Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI PENGEMASAN PRODUK DAN PEMANFAATAN E-COMMERS SEBAGAI PENINGKATAN PENJUALAN PADA UMKM TELOR ASIN DESA BENDUNG-KASEMEN KOTA SERANG Maelani, Puspita; Holilah; Siregar, Dina Khairuna; Solihin; Mahuda, Isnaini; Desiyani, Risma Eka
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bersinergi Inovatif
Publisher : PT. Gelora Cipta Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi dan lingkungan bisnis mengahruskan para pelaku UMKM untuk terus beradaptasi, agar tetap menjaga keberlanjutan usahanya. Kondisi pelaku usaha yang kemasan produk dan pemasaran yang menggunakan metode tradisional, sehingga mempengaruhi tingkat penjualan UMKM tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan memiliki tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evalausi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada para pelaku usaha untuk membuat inovasi dalam kemasan, dan memanfaatkan e-commerce sebagai pemasaran produk, dengan harapan dapat meningkatkan penjualan para pelaku UMKM telor asin di Desa Bendung-Kasemen Kota Serang.
STRATEGI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KARYAWAN MELALUI KESEIMBANGAN HIDUP DAN KOMPENSASI YANG ADIL Rini Trihandayani; Holilah; Arfiani Yulianti Fiyul
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 7 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan karyawan telah menjadi isu penting dalam manajemen sumber daya manusia modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan sistem kompensasi yang adil berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menguraikan hubungan antara lingkungan kerja yang mendukung dengan motivasi dan produktivitas tenaga kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesejahteraan karyawan dapat ditingkatkan melalui strategi manajerial yang mencakup fleksibilitas kerja, penghargaan yang adil, dan dukungan organisasi. Temuan ini diharapkan menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan SDM dalam merancang kebijakan kerja yang berkelanjutan.
PEMENUHAN HAK DISABILITAS DALAM PEMILU KEBUPATEN GRESIK 2024: STUDI KASUS PERKUMPULAN DISABILITAS KABUPATEN GRESIK INDONESIA Wafi Tamam, Abdul; Holilah
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal JISIPOL January 2026
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan umum merupakan instrumen penting dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan. Namun, kelompok penyandang disabilitas masih sering menghadapi berbagai hambatan dalam menggunakan hak pilihnya, baik dari segi aksesibilitas maupun dukungan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak politik penyandang disabilitas dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Gresik serta menelaah peran Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Gresik Indonesia (PDKGI) sebagai mitra strategis Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menciptakan pemilu yang ramah disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen resmi KPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemilih disabilitas yang terdaftar mencapai 3.143 orang, namun tingkat partisipasinya masih rendah, yaitu rata-rata 14,45%. Rendahnya partisipasi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas aksesibilitas di TPS, kurangnya pelatihan bagi petugas, serta minimnya sosialisasi yang adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara KPU dan PDKGI dalam memperluas sosialisasi serta meningkatkan kesadaran politik penyandang disabilitas. Implikasinya, diperlukan kebijakan afirmatif dan peningkatan kapasitas penyelenggara pemilu untuk memastikan prinsip demokrasi inklusif dapat terwujud secara substantif di tingkat lokal.