Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Make a Match Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Titi Alawiyah; Primandha Sukma Nur Wardhani; Ida Mahardika
KRAKATAU (Indonesian of Multidisciplinary Journals) Vol. 2 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Desanta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib di tempuh di setiap jenjang pendidikan. Dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diperlukan penggunaan model pembelajaran yang bervariasi guna meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Make A Match. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan model pembelajaran Make A Match dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Kasus Pelanggaran HAM di kelas X IPS 4 SMAN 6 Pandeglang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Adapun hasil penelitian dengan menggunakan Model Pembelajaran Make A Match menunjukan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar peserta didik yang signifikan. Pada tindakan awal peserta didik yang telah mancapai KKM hanya 37,5%, pada pelaksanaan siklus pertama sebesar 62,5% dan pada siklus kedua mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 87,5%. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pendidikan kewarganegaraan di kelas X IPS 4 SMAN 6 Pandeglang.
Dari Identitas Politik ke Politisasi Identitas: Kajian Konseptual atas Dinamika Polarisasi di Media Sosial Febri Saefulloh; Agung Tesa Gumilar; Titi Alawiyah; kartika Delsya; Ria Erica Salty
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 3 (2026): Juli : Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v7i3.3088

Abstract

Identity politics has become one of the most debated concepts in contemporary democratic discourse, yet its conceptual boundaries remain poorly defined in both academic and public conversations. This paper argues that three commonly conflated terms political identity, identity politics, and the politicization of identity carry fundamentally distinct meanings with divergent normative and practical consequences. Through a conceptual literature review, this study synthesizes theoretical frameworks and empirical findings to demonstrate that while political identity refers to an individual's self-positioning within a political community, and identity politics denotes collective action by marginalized groups seeking recognition, the politicization of identity is an elite-driven strategy of exploiting social group markers for political gain. This distinction matters because the conflation of these terms obscures how digital platforms  through filter bubble and echo chamber mechanisms  amplify identity-based polarization in Indonesia and beyond. The study finds that social media algorithms do not merely reflect pre-existing social divisions but actively intensify affective polarization by constructing homogeneous information environments that deepen inter-group animosity. The paper concludes with implications for digital citizenship and democratic resilience in Indonesia.