Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2022 TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DALAM PERLINDUNGAN KORBAN PEREMPUAN Giyono, Urip; Nurkhasanah, Sofiyatun; Rahman, Nur
Jurnal De Jure Muhammadiyah Cirebon Vol 8 No 2 (2024): De Jure Muhammadiyah Cirebon (DJMC)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/djmc.v8i2.6608

Abstract

Sexual violence in Indonesia has become a persistent issue that shows no signs of abating. Every day, cases of sexual violence continue to rise, with the majority of victims being women and children. This situation prompted the government to enact and implement Law No. 12 of 2022 on Sexual Violence Crimes. One of the primary objectives of this law is to provide optimal and comprehensive protection and recovery for victims. This study employs a normative-empirical method, analyzing the implementation of positive law provisions (legislation) and written documents in action (factually) in the context of specific legal events occurring in society. The findings indicate that the Sexual Violence Crimes Law has not yet been effective. Several contributing factors include weak law enforcement, inadequate facilities and recovery access for victims, and, in some cases, violations of victims' confidentiality. Keywords: Female Victims, Sexual Violence Crimes, Legal Protection
Perkawinan Beda Agama Perspektif Maqashid Al-syariah (Telaah Penetapan Pengadilan Nomor 209/Pdt.P/2020/PN.Kds) Nurkhasanah, Sofiyatun
MASILE Vol 4 No 1 (2023): MASILE
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/masile.v4i1.58

Abstract

Abstrak Perkawinan beda agama di Indonesia sampai saat ini masih menjadi topik yang problematik, terutama tentang keabsahan legalitasnya. Begitupun dalam Islam, perkawinan beda agama masih menimbulkan banyak perbedaan pendapat diantara para ulama. Perkawinan beda agama khususnya yang terdapat dalam Penetapan Pengadilan Nomor 209/Pdt.P/2020/PN.Kds termasuk dalam ketegori perkawinan yang diharamkan, yakni perkawinan antara laki-laki Muslim dengan perempuan Musyrik. Dalam menemukan solusi guna memecahkan permasalahan hukum terkait perkawinan beda agama, penelitian ini menggunakan teori al-maqashid al-syariah Imam as-Syathibi. Al-maqashid al-syariah adalah teori yang mengatakan bahwa Allah menurunkan syariat Islam dengan tujuan untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi pustaka. Demi mempermudah proses penelitian, maka penelitian ini menggunakan pendekatan normatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perkawinan beda agama baik yang terdapat dalam Penetapan Pengadilan Nomor 209/Pdt.P/2020/PN.Kds maupun pada kasus-kasus lain,adalah sah. Jika dilihat dari al-maqashid al-syariah Imam as-Syathibi, perkawinan tersebut tidak memenuhi tiga unsur pokok maslahat dharuriyat yakni menjaga agama (hifdz din), menjaga keturunan (hifdz nasl), dan menjaga harta (hifdz maal). Kata Kunci : Perkawinan Beda Agama, Maslahat, dan Al-Maqashid Al-Syariah