Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deklarasi Identitas dan Perlawanan dalam Syiir Sijjil Ana ‘Arabi Karya Mahmoud Darwish: Analisis Wacana Kritis Fairclough Novianti, Wulan Suci; Rohanda, Rohanda; Dika, Palen
Kutubkhanah Vol 24, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v24i2.33216

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis deklarasi identitas dan perlawanan dalam syiir Sijjil Ana ‘Arabi Karya Mahmoud Darwish menggunakan pendekatan wacana kritis Fairclough. Dengan fokus pada teks syiir, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Darwish membangun identitas Arab yang kuat, menolak stigma, dan menyoroti ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Palestina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis, yang memungkinkan peneliti untuk menggali lapisan-lapisan makna dalam bahasa yang digunakan, serta untuk memahami konteks sosial dan politik yang mendasari karya tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa syiir ini berfungsi sebagai deklarasi identitas yang menegaskan martabat dan hak-hak individu, sekaligus menciptakan kesadaran akan solidaritas di antara komunitas yang terpinggirkan. Selain itu, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa perlawanan tidak hanya diungkapkan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui pengakuan identitas dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Melalui penggambaran ketidakadilan ekonomi dan emosi kolektif, syiir ini memberikan suara kepada mereka yang terpinggirkan dan mengajak pembaca untuk merenungkan pentingnya keadilan sosial. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang kekuatan puisi sebagai alat untuk mengekspresikan perlawanan dan membangun identitas kolektif dalam konteks penindasan
MAKNA SIMBOLIK KOTA DAN IDENTITAS DALAM SYI‘IR FI AL-QUDS KARYA MAHMOUD DARWISH: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Novianti, Wulan Suci; Rohanda, Rohanda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1330

Abstract

Syi‘ir fī al-Quds karya Mahmoud Darwish merupakan salah satu puisi yang merepresentasikan kota Jerusalem sebagai ruang simbolik yang sarat dengan sejarah, kesakralan, konflik, dan krisis identitas. Puisi ini tidak hanya menghadirkan kota sebagai latar geografis, tetapi juga sebagai sistem tanda yang membentuk makna eksistensial subjek lirik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik kota dan identitas dalam syi‘ir fī al-Quds dengan menggunakan kajian semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotik, yaitu mengidentifikasi dan menafsirkan relasi antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam teks puisi. Data penelitian berupa teks syi‘ir في القدس berbahasa Arab yang dianalisis secara tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol utama seperti القدس, السور القديم, الضوء, الحجر, serta ungkapan transformasi identitas seperti أصير غيري dan أنا لا أنا membangun makna kota sebagai ruang konflik simbolik dan membentuk identitas subjek lirik yang cair dan terfragmentasi. Kota Jerusalem dalam puisi ini berfungsi sebagai pusat makna yang mengorganisasi relasi antara kesucian dan kekerasan, luka dan harapan, serta individu dan memori kolektif. Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menegaskan bahwa makna dalam puisi Mahmoud Darwish dibangun secara struktural melalui relasi antartanda dalam sistem bahasa, sehingga puisi tidak dapat dipahami secara literal, melainkan sebagai konstruksi simbolik yang kompleks.