Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI TENTANG DIABETES MELLITUS, UPAYA PENCEGAHAN SAMPAI PENGOBATANNYA, MENUJU DESA KARANG BUNGA SEHAT Mulyani, Tuty; Mi’rajunnisa, Mi’rajunnisa; Yulianita Pratiwi Indah Lestari; Rizka Mulya Miranti; Nurul Fajeriyati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit akibat penumpukan glukosa dalam darah dan terjadi akibat tubuh tidak memproduksi cukup insulin, atau tidak bisa mempergunakan insulin secara tepat yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia dengan gejala khas yaitu buang air kecil terus menerus (dalam jumlah banyak) dengan rasa manis (kencing manis). Diabetes melitus memerlukan penanganan medis, edukasi tentang self management serta dukungan yang berkelanjutan untuk mencegah penyakit komplikasi akut maupun kronis. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait Diabetes Mellitus, cara pencegahan serta pengobatannya. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan interaktif, pre-test dan post-test, diskusi tanya jawab dan demonstrasi untuk cara penggunaan insulin dengan benar. Peserta pada penyuluhan ini adalah 20 orang ibu-ibu PKK Desa Katang Bunga, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini berjalan lancer dan baik. Peserta sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta terkait Diabetes Mellitus, cara pencegahan penyakit hingga penggunaan obat yang tepat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) DENGAN METODE EKSTRAKSI UAE (Ultrasound Assisted Extraction) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium Acnes MENGGUNAKAN DIFUSI CAKRAM Ririn Puspita; Najwi Hasani; Mi’rajunnisa, Mi’rajunnisa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i3.8401

Abstract

Salah satu penyebab jerawat adalah bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes). P. acnes merupakan bakteri gram positif yang dapat menginfeksi kulit. Pengobatan penyakit infeksi bakteri umumnya menggunakan antibiotik tetapi penggunaan yang tidak tepat menyebabkan resistensi. Daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) adalah salah satu dari berbagai jenis tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan karena mempunyai efek farmakologis sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun jeruk purut (Citrus Hystrix D.C) dengan metode ekstraksi UAE antibakteri terhadap P. acnes dengan menggunakan metode difusi cakram. Metode ekstraksi yang digunakan adalah UAE dan analisis data statistiknya menggunakan spss. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan empat seri konsentrasi tambahan yaitu 5%, 10%, 15% dan 20%. Kontrol positif yang digunakan klindamisin disk 2 µg dan kontrol negatif yang digunakan DMSO 5%. Aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) terhadap bakteri P. acnes pada konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% berturut-tutut adalah sebesar 12,63 mm; 13,69 mm; 15,40 mm dan 16,24 mm dengan kategori termasuk kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun jeruk purut memiliki aktivitas antibakteri dan melalui penelitian ini dibuktikan bahwa aktivitas antibakteri yang dihasilkan masuk dalam kategori kuat
GERAKAN HIDUP SEHAT BERBASIS HERBAL DI PANTI ASUHAN SENTOSA BANJARMASIN SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) Mi’rajunnisa, Mi’rajunnisa; Risa Ahdyani; Yulianita Pratiwi Indah Lestari; Tuty Mulyani; Nita Triadisti; Rizka Mulya Miranti; Nurul Fajeriyati; Muhammad Chaidir Hafidz
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is an infection that affects the upper and lower respiratory tracts and is commonly caused by viruses or bacteria. This infection frequently occurs in children. One preventive approach to ARI is the implementation of a healthy lifestyle based on herbal practices through the utilization of medicinal plants. The purpose of this community service activity was to improve participants’ knowledge and understanding of ARI and its prevention using medicinal plants at Sentosa Orphanage, Banjarmasin. The activity was conducted through interactive counseling sessions, pre-test and post-test assessments, and question-and-answer discussions. The participants consisted of 30 children from Sentosa Orphanage, Banjarmasin. The activity was carried out smoothly and successfully, with participants showing high enthusiasm and active engagement throughout the program. The results of the pre-test and post-test indicated an improvement in participants’ understanding of herbal-based healthy lifestyle practices that can be applied for the prevention of ARI
EDUKASI BEYOND USE DATE (BUD) DALAM MENDUKUNG KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT PADA KESEHATAN KELUARGA DI DESA SEMANGAT BAKTI Ahdyani, Risa; Mi’rajunnisa, Mi’rajunnisa; Lestari, Yulianita Pratiwi Indah; Wahyudi, Muhammad Rezky; Maulidia, Fiona; Yuvela, Gabri; Sa’diah, Rini; Apriliana, Rusnia; Rahmadani, Syifa Askila
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38601

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga kefarmasian di Desa Semangat Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak aman di tingkat rumah tangga. Salah satu permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai Beyond Use Date (BUD), yaitu batas waktu aman penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau obat diracik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional melalui edukasi BUD. Penyuluhan melibatkan mitra Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Semangat Bakti sejumlah 29 orang. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan pemenuhan aspek legalitas di tingkat Desa. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2025 menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif yang didukung media Microsoft PowerPoint dan leaflet serta contoh produk. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner berisi 10 pernyataan yang dianalisis dengan uji paired sample t-test untuk membandingkan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan setelah penyuluhan (p < 0,05). Kesimpulannya, kegiatan edukasi mengenai BUD efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait batas waktu aman penggunaan obat dan berpotensi mendorong penerapan penggunaan obat yang lebih aman dan rasional dalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Edukasi; Ibu PKK; Beyond Use Date. ABSTRACTLimited access to pharmaceutical facilities and qualified pharmaceutical personnel in Semangat Bakti Village, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province, may contribute to unsafe medication practices at the household level. One of the primary challenges identified is the limited community understanding of Beyond Use Date (BUD), defined as the maximum safe period for medication use after the primary packaging has been opened or the product has been compounded. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness regarding safe and rational drug use through BUD education. The activity involved 29 members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in Semangat Bakti Village as participants. The program was initiated with coordination and the fulfillment of legal requirements at the village level. The educational intervention was conducted on June 27, 2025, employing lecture-based and interactive discussion methods, supported by Microsoft PowerPoint presentations, leaflets, and sample products. Evaluation was performed using pretest and posttest assessments with a questionnaire consisting of 10 statements. The data were analyzed using a paired sample t-test to compare participants’ knowledge before and after the intervention. The results demonstrated a statistically significant improvement in participants’ knowledge following educational intervention (p < 0.05). In conclusion, BUD-focused education was effective in improving community understanding of safe medication use limits and may contribute to the adoption of safer and more rational medication practices in daily life.Keywords: Education; Family Welfare Empowerment; Beyond Use Date.