Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analyzing Of Under Five Children Aspect To Acute Respiratory Infection Disease (ARI) In Indonesia: Meta-Analysis 2015-2020 Hasanah, Swara Mega
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 6 No 2 (2022): Medical Technology and Public Health Journal September 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v6i2.3371

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the health problems that exist in developing and developed countries. The proportional mortality rate (PMR) due to ARI in children under five in the world is 16%, two-thirds of deaths are infant deaths. The mortality rate is very high in infants, children and the elderly, especially in developing countries. The purpose of this study was to analyze the intrinsic risk factors for the characteristics of children under five in Indonesia. The method in this study uses meta-analysis, which is a statistical method that combines several (two or more) research results quantitatively by looking for effect size values or summaries using JASP software version 0.9.2. Sources of data in this study came from Google Scholar, Science Direct, and Pubmed then sorted according to inclusion and exclusion criteria and obtained 37 research articles. The result of the meta-analysis that has the highest risk factor for the variable characteristics of children under five is the nutritional status variable with a pooled PR value of e0.30 = 1.350 (95% CI 0.03 – 0.58), then the variable age under five with a pooled PR value of e0.16 = 1.174 (95% CI -0.40 – 0.72) and the lowest variable for the characteristics of children under five was found in the sex of children under five with a pooled PR value of e0.08 = 1.083 (95% CI -0.04 – 0.19). The conclusion from the results of the meta-analysis that has the highest level of risk is the nutritional status of children under five, age of toddlers, and gender. It is hoped that the puskesmas can make efforts to control the risk of ARI occurrence in toddlers by conducting periodic counseling.
Household Solid Waste Management in Communities Living in Plantation Areas Hasanah, Swara Mega
Insights in Public Health Journal Vol 6 No 1 (2025): Insights in Public Health Journal
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.iphj.2025.6.1.15890

Abstract

Background: The cause of the lack of waste management in the community in the plantation area is the lack of sanitation facilities in the community. environmental health risks are associated with households that do not utilize waste services or possess trash bins. This study aims to determine the condition of household solid waste processing in the community in the plantation area in Banjarsari Village, Bangsalsari District, Jember Regency. Methods: The research design employed is descriptive research. Descriptive research methods are employed to address issue formulations in research concerning the treatment of household solid waste. Results: The result of this study shows that 94.12% or 32 respondents who have their own trash cans and the rest do not have trash cans. For 2 respondents with a percentage of 5.88% do not have their own trash cans. All respondents processed waste by burning, namely 34 (100%) respondents. There are no TPS in the plantation area Conclusions: The Banjarsari plantation does not have a temporary Waste Storage (TWS), resulting in the community processing waste by burning. Processing waste by burning can have negative effects on the environment and health
Pembuatan Lubang Resapan Biopori untuk Meningkatkan Pengelolaan Air dan Sampah Organik di Lingkungan Kampus Sunarsih, Elvi; Saputra, Yoerdy Agusmal; Hasanah, Swara Mega; Oktariani, Dhea Tri; Putri, Refanisa; Lidyasari Sitindaon, Silvy Dwi; Aziatri, Suci Wulanda; Nabilla, Intan; Syafitri, Novida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7204

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah organik dan genangan air menjadi tantangan besar di lingkungan perkotaan, termasuk di lingkungan kampus. Pelatihan pembuatan lubang resapan biopori dilaksanakan di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, yang belum memiliki TPS sehingga sampah organik menumpuk dan sering dibakar, serta beberapa titik mengalami genangan saat musim hujan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam melakukan pengelolaan air hujan dan sampah organik di kawasan kampus dengan melibatkan 100 mahasiswa menggunakan pendekatan edukatif partisipatif (total sampling). Metode kegiatan terdiri dari pre-test, sesi teori, demonstrasi dan pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), serta post-test untuk mengukur efektivitas kegiatan. Perubahan pengetahuan dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank (α = 0,05), yang menunjukkan peningkatan signifikan (rata-rata pre-test 94,89 menjadi post-test 99,86; p < 0,001). Sebanyak empat lubang resapan biopori berhasil dibangun sebagai hasil praktis kegiatan. Peningkatan skor pengetahuan dan terbentuknya lubang biopori ini menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran praktis dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa mengelola genangan air dan sampah organik. Model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) seperti ini dapat direkomendasikan untuk diterapkan di lokasi lain yang menghadapi permasalahan serupa, serta dikembangkan lebih lanjut untuk mencakup aspek pengelolaan lingkungan berkelanjutan lain, termasuk mitigasi banjir dan pengelolaan limbah skala komunitas.
Intervensi Biosand Filter di Lingkungan Kampus dan Dampaknya Terhadap Peningkatan Pendidikan dan Kualitas Air Saputra, Yoerdy Agusmal; Sunarsih, Elvi; Hasanah, Swara Mega; Lewinsca, Maurend Yayank; Sitanggang, Jhon Wesly; Faradiba, Selly; Purba, Seri Ulina; Ramadhini, Delfi; Apriana, Aisyah; Handayani, Adelia Rizki; Irawan, Cynthia Maharani; Marennu, Luthfi Nauval Isthi; Putri, Nurhaliza Luthfia; Salsabila, Vania Manda Zahrani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol 8 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i1.2649

Abstract

Akses terhadap air bersih tetap menjadi tantangan bagi institusi pendidikan tinggi. Biosand Filter (BSF), sebagai Teknologi Tepat Guna, dapat meningkatkan kualitas air dan berfungsi sebagai alat pembelajaran praktis. Studi ini mengevaluasi dampak intervensi pendidikan partisipatif (paparan teoritis ditambah perakitan BSF secara praktis) terhadap pengetahuan mahasiswa dan indikator organoleptik air yang difilter. Lokakarya pendidikan partisipatif dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya. Semua mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Kesehatan Masyarakat yang mengikuti lokakarya dimasukkan melalui total sampling (n = 100). Prosedur meliputi tes pra-intervensi, sesi teoritis, demonstrasi, perakitan praktis BSF, dan tes pasca-intervensi. Sampel air yang difilter dievaluasi secara organoleptik dan melalui pengamatan visual. Perubahan pengetahuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Skor pra-tes rata-rata adalah 98,3 dan meningkat menjadi 99,6 pasca-intervensi (mean different = 1,3). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001). Penilaian organoleptik dan visual melaporkan penurunan kekeruhan dan tidak adanya bau tidak sedap pada sampel yang difilter, menunjukkan peningkatan kualitas air yang dirasakan. Pendidikan partisipatif berbasis BSF secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa dan terkait dengan sifat organoleptik yang lebih baik pada air yang difilter, mendukung pelatihan praktis dan potensi BSF untuk solusi air di kampus.