Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MITIGASI RESIKO SUKUK GAGAL BAYAR DALAM PERPEKTIF EKONOMI SYARIAH Imam Mawardi; Moch. Su'eb; A. Afif Amrullah; Nihro Afandi; Uswatun Chasanah
Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam Vol 7 No 02 (2024): Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bakti Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56998/tyjzhb13

Abstract

The Islamic finance industry has grown rapidly in global financial markets until 2015 when it experienced a slowdown in 2016 with an estimated value of USD 1.89 trillion. Defaults on sukuk must be able to be overcome or avoided, so through this paper we want to reveal the risks that can arise from sukuk and mitigate the risk of sukuk defaulting. The type of research method used in this research is literature, namely research whose object discovery is carried out by digging literature information. The result of this study, the resolution of the risk of default is one of them by restructuring the sukuk. As for restructuring, namely rescheduling, providing an extension of time, regulations must be tightened, such as conventional bonds continue to use sharia principles at the same time and all Sukuk transactions must be halal, avoid transactions of riba (paying and taking interest), gharar (ambiguity, fraud), and maysir (games of chance), prohibition of investing in products and services that are not in accordance with sharia, need approval from the Advisory Board Sharia. There are two major implications of this sharia principle of dispute resolution. First, the parties are given the discretion to determine resolutions through fair negotiations, as long as they do not conflict with other Sharia rules, such as usury, gharar, and maysir. Second, there is less concrete scaffolding for debt restructuring because the parties can work out a number of solutions.
Analisis Kemitraan Waralaba Syariah Es Caola 99 Surabaya Dalam Perspektif Ekonomi Islam Tri Mey Lailatul Khusnah; Andi Syahputra; A. Afif Amrullah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2919

Abstract

Artikel ini membahas tentang analisis sistem kemitraan waralaba dari sudut pandang ekonomi yang berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kemitraan waralaba berfungsi dalam rangka mencapai prinsip ekonomi yang berbasis Islam yang berlandaskan kepada keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. Peneliti ini menggunakan kualitatif adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan informasi melalui studi pustaka, pengamatan, dan tanya jawab dengan para pemilik waralaba mitra, serta pakar ekonomi Islam. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk memberikan informasi secara mendalam tentang mekanisme kemitraan dalam waralaba dan sejauh mana kepatuhan terhadap prinsip ekonomi ysng berbasis agama islam. Hasil dari penelitian ini menjelaskn bahwa sistem kemitraan waralaba memiliki kecenderungan untuk mencapai prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam beberapa aspek. Pengaturan bagi hasil yang adil antara pemilik waralaba dan mitra, pendekatan berdasarkan kerjasama dan saling menguntungkan, serta adanya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial menjadi beberapa hal yang telah diimplementasikan dalam sistem kemitraan tersebut.