Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Literatur: Potensi Fikoremediasi Berbasis Strain Alga Sebagai Biosorben Kontaminan Logam Berat Pada Air Asam Tambang Simamora, Eprilia; Mohammad Nurcholis; Aldin Ardian; Rika Ernawati; Eddy Winarno
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.549

Abstract

Industri pertambangan secara tidak langsung dapat menghasilkan Air Asam Tambang (AAT), yang terbentuk akibat aktivitas kegiatan pertambangan. Air ini memiliki karakteristik pH rendah dengan sifat cenderung asam, serta seringkali disertai kandungan logam berat yang tinggi. Air asam tambang dapat mempengaruhi kualitas air dan kehidupan organisme makhluk hidup yang berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan. Penelitian ini menyajikan studi literatur tentang pengelolaan air asam tambang menggunakan alternatif pemanfaatan biomassa berbasis strain alga yang dapat digunakan sebagai biosorben penghilangan kontaminan logam berat pada lingkungan perairan yang tercemar. Beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa sebagian besar strain alga dapat mencapai setidaknya 90% dari kemanjuran penghilangan melalui tahap ekstraseluler dan kemudian tahap intraseluler saat menghilangkan Fe, Al, Mn, Ag, Cd, Cr, Cu, Fe, Mn, Ni, Pb, Zn dan SO4 dari air limbah yang terkontaminasi. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa Chlorella sp., Chlorella vulgaris, Spirulina sp., Spirulina palentis, Spirogyra sp.dan beberapa jenis alga lainnya terbukti efektif dalam menghilangkan logam berat dari air limbah yang terkontaminasi. Sehingga, penggunaan strain alga sebagai salah satu sorben berbahan biologis dapat dimanfaatkan sebagai suatu upaya pengendalian pencemaran lingkungan yang menjanjikan. Selain itu, metode bioremediasi berbasis makro- mikroalga ini dipengerahuhi oleh beberapa parameter dalam penyerapan logam seperti pH, suhu, konsentrasi biomassa, konsentrasi logam awal dan sebagainya. Oleh karena itu, tinjauan ini memberikan wawasan baru tentang mekanisme, hasil kinerja dan pengaruh penggunaan strain alga untuk meremediasi kontaminan logam berat khususnya dalam mengatasi pencemaran lingkungan perairan oleh air asam tambang. Diperlukan ruang penelitian lebih lanjut dalam studi ini yang berfokus pada potensi pengolahan air asam tambang menggunakan teknologi dengan bahan biologis berbasis strain alga.
Studi Literatur: Potensi Fikoremediasi Berbasis Strain Alga Sebagai Biosorben Kontaminan Logam Berat Pada Air Asam Tambang Simamora, Eprilia; Mohammad Nurcholis; Aldin Ardian; Rika Ernawati; Eddy Winarno
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.549

Abstract

Industri pertambangan secara tidak langsung dapat menghasilkan Air Asam Tambang (AAT), yang terbentuk akibat aktivitas kegiatan pertambangan. Air ini memiliki karakteristik pH rendah dengan sifat cenderung asam, serta seringkali disertai kandungan logam berat yang tinggi. Air asam tambang dapat mempengaruhi kualitas air dan kehidupan organisme makhluk hidup yang berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan. Penelitian ini menyajikan studi literatur tentang pengelolaan air asam tambang menggunakan alternatif pemanfaatan biomassa berbasis strain alga yang dapat digunakan sebagai biosorben penghilangan kontaminan logam berat pada lingkungan perairan yang tercemar. Beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa sebagian besar strain alga dapat mencapai setidaknya 90% dari kemanjuran penghilangan melalui tahap ekstraseluler dan kemudian tahap intraseluler saat menghilangkan Fe, Al, Mn, Ag, Cd, Cr, Cu, Fe, Mn, Ni, Pb, Zn dan SO4 dari air limbah yang terkontaminasi. Hasil dari penelitian menyebutkan bahwa Chlorella sp., Chlorella vulgaris, Spirulina sp., Spirulina palentis, Spirogyra sp.dan beberapa jenis alga lainnya terbukti efektif dalam menghilangkan logam berat dari air limbah yang terkontaminasi. Sehingga, penggunaan strain alga sebagai salah satu sorben berbahan biologis dapat dimanfaatkan sebagai suatu upaya pengendalian pencemaran lingkungan yang menjanjikan. Selain itu, metode bioremediasi berbasis makro- mikroalga ini dipengerahuhi oleh beberapa parameter dalam penyerapan logam seperti pH, suhu, konsentrasi biomassa, konsentrasi logam awal dan sebagainya. Oleh karena itu, tinjauan ini memberikan wawasan baru tentang mekanisme, hasil kinerja dan pengaruh penggunaan strain alga untuk meremediasi kontaminan logam berat khususnya dalam mengatasi pencemaran lingkungan perairan oleh air asam tambang. Diperlukan ruang penelitian lebih lanjut dalam studi ini yang berfokus pada potensi pengolahan air asam tambang menggunakan teknologi dengan bahan biologis berbasis strain alga.
The Potential of Biochar for Heavy Metal Adsorption in Acid Mine Drainage Based on Literature Review Eprilia Simamora; Mohammad Nurcholis; Aldin Ardian; Rika Ernawati; Eddy Winarno
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2024.v5i1.6772

Abstract

Incorporating organic materials that contain biochar is gaining traction as a research area for the cleanup of wastewater contaminated with heavy metals. This study intends to explore the potential of biochar-based materials in removing heavy metals from water sources, with a particular emphasis on rehabilitating aquatic environments affected by mining waste. Identifying appropriate literature studies in collecting research data from various scientific publications was used to understand the topic. Several biochar manufacturing processes are generated through pyrolysis, gasification, and Hydrothermal carbonization (HTC). In this field, studies revealed that using most biochar can achieve relatively high metal removal. Research findings indicate that Cu, Zn, Cd, Pb, Ni, Cr, Co, As, Ag, Fe, Al, and Mn are the metal ions that have received the most attention in this field. This study highlights explicitly the effectiveness of biochars made from orange peel, nutshell, compost, rice husk, oak wood, used coffee grounds, durian bark, Phragmites australis corn cob, dregs of cascara, and hickory wood. The findings show that biochars from these materials, especially those produced at high pyrolysis temperatures (≥500°C), can achieve metal removal efficiencies above (≥90%). Various factors can influence the effectiveness of biochar in removing heavy metal ions, including the pH of the contaminated water, the amount of biochar used, the initial concentration of heavy metals, the properties of the biochar, and the specific forms or speciation of the metals. Biochar's ability to draw in and retain metal ions can be influenced by its characteristics, including its surface area and pore sizes. This study highlights the need for more research in this field going forward. It gives a general review of the use of biochar in removing heavy metals from water, particularly contamination in Acid Mine Drainage (AMD).