Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TERAPI HIDROSONI (HIDROTERAPI DAN BENSON ISLAMI) TERHADAP TINGKAT NYERI KEPALA DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KENDUNG BOJONEGORO: Effect of Hydrosony Therapy (Hydrotherapy and Benson Islamic) on The Level of Headache and Blood Pressure in Patients with Hypertension at Kendung Village Bojonegoro Afriasih, Lya; Faridah, Virgianti Nur; Pramestirini, Rizky Asta
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 3 (2024): JiKep | Oktober 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i3.2114

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang cukup berbahaya yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan menimbulkan gejala seperti nyeri kepala. Penatalaksanaannya dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi yaitu kombinasi terapi HIDROSONI. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi HIDROSONI terhadap tingkat nyeri kepala dan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pre-posttest design, sampel sebanyak 37 penderita didapatkan dengan teknik consecutive sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi skala nyeri numeric rating scale (NRS) dan pengukuran tekanan darah menggunankan sphygmomanometer digital. Analisis data meggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil penelitian sebelum diberikan terapi HIDROSONI menunjukkan tingkat nyeri kepala penderita hipertensi rata-rata 3,73 dan setelah dilakukan terapi HIDROSONI menjadi 0,65. Sedangkan pada tekanan darah sebelum diberikan terapi HIDROSONI nilai rata-rata sistolik 149,35 mmHg dan diastolik 95,81 mmHg, kemudian setelah diberikan terapi HIDROSONI nilai rata-rata sistolik 127,84 mmHg dan diastolik 82,57 mmHg. Dan uji wilcoxon signed rank test diperoleh nilai signifikan p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh terapi HIDROSONI terhadap tingkat nyeri kepala dan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kesimpulan: Pada terapi HIDROSONI terjadi perpindahan panas yang terjadi dari air ke kaki sehingga melancarkan peredaran darah dan membuat rileks penderitanya.
Asuhan keperawatan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif untuk mengatasi nyeri akut pada pasien post operasi hernia: Nursing care by providing progressive muscle relaxation therapy to overcome acute pain in post hernia operation patients in Aisyiyah Bojonegoro Hospitals Faridah, Virgianti Nur; Afriasih, Lya; Nanda Alifiah, Fara
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2515

Abstract

Hernia diartikan sebagai kondisi dimana adanya penonjolan isi rongga dari bagian lemah dinding rongga yang bersangkutan. Hernia inguinalis dengan kata lain hernia abdominalis dibagi menjadi hernia inguinalis lateralis dan hernia inguinalis medialis. Peneliti menggunakan desain penelitian case report dengan menggunakan dua klien yang akan dikaji sesuai dengan keluhan dan melakukan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi keperawatan. Berdasarkan hasil pengkajian pada pasien 1 dan pasien 2 adalah pasien post op herniotomi dengan keluhan utama adalah nyeri setelah operasi. Pengkajiian sebelum dan sesudah melakukan teknik relaksasi otot progresif peneliti menggunakan skala numeric, didapatkan hasil skala nyeri pada pasien 1 (Tn.M) dengan skala nyeri 5 dan pasien 2 (Tn.H) dengan skala nyeri 8, dengan pengukuran skala nyeri numeric rating scale (NRS) lebih digunakan sebagai alat pendeskripsian kata. Dalam hal ini, klien menilai menggunakan skala 0-10. Skala paling efektif di gunakan saat mengkaji intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Apabila digunakan skala untuk menilai nyeri, skala nyeri pada kedua pasien adalah 6 dan 8 termasuk skala nyeri sedang dan nyeri berat terkontrol.
HIPERCARE INNOVATION PROGRAM UTILIZING BUTTERFLY PEA FLOWER AS A COMPLEMENTARY THERAPY PLATFORM FOR HYPERTENSION PATIENTS IN THE COMMUNITYRM FOR HYPERTENSION PATIENTS IN THE COMMUNITY Subiantoro, Miftaqul Bilka; Azziyad, Muhammad Syafiq; Afriasih, Lya; Mauluddin, Gessa Tegar Syahrul; Naimah, Nurul Azimatun; Fauziah, Fatma
Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): CARING Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember 2025) In Press
Publisher : Caring: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Background: Hypertension is one of the most common non-communicable diseases found in the community and often goes unnoticed until it causes serious complications. In Baureno Village, although health services are available, the community remains less concerned about early detection and proper management of hypertension. This condition indicates the need for an educational and mentoring platform, namely HIPERCARE (Hypertension Prevention, Management, Care, and Education). Objective: This activity aims to determine the effectiveness of health education and butterfly pea flower tea consumption in reducing blood pressure and improving the knowledge of individuals with hypertension. Method: This community service programme was carried out in three stages. The first stage was the pre-activity phase, consisting of observation and an initial survey. The second stage was the implementation phase, which included health screening, counselling, demonstrations, and the implementation of the HIPERCARE platform integrated with a seven-day butterfly pea flower tea consumption programme as a non-pharmacological intervention. The third stage was the evaluation phase, conducted through blood pressure measurement and a pre–post knowledge test. The activities were conducted from 4–13 March 2025 in Baureno Village, Baureno District, Bojonegoro Regency, involving 95 participants with hypertension. Results: The programme demonstrated a decrease in the proportion of participants with severe hypertension and an improvement in the proportion of those achieving a good level of knowledge. Conclusion: The HIPERCARE programme had a positive impact on increasing awareness and reducing blood pressure among individuals with hypertension. This initiative is expected to be applied in other communities or villages as a practical and sustainable promotive and preventive strategy.