Hidayati, Islamiyah Nur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Nilai Tasamuh Pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Hidayati, Islamiyah Nur; Syafii, Imam; Hasanah, Mudzakaroh Nur; Ardani, Muhamad Agus; Nadhita, Galuh
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 3 (2025): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i3.525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan nilai tasamuh (toleransi) dalam pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang disabilitas intelektual (tunagrahita). Fokus kajian diarahkan pada strategi pengajaran yang diterapkan oleh para pendidik di Sekolah Berkebutuhan Khusus Rumah Pintar, yang berlokasi di Salatiga, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi terhadap arsip dan dokumen sekolah. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengkonfirmasi data yang diperoleh dari berbagai narasumber (kepala sekolah, guru, siswa) dan dokumen sekolah untuk memastikan validitas dan konsistensi temuan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh dan obyektif mengenai implementasi nilai-nilai tasamuh dalam praktik pendidikan di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasamuh berhasil diintegrasikan melalui pembelajaran yang dipersonalisasi, pembelajaran kolaboratif, serta penciptaan lingkungan belajar yang suportif. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana kelas yang inklusif, di mana seluruh peserta didik merasa dihargai dan didorong untuk berkembang secara optimal. Penelitian ini juga menekankan pentingnya pelatihan guru serta kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi.Temuan ini memberikan implikasi penting bagi praktik pendidikan inklusif dan dapat menjadi landasan bagi penelitian lanjutan dalam konteks penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Integrasi Nilai-Nilai Islam Pada Hasthalaku di Sekolah Adipangastuti Dalam Membentuk Karakter Siswa Hidayati, Islamiyah Nur; Setyani, Elvi; Tamam, Berliyan; Purnomo, Purnomo
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 5 (2025): October
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i5.611

Abstract

Degradasi moral di kalangan remaja semakin kompleks di era modern, dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, melemahnya peran keluarga, serta paparan budaya global yang berlawanan dengan nilai agama dan tradisi. Fenomena ini ditandai dengan menurunnya sopan santun, meningkatnya individualisme, dan munculnya berbagai kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Untuk merespons tantangan tersebut, penelitian ini menganalisis strategi integrasi nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Jawa Hasthalaku melalui program Sekolah Adipangastuti di SMA Negeri 1 Tengaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Hasthalaku—meliputi gotong royong, guyub rukun, grapyak semanak, lembah manah, ewuh pakewuh, pangerten, andhap asor, dan tepa selira—dilakukan melalui jalur intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Proses ini diperkuat dengan keteladanan guru, pembiasaan budaya sekolah, serta evaluasi berlapis pada tingkat individu, kegiatan, dan budaya sekolah. Dampaknya tampak pada peningkatan sikap religius-sosial siswa, seperti sopan santun, toleransi, kepedulian, dan semangat kebersamaan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai Islam dengan Hasthalaku merupakan strategi efektif dalam pendidikan karakter kontekstual, relevan untuk memperkuat identitas kebangsaan sekaligus membentuk generasi berakhlak mulia yang mampu bersaing di era global.
Penerapan Metode Problem Based Learning dalam Meningkatkan Berfikir Kritis Pada Pembelajaran PAI Hidayati, Islamiyah Nur; Berliana, Chandra Intan; Zaman, Badrus
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 4 No. 6 (2024): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v4i6.418

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan penting yang harus ditanamkan sejak dini, terutama di jenjang sekolah dasar, agar siswa mampu menilai informasi secara akurat dan membuat keputusan berdasarkan pengetahuan yang mendalam. Keterampilan ini mencakup kemampuan menganalisis, merefleksi, dan mengevaluasi berbagai sudut pandang, sehingga siswa dapat memahami masalah secara lebih komprehensif. Dalam konteks pendidikan abad ke-21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan perubahan yang dinamis, Kurikulum Merdeka hadir memberikan fleksibilitas pembelajaran, memungkinkan siswa mendalami konsep secara terarah. Salah satu pendekatan yang mendukung tujuan tersebut adalah Problem Based Learning (PBL), yang berfokus pada pemecahan masalah nyata serta mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penerapan PBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri Glempangpasir 02 Cilacap. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan dalam diskusi kelompok, motivasi belajar, dan pemahaman materi PAI yang lebih mendalam. PBL juga mendukung pengembangan kompetensi siswa secara kreatif dan kontekstual sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan PBL sebagai pendekatan pembelajaran yang relevan dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa depan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru, sekolah, dan lingkungan belajar, diperlukan untuk mengoptimalkan keberhasilan metode ini. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapan PBL dalam berbagai konteks.