Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN HAFALAN SURAH PENDEK SANTRI DI MUSHOLLA NUR BASYIRAH KELURAHAN KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA Hujjatusnaini, Noor; Nurohman, Farkhan; Maulida; Uswatun Khasanah, Purnama; Rahmadiyah, Novia; Widya Ningsih, Sri Indah; Mufaddilah, Fira; Sonia; Rita, Ambar; Ahmad, Dony; Hamid, Nasim
Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Tifani : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sangat penting untuk menghadapi berkembangnya zaman di era sekarang yang semakin maju, sehingga pendidikan harus dilaksanakan dengan sabaik mungkin. Pendidikan Islam seharusnya sudah diajarkan dengan anak sedari dini, seperti pendidikan menghafal surah-surah dalam al-Qur’an. Penulisan ini bertujuan menjelaskan bagaimana kaderisasi masyarakat di Jl. Panenga Permai rw.003/rt.002, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya sebagai tenaga pendidik baca tulis Al-Qur’an atau mengajar mengaji santri di Musholla Nur Basyirah. Hasil pendampingan yang dilaksanakan menggambarkan adanya peningkatan kemampuan hapalan surah pendek santri di musholla Nur Basyirah Kelurahan Kereng Bengkirai Kota Palangka Raya Education is very important to face the development of the era in the present era which is increasingly advanced, so education must be carried out as well as possible. Islamic education should have been taught to children from an early age, such as memorizing the suras in the Qur'an. This writing aims to explain how community regeneration on Jl. Panenga Permai rw.003/rt.002, Kereng Bangkirai Village, Palangka Raya City as educators for reading and writing the Qur'an or teaching the Koran for children at the Nur Basyirah Mosque. The results of the mentoring carried out illustrate an increase in the ability to memorize short surahs of students in the Nur Basyirah prayer room, Kereng Bengkirai Village, Palangka Raya City.
Tradisi Tampung Tawar : Akulturasi Islam Pada Masyarakat Muslim Dayak Ngaju Di Desa Telangkah Kabupaten Katingan Ahmad, Dony
Syams Vol 6 No 1 (2025): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/x8fb9x48

Abstract

Tampung tawar merupakan tradisi yang masih dipertahankan secara turun-temurun dan disatukan dengan ajaran agama Islam yang dianut oleh masyarakat muslim Dayak Ngaju di desa Telangkah Kabupaten Katingan. Upacara adat tradisi tampung tawar juga mempunyai relevansi dengan moderasi beragama yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan antar masyarakat Suku dayak. Tampung tawar di desa telangkah merupakan salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh suku dayak yang beragama muslim, maupun kelompok masyarakat dayak ngaju yang masih menganut kepercayaan leluhur yaitu agama Kaharingan/Helo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pada awalnya tradisi tampung tawar di desa telangkah merupakan tradisi dari agama helo/kaharingan, yang mana tampung tawar ini masih belum disebut tampung tawar melainkan Kambang Rampai. Kambang Rampai ini merupakan sebuah tradisi yang bertujuan untuk memohon keselamatan kepada dewa dewa agar terhindar dari marabahaya. Setelah agama islam masuk ke Kesultanan Banjar sekaligus ke daerah kekuasaannya termasuk Kalimantan Tengah pada abad ke 16 hingga ahir abad ke 17, melalui hubungan perdagangan dan sosial antara pedagang masyarakat Banjar dengan masyarakat lokal di Kalimantan Tengah. Misalnya, pedagang Banjar yang berdagang di sungai-sungai di Kalimantan Tengah, seperti Kahayan, Katingan, Sebangau, Mendawai, Sampit, dan juga termasuk desa Telangkah Kabupaten Katingan. Mereka membawa serta ajaran Islam dan berinteraksi dengan masyarakat setempat yang mayoritas beragama Helo/Kaharingan.