Mellaney Karunia Vebrin Wula
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESULITAN BELAJAR KARENA GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA SISWA SMPN 20 SURABAYA Fariza Nur Azizah; Farida Muji Rahayu; Juliet Resa Almelimentara; Mellaney Karunia Vebrin Wula; Amelia Putri Eka Yusiana; Rahma Zakia Salwa
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 3 (2025): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i3.3702

Abstract

Kesulitan belajar pada siswa merupakan permasalahan yang sering dihadapi dalam dunia pendidikan. Kesulitan belajar sendiri dapat diakibatkan dari adanya gangguan pada perkembangan individu, sehingga individu tidak berkembang atau mendapat hasil yang optimal dalam kegiatan pembelajaran. Diadakannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesulitan belajar siswa yang ada di SMPN 20 Surabaya diakibatkan dari adanya gangguan pada perkembangan, maka dari itu penelitian ini berfokus pada aspek-aspek yang mendukung topik tugas. Penelitian dilaksanakan menggunakan instrumen berupa angket dan wawancara. Hasil penelitian ini meliputi: (1) Jenis-Jenis Gangguan Perkembangan Pada Siswa SMPN 20 Surabaya (2) Dampak Gangguan Perkembangan Terhadap Proses Pembelajaran Siswa (3) Menilai Peran Dukungan Orang Tua, Guru, Dan Pihak Terkait Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Siswa Dengan Gangguan Perkembangan.
MENAKAR AKURASI : TELAAH VALIDITAS DAN REALIBILITAS DALAM ASESMEN PSIKOLOGI Mellaney Karunia Vebrin Wula
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4992

Abstract

Asesmen psikologi memiliki peranan penting dalam proses bimbingan dan konseling sebagai dasar untuk menentukan program layanan yang sesuai bagi konseli. Untuk memastikan bahwa asesmen memberikan data yang tepat dan bisa diandalkan, diperlukan pemahaman yang baik tentang validitas dan reliabilitas sebagai dua syarat utama dari kualitas alat ukur. Validitas menegaskan bahwa alat ukur benar-benar dapat menilai aspek psikologis yang dituju, sedangkan reliabilitas memastikan adanya konsistensi dalam hasil pengukuran di berbagai situasi. Kedua konsep ini saling mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang tepat dalam layanan konseling. Artikel ini mengeksplorasi konsep, berbagai jenis, serta kaitan antara validitas dan reliabilitas, dan juga memberikan contoh penerapannya dengan menggunakan alat ukur Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Dengan menerapkan prinsip validitas dan reliabilitas yang tepat, proses asesmen dapat membantu konselor dalam merancang intervensi yang lebih efektif, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap individu.
PELAKSANAAN LAYANAN DASAR: BIMBINGAN KELOMPOK, KLASIKAL DAN LINTAS KELAS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Farida Muji Rahayu; Fariza Nur Azizah; Mellaney Karunia Vebrin Wula
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6549

Abstract

pelaksanaan layanan dasar Bimbingan dan Konseling di sekolah belum terlaksana secara optimal karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, dan kurangnya pemahaman terhadap tahapan pelaksanaan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, tahapan, karaktekristik peserta didik, serta efektivitas pelaksanaan layanan dasar melalui bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan bimbingan lintas kelas pada siswa Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai sumber buku dan artikel ilmiah yang relevan yang membahas megenai pelaksanaan layanan dasar dengan bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan kelas besar/lintas kelas. Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan klasikal efektif menjangkau siswa secara luas dan meningkatkan motivasi belajar, bimbingan kelompok memperkuat kemampuan komunikasi, interaksi sosial, dan dinamika kelompok, sementara bimbingan lintas kelas efektif dalam penyampaian informasi umum dan pembentukan kebersamaan siswa. Kesimpulannya, integrasi ketiga bentuk layanan dasar tersebut mampu mendukung perkembangan optimal siswa dalam aspek pribadi, sosial, akademik, dan karier. Implikasi kajian ini menegaskan perlunya perencanaan program yang sistematis, penggunaan media inovatif, dan penguatan kompetensi guru BK agar layanan dasar lebih efektif, berkelanjutan, dan kontekstual di lingkungan sekolah.