Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Pembuatan Tablet Dengan Metode Granulasi Basah, Kering, Dan Kempa Langsung Sairi, Ahmad; Rizky, Hidayatur; Ariqah, Maura Putri; Sumarno, Nailia Nur Isma; Apriliana, Rusnia; Latifah, Nor
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.539

Abstract

Tablet oral disintegrasi cepat (ODT) merupakan bentuk sediaan farmasi yang semakin populer. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode pembuatan ODT yang umum digunakan, yaitu granulasi basah, granulasi kering, dan kempa langsung. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat mempengaruhi sifat fisik tablet yang dihasilkan. Metode kempa langsung menawarkan proses yang lebih sederhana dan cepat, namun keterbatasannya terletak pada jenis bahan yang dapat digunakan. Metode granulasi basah, meskipun melibatkan beberapa tahap proses, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam merumuskan tablet. Sementara itu, metode granulasi kering merupakan alternatif yang menarik karena dapat mengurangi paparan bahan terhadap kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode yang paling sesuai untuk menghasilkan ODT dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan.
EDUKASI BEYOND USE DATE (BUD) DALAM MENDUKUNG KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA KESEHATAN KELUARGA DI DESA SEMANGAT BAKTI Ahdyani, Risa; Mi’rajunnisa, Mi’rajunnisa; Lestari, Yulianita Pratiwi Indah; Wahyudi, Muhammad Rezky; Maulidia, Fiona; Yuvela, Gabri; Sa’diah, Rini; Apriliana, Rusnia; Rahmadani, Syifa Askila
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38601

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga kefarmasian di Desa Semangat Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak aman di tingkat rumah tangga. Salah satu permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Beyond Use Date (BUD), yaitu batas waktu aman penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau obat diracik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional melalui edukasi BUD. Penyuluhan melibatkan mitra Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Semangat Bakti sejumlah 29 orang. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan pemenuhan aspek legalitas di tingkat Desa. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2025 menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif yang didukung media Microsoft PowerPoint dan leaflet serta contoh produk. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner berisi 10 pernyataan yang dianalisis dengan uji paired sample t-test untuk membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah penyuluhan (p < 0,05). Kesimpulannya, kegiatan edukasi mengenai BUD efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait batas waktu aman penggunaan obat dan berpotensi mendorong penerapan penggunaan obat yang lebih aman dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Edukasi; Ibu PKK; Beyond Use Date. ABSTRACTLimited access to pharmaceutical facilities and qualified pharmaceutical personnel in Semangat Bakti Village, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province, may contribute to unsafe medication practices at the household level. One of the primary challenges identified is the limited community understanding of Beyond Use Date (BUD), defined as the maximum safe period for medication use after the primary packaging has been opened or the product has been compounded. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding safe and rational drug use through BUD education. The activity involved 29 members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Semangat Bakti Village as participants. The program was initiated with coordination and the fulfillment of legal requirements at the village level. The educational intervention was conducted on June 27, 2025, employing lecture-based and interactive discussion methods, supported by Microsoft PowerPoint presentations, leaflets, and sample products. Evaluation was performed using pretest and posttest assessments with a questionnaire consisting of 10 statements. The data were analyzed using a paired sample t-test to compare participants’ knowledge before and after the intervention. The results demonstrated a statistically significant improvement in participants’ knowledge following educational intervention (p < 0.05). In conclusion, BUD-focused education was effective in improving community understanding of safe medication use limits and may contribute to the adoption of safer and more rational medication practices in daily life.Keywords: Education; Family Welfare Empowerment; Beyond Use Date.