Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Memasak Daging Asap, Ikan Asap dan Ayam Asap dengan Menggunakan Oven Listrik di Bandingkan dengan Menggunakan Kompor Gas: Kegiatan di Desa Bangun Karya Kab. Pangandaran Jawa Barat Suratman, Dadang; Rumayar, Christian Helmy; Wjiaya, Cecep Tatang; Irfansyah, Irfansyah
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v5i2.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alternatif kuliner oleh-oleh di Desa Bangun Karya Kabupaten Pangandaran. Fokusnya adalah memperkenalkan metode pembuatan ikan asap dengan menggunakan oven listrik lengkap dan kompor gas. Kajian tersebut mengevaluasi kualitas dan biaya produksi untuk meningkatkan variasi oleh-oleh kuliner dari olahan ikan laut, di luar ikan asin yang sudah dominan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara acak kepada wisatawan dan warga Desa Wisata Bangun Karya. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa demo memasak ikan asap, daging asap, dan ayam asap, serta edukasi mengenai pengolahan dan penyimpanan pangan yang sehat, awet, dan aman berdasarkan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB). Dua puluh peserta dari Desa Wisata Bangun Karya mengikuti kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kompor gas menghasilkan kualitas ikan asap yang lebih baik (65,3%), daging asap (62,7%), dan ayam asap (76,6%) dibandingkan dengan oven full listrik, dengan skor masing-masing sebesar 4,608 dan 2,240. Produk dari kedua metode ini menunjukkan perbedaan nyata pada kenampakan, rasa gurih, aroma asap, bau, tekstur, dan biaya produksi. Oven full listrik terbukti lebih murah dan efisien dibandingkan kompor gas. Penerapan cara pengasapan tersebut dapat mendiversifikasi produk kuliner di Desa Bangun Karya sehingga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Oven full listrik direkomendasikan sebagai pilihan utama karena biaya produksi yang lebih rendah dan efisiensi yang lebih tinggi. Warga Desa Bangun Karya disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan oven listrik penuh untuk memproduksi ikan asap, daging, dan ayam. Pelatihan dan penyuluhan secara berkala mengenai teknik pengasapan yang baik dan pengemasan produk yang aman harus dilakukan untuk menjamin kualitas dan daya tarik produk kuliner.
Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Kepuasan Rasa pada Makanan Katering Haji dan Implikasinya bagi Kesehatan Suratman, Dadang; Mulyo, Gurid Pramintarto Eko
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3300

Abstract

Background: Large-scale Hajj catering requires efficiency without compromising taste quality. The use of ready-to-use spice paste improves efficiency and consistency but may affect sensory quality. Taste satisfaction is also influenced by food handlers’ perception and experience. Objective: This study aimed to analyze factors associated with taste satisfaction in Hajj catering, including the use of ready-to-use spice paste, perceived importance of its use, and work experience of food handlers. Methods: A cross-sectional design with a quantitative approach supported by qualitative data was used. Data were collected through questionnaires from 31 catering staff selected by purposive sampling and semi-structured interviews. Analysis was performed using Fisher’s Exact test and Odds Ratio (OR) (α=0.05). Results: The use of ready-to-use spice paste and the perceived importance of its use were significantly associated with taste satisfaction (p<0.05). Perceived importance of spice paste use showed the strongest association with taste satisfaction (OR=9.90; 95% CI: 1.80–54.00). Work experience was not significantly associated with taste satisfaction (p>0.05). Most respondents reported moderate satisfaction with meal taste. Qualitative findings showed that chefs performed flavor fine-tuning to maintain sensory quality despite the use of ready-to-use spice paste. Conclusion: Taste satisfaction in Hajj catering meals is influenced by technical and perceptual factors related to spice paste use. Maintaining sensory quality through flavor adjustment remains important to support food acceptance. Further studies using direct health indicators are needed to confirm the health implications.