Nasir, Nurherlina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antijamur Fraksi N- Heksan, Etil Asetat dan Air Daun Rambutan Aceh (Nephelium Lappaceum L.) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Wisnianti, Dwi; Nasir, Nurherlina; Fitriah, Wa Ode Ida
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.158

Abstract

ABSTRAK Infeksi merupakan suatu keadaan masuknya mikroorganisme kedalam tubuh, berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Penyebab penyakit kulit adalah Candida albicans. Daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kandungan senyawa dan mengetahui aktivitas antijamur dengan konsentrasi terbaik dari fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian analitik laboratorium. Sampel daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan fraksinasi dengan metode partisi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Dilakukan pengujian antijamur dengan menggunakan metode sumuran dan analisis data mengunakan metode One-Way ANOVA.Berdasarkan hasil perhitungan dari ekstraksi didapatkan hasil rendemen sebesar 20,3%, sedangkan fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun rambutan aceh sebesar 14,75%, 18,5% dan 19%. Pada pengujian skrining fitokimia daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa metabolit yaitu flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid dan pada fraksi air daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) mengandung senyawa yaitu flavonoid, saponin, tanin dan steroid. pada pengujian aktivitas antijamur pada kosentrasi 5% b/v, 10% b/v, dan 15% b/v terhadap pertumbuhan Candida albicans berturut-turut yaitu 15 mm (kuat), 17 mm (kuat), dan 13 mm (kuat) dengan kosentrasi optimal fraksi etil asetat dengan diameter zona hambat sebesar 17 mm (kuat) pada kosentrasi 15%.Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat membuat sediaan formulasi menggunakan fraksi dari daun rambutan aceh (Nephelium lappaceum L.) yang terbukti dapat menghambat pertumbuhan candida albicans.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Air, Etil Asetat dan n-Heksan Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) dengan Metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) Amaliah, Riski; Pusmarani, Jastria; Nasir, Nurherlina
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.172

Abstract

ABSTRAK Tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl) yang dipercaya masyarakatampu untuk pengobatan tradisional dengan berbagai macam penyakit. Salah satu manfaat dari tanaman ini yaitu sebagai astringen, mengobati sakit perut, lepra, penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia pada fraksi air, etil asetat dan n-heksan dan membandingkan perbedaan aktivitas antioksidan antara fraksi air, etil asetat dan n-heksan pada kulit batang kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl). Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian analitik. Metode yang digunakan ialah metode ekstraksi, fraksinasi dan skrining fitokimia. Hasil identifikasi senyawa kimia pada fraksi air mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tannin. Pada fraksi etil asetat mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, dan tanin, sedangkan fraksi n-heksan mengandung senyawa saponin, flavonoid dan alkaloid. Hasil perbandingan pengujian antioksidan fraksi air diperoleh hasil IC50 86,86 µg/ml, fraksi etil asetat IC50 sebesar 58,41 µg/ml, fraksi n-heksan diperoleh IC50 143,7 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai IC50 pada fraksi etil asetat memiliki antivitas antioksidan kategori sangat kuat dengan nilai IC50 58,41 µg/ml. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian aktivitas antioksidan menggunakan pelarut dan metode lain tanaman kayu jawa (Lannea grandis (Dennst.) Engl).