan. Selanjutnya, program pendidikan yang layak harus menjadi prioritas. KOPA, bersama pemerintah dan organisasi lain, perlu mengembangkan program pendidikan yang dapat membantu anak jalanan meraih masa depan yang lebih baik.
ANALISIS MANAJEMEN BENCANA BANJIR DI KAMPUNG AUR Saffanah Qanitah HS; Rimma Putri Masta Napitupulu; Crystin Manullang; Hairani Siregar
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i7.7280

Abstract

Penelitian ini membahas tentang manajemen penanggulangan bencana di kampung Aur yang efektif. Sebab Kampung Aur memiliki konteks geografis dan sosial yang unik dilihat dari kawasan yang berada di pedalaman dan tergolong rawan terhadap terjadinya bencana salah satunya ialah banjir. Luas wilayah kecamatan Medan Maimun sekitar 3,34 KM kuadrat dengan populasi jiwa mencapai 40.624 jiwa di tahun 2020. Sementara 17.379 jiwa merupakan penduduk kampung Aur. Wilayah daerah kampung Aur cenderung datar dengan ketinggian antara 2,5 hingga 37,5 m di atas permukaan laut serta dilalui oleh beberapa sungai yang berpotensi menyebabkan banjir apabila tidak dikelola dengan baik. KOPA sebagai LSM di Kampung Aur menjalankan perannya dalam memanajemen bencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masyarakat Kampung Aur menunjukkan daya juang yang tinggi dalam menghadapi bencana melalui gotong royong dan inisiatif lokal. Namun, untuk meningkatkan efektivitas manajemen penanggulangan bencana, diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan partisipatif antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait.
Perilaku Sosial Anak dari Keluarga Broken home di Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kota Medan: (Studi Kasus 5 Anak Keluarga Broken home) Rimma Putri Masta Napitupulu; Berlianti Berlianti
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 6 (2025): November: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v3i6.1258

Abstract

The family is the first environment that shapes a child's personality and social behavior. However, in broken homes, emotional conditions and parenting patterns are often disrupted due to separation or the absence of one parent. This has an impact on the process of shaping children's social behavior in their daily lives. This study aims to analyze the social behavior of children from broken homes in Kampung Aur, Kelurahan Aur, Medan City. A qualitative approach with a case study design was used. The main informants consisted of five children from broken homes who were selected using the snowball technique. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using descriptive qualitative methods. The results of the study showed that the children's social behavior had not developed optimally in most indicators, namely cooperation, sharing, competition, empathy, sympathy, imitation, social support, and social acceptance. The main obstacles arise from inconsistent parenting patterns, lack of emotional support, and an unsupportive social environment. Therefore, the active involvement of parents, guardians, and the community is essential to shape and nurture children's social behavior in a sustainable manner.