p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Atma Inovasia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengorganisasian Komunitas dalam Pembuatan Pakan Ternak Organik di Desa Sendangsari Kapanewon Pajangan,Kabupaten Bantul DIY Nindito, Stefanus; Wibowo Nugroho Jati; Suryo Adi Pramana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i6.9806

Abstract

Mitra PKM adalah kelompok petani-peternak Kelompok Tani Setyo Mandiri di Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul DIY, yang telah menjadi dampingan PSHD UAJY lebih dari tiga tahun. Hal membanggakan adalah ketua kelompok tani ini menjadi petani teladan DIY yang mewakili DIY pada lomba petani teladan tingkat nasional pada 2019. Pada tahun 2018 ia menjadi juara kedua petani teladan Kabupaten Bantul. Kini, setelah lebih dari 3 tahun berbudidaya secara organik penuh dan hasil panen secara bertahap meningkat, kelompok mulai merambah penyediaan pakan ternak berfermentasi organik pada paruh kedua 2020 ini. Kendala mereka adalah ketidaksiapan peralatan, produksi massal cairan fermentasi, produksi massal pakan organik terfermentasi, ketiadaan alat perajang, wadah tampungan pakan dan penyiapan kemasan siap edar. Hingga kini mereka masih tergantung pada pakan segar yang sulit diperoleh selama musim kemarau. Ironisnya, pada saat panen mereka membiarkan jerami berlimpah tak tertangani bahkan diberikan kepada siapa pun yang menghendaki. Tanpa proses fermentasi, ketersediaan pakan siap saji tak dapat disimpan dalam waktu lama. Pakan ternak sehat diharapkan dapat menghasilkan ternak sehat, demikian pula kotoran ang akan dijadikan pupuk organik terfermentasi. Maka peternakan dan pertanian memiliki kaitan timbal-balik untuk mendukung pertanian terpadu. Di atas semua itu kesadaran hijau atas pentingnya pakan organik terfermentasi bagi kesehatan ternak, kualitas produk dan lingkungan hidup belum cukup dimiliki karena mereka tampak masih terkungkung oleh perspektif ekonomistik. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, produksi POC/EM4, produksi massal pakan organik terfermentasi dan penyiapan kemasan. Solusi itu didasarkan pada kekayaan pengetahuan dan akses sumber informasi IPTEK yang dimiliki oleh Tim Pengusul. Solusi tersebut diharapkan akan menghasilkan luaran berupa produk massal larutan fermentasi (20 liter), ketersediaan alat perajang bahan pakan (1 buah), pakan organik terfermentasi (5 kwintal) dan kemasan (100 botol) sesuai dengan kebutuhan awal petani.
Pengorganisasian Komunitas dalam Pembuatan Pakan Ternak Organik di Desa Sendangsari Kapanewon Pajangan,Kabupaten Bantul DIY Nindito, Stefanus; Wibowo Nugroho Jati; Suryo Adi Pramana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i6.9806

Abstract

Mitra PKM adalah kelompok petani-peternak Kelompok Tani Setyo Mandiri di Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul DIY, yang telah menjadi dampingan PSHD UAJY lebih dari tiga tahun. Hal membanggakan adalah ketua kelompok tani ini menjadi petani teladan DIY yang mewakili DIY pada lomba petani teladan tingkat nasional pada 2019. Pada tahun 2018 ia menjadi juara kedua petani teladan Kabupaten Bantul. Kini, setelah lebih dari 3 tahun berbudidaya secara organik penuh dan hasil panen secara bertahap meningkat, kelompok mulai merambah penyediaan pakan ternak berfermentasi organik pada paruh kedua 2020 ini. Kendala mereka adalah ketidaksiapan peralatan, produksi massal cairan fermentasi, produksi massal pakan organik terfermentasi, ketiadaan alat perajang, wadah tampungan pakan dan penyiapan kemasan siap edar. Hingga kini mereka masih tergantung pada pakan segar yang sulit diperoleh selama musim kemarau. Ironisnya, pada saat panen mereka membiarkan jerami berlimpah tak tertangani bahkan diberikan kepada siapa pun yang menghendaki. Tanpa proses fermentasi, ketersediaan pakan siap saji tak dapat disimpan dalam waktu lama. Pakan ternak sehat diharapkan dapat menghasilkan ternak sehat, demikian pula kotoran ang akan dijadikan pupuk organik terfermentasi. Maka peternakan dan pertanian memiliki kaitan timbal-balik untuk mendukung pertanian terpadu. Di atas semua itu kesadaran hijau atas pentingnya pakan organik terfermentasi bagi kesehatan ternak, kualitas produk dan lingkungan hidup belum cukup dimiliki karena mereka tampak masih terkungkung oleh perspektif ekonomistik. Solusi yang ditawarkan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, produksi POC/EM4, produksi massal pakan organik terfermentasi dan penyiapan kemasan. Solusi itu didasarkan pada kekayaan pengetahuan dan akses sumber informasi IPTEK yang dimiliki oleh Tim Pengusul. Solusi tersebut diharapkan akan menghasilkan luaran berupa produk massal larutan fermentasi (20 liter), ketersediaan alat perajang bahan pakan (1 buah), pakan organik terfermentasi (5 kwintal) dan kemasan (100 botol) sesuai dengan kebutuhan awal petani.