Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perspektif Ajaran Kristen Terhadap Pemuda-Pemudi Dalam Menghadapi Dampak Pergaulan Bebas Nainggolan, Mangido; Purba, Diva Egita; Maranata, Sela
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 2, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v2i2.4074

Abstract

Istilah pergaulan bebas sering digunakan untuk menunjukkan di mana individu terlibat dalam hubungan interpersonal, biasanya terlihat pada hubungan romantis, tanpa komitmen dan tanggung jawab satu sama lain dalam hubungan tersebut. Dalam pergaulan bebas, individu terlibat dalam hubungan tanpa perjanjian formal, seperti tidak ada pernikahan atau komitmen jangka panjang. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dimana peneliti menggunakan buku dan jurnal sebagai sumber datanya. Penelitian tinjauan pustaka ini memiliki beberapa tahapan. Tahapan tersebut antara lain pencarian judul artikel, pencarian jurnal dan buku yang berkaitan dengan penelitian, analisis perspektif Alkitab melalui artikel, pencarian landasan teori dari para ahli. Dengan kata kunci yang relevan, dilakukan penelusuran literatur untuk menemukan materi yang relevan di database ilmiah, yaitu google schoolar dan SINTA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pergaulan bebas dalam berpacaran tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan pandangan Kritsen. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pandangan Kristen terhadap pergaulan bebas dalam berpacaran di zaman sekarang.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD PADA SISWA KELAS IV SD Harahap, Rizki Dwi Aprilia; Purba, Diva Egita; Siburian, Parasina Caroldion Br; Namira, R. Nazra Fitri
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.8217

Abstract

ABSTRACT Understanding plane geometry concepts is one of the basic competencies that must be mastered by elementary school students, particularly those in Grade III, who are at the concrete operational stage of cognitive development. However, in instructional practice, many students experience difficulties in distinguishing types of plane figures and understanding their properties because the material is abstract and teaching methods do not sufficiently involve manipulative activities. This condition indicates the need for concrete learning media that can help students build understanding through direct experience. This article aims to describe the effectiveness of using geoboard media in improving Grade III elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. The method used in writing this article is a literature study combined with simple observations of the learning process involving the use of a geoboard. The study begins with problem identification, followed by the collection of relevant references, observation of learning activities, and descriptive analysis of changes in students’ understanding. The findings indicate that the use of a geoboard helps students understand shapes, sides, angles, and the characteristics of plane figures more concretely because students can directly see and construct the figures. This medium also increases learning motivation, student engagement, and spatial thinking ability. Geoboard is a concrete medium that is effective and appropriate for improving elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. ABSTRAK Pemahaman konsep bangun datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang kelas III, yang berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan dalam membedakan jenis bangun datar dan memahami sifat-sifatnya karena materi bersifat abstrak dan metode pembelajaran kurang melibatkan aktivitas manipulatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media geoboard dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas III SD. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur serta pengamatan sederhana terhadap proses pembelajaran yang melibatkan penggunaan geoboard. Penelitian ini diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan referensi yang relevan, pengamatan aktivitas pembelajaran, serta analisis deskriptif terhadap perubahan pemahaman siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan geoboard membantu siswa memahami bentuk, sisi, sudut, dan karakteristik bangun datar secara lebih konkret karena siswa dapat melihat dan membentuk bangun datar secara langsung. Media ini juga meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta kemampuan berpikir spasial mereka. Geoboard merupakan media konkret yang efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SEKOLAH DASAR Harahap, Rizki Dwi Aprilia; Purba, Diva Egita; Siburian, Parasina Caroldion Br; Namira, R. Nazra Fitri; Budianto, Agum
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.8219

Abstract

ABSTRACT The development of Child-Friendly Schools (CFS) is crucial in creating a safe, inclusive learning environment that supports the psychological development of elementary school students. However, the implementation of CFS in many schools still faces challenges, particularly in terms of management, teacher readiness, and the availability of supporting facilities. This study aims to analyze how school management develops CFS and how these efforts contribute to improving students’ psychological well-being. The study employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations, in-depth interviews with principals, teachers, and students, as well as analysis of school documents. The study includes identification of initial conditions and needs mapping, analysis of child protection policies and programs, evaluation of CFS implementation in classrooms and the school environment, and assessment of its impact on indicators of students’ psychological well-being. The results indicate that CFS development is carried out through the formulation of child protection policies, enhancement of teachers’ capacity in positive parenting, strengthening guidance and counseling services, and provision of child-friendly facilities such as counseling rooms and safe play areas. The findings also show increased student self-confidence, reduced learning anxiety, and improved academic motivation. Overall, the study concludes that school management that consistently applies CFS principles is able to create a safe and supportive learning environment, thereby significantly contributing to the improvement of students’ psychological well-being. ABSTRAK Pembangunan Sekolah Ramah Anak (SRA) sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan psikologis siswa sekolah dasar. Namun, implementasi SRA di banyak sekolah masih menghadapi hambatan, terutama dalam hal manajemen, kesiapan guru, dan ketersediaan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen sekolah mengembangkan SRA dan bagaimana upaya ini berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta analisis dokumen sekolah. Penelitian ini mencakup identifikasi kondisi awal dan pemetaan kebutuhan, analisis kebijakan dan program perlindungan anak, evaluasi implementasi CFS di kelas dan lingkungan sekolah, serta penilaian dampak terhadap indikator kesejahteraan psikologis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan SRA dilakukan melalui formulasi kebijakan perlindungan anak, peningkatan kapasitas guru dalam parenting positif, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta penyediaan fasilitas ramah anak seperti ruang konseling dan area bermain aman. Temuan juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa, penurunan kecemasan belajar, dan peningkatan motivasi akademik. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa manajemen sekolah yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip SRA mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, sehingga berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.