Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Keragaman Hayati dan Kultural Natuna dalam Bingkai Foto Dokumenter Fadillah, Kurnia Lucky; Adinur Zein, Muhammad Rifki; Febriani, Nadia
Rekam Vol 20, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v20i2.12398

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana keragaman hayati dan kultral di Natuna direkam ke dalam karya foto dokumenter dengan menggunakan teknik EDFAT. Natuna sebagai wilayah yang kaya akan keragaman hayati dan budaya, khususnya dalam aspek kuliner, menjadi fokus dalam proses pembuatan makanan tradisional sagu butir. Foto dokumenter dipilih karena mampu menggabungkan elemen visual dan naratif secara efektif. Penerapan EDFAT menghasilkan foto yang kaya makna. Entire menangkap keseluruhan lokasi dan aktivitas pembuatan sagu butir yang sarat akan konteks kebudayaan lokal. Detail dan Frame menonjolkan aspek yang lebih spesifik dari proses sagu butir dengan komposisi yang menarik. Angle menghadirkan sudut pandang yang memberikan perspektif baru. Time menangkap momen berharga yang tidak dapat diulang seperti ekspresi masyarakat dan tahapan pembuatan sagu butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik EDFAT efektif dalam merekam kekayaan hayati dan budaya Natuna. Foto yang dihasilkan mampu menggambarkan keragaman hayati dan kultural dengan cara yang mendalam dan menyeluruh, menjadikan alat visual yang kuat dalam memahami dan mengomunikasikan potensi daerah Natuna.
KONSER VIRTUAL SEBAGAI REKONSTRUKSI RELASI KOMUNIKASI ANTARA MUSISI DAN AUDIENS DALAM INDUSTRI MUSIK INDONESIA Adinur Zein, Muhammad Rifki; Maryani, Eni; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.410

Abstract

Pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial menyebabkan industri musik, khususnya konser luring, mengalami stagnasi sehingga promotor dan musisi terdorong mencari bentuk penyelenggaraan baru berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konser virtual sebagai dinamika industri musik Indonesia sekaligus melihat bagaimana praktik tersebut merekonstruksi relasi komunikasi antara musisi dan audiens, dengan studi kasus Wave Djava Virtual Concert yang disiarkan melalui kanal YouTube Hellprint Official. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif, observasi terhadap tayangan konser virtual di YouTube (termasuk karakteristik konten, jumlah penonton, dan interaksi di kolom komentar), serta studi literatur sebagai landasan konseptual. Analisis data dilakukan secara induktif dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan-verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser virtual membentuk segmen penonton baru dan memperlihatkan adaptasi musisi serta promotor terhadap teknologi digital, sehingga memperluas jangkauan audiens dan menjaga keberlanjutan aktivitas industri musik di masa krisis. Konser virtual juga merepresentasikan konvergensi media, di mana unsur komunikasi tetap berlangsung namun bergeser ke medium digital sehingga interaksi menjadi tidak langsung dan berpotensi tertunda. Selain itu, praktik ini menguatkan hubungan komunikasi parasosial melalui kedekatan emosional yang dibangun lewat fitur platform dan pola konsumsi daring, serta mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam menikmati pertunjukan musik.