Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN KANDUNGAN LIKOPEN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRUIT LEATHER DARI TOMAT SEGAR DAN TOMAT TERFERMENTASI SECARA ANAEROB Anggraeni, Frida Dwi; Suprihana; Kharismaulidia, Jazima
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Vol. 7 No. 1 (2024): CIASTECH 2024 Potensi dan Dampak Artificial Intelligence (AI) di Era Society 5.
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ciastech.v7i1.6933

Abstract

Tomat (Solanum Lycopersicon Esculentum) termasuk salah satu sayuran yang umumnya diminati dan dikonsumsi masyarakat tanpa atau dengan pengolahan terlebih dahulu. Fermentasi tomat bertujuan untuk meningkatkan kadar likopen dengan fermentasi secara anaerob dengan mengubah komposisi senyawa bioaktif, yang berpotensi meningkatkan aktivitas antioksidannya. Fruit leather merupakan produk pangan berbentuk lembaran tipis yang dibuat dari puree buah yang diolah melalui proses pengeringan. Tujuan dari penelitian adalah membandingkan kandungan likopen dan aktivitas antioksidan pada produk olahan tomat yaitu fruit leather dari kombinasi antara tomat segar atau tomat terfermentasi dengan campuran nanas. Penelitian ini menggunakan Racangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor 1 merupakan tomat untuk pembuatan fruit leather, yaitu tomat segar dan tomat terfermentasi, sedangkan faktor 2 merupakan suhu pengeringan fruit leather, yaitu suhu 60oC, 70oC, dan 80oC. Berdasarkan hasil pengujian, fruit leather tomat terfermentasi anaerob pada suhu pengeringan 80oC memiliki kandungan likopen dan aktivitas antioksidan nilai IC50 tertinggi yaitu 1,77 mg/100mL dan 79,29 µg/ml dengan pH 3,95. Sedangkan fruit leather tomat segar pada suhu pengeringan 60oC memiliki kandungan likopen dan aktivitas antioksidan nilei IC50 terendah yaitu 0,38 mg/100 ml dan 125,71 µg/ml dengan pH berkisar 4.95.
Sifat pro-oksidan perasan jeruk lemon (Citrus Limun L.) untuk meningkatkan aktivitas antioksidan teh hitam: Prooxidant properties of lemon extract (Citrus Limun L.) to increase antioxidant activity of black tea Anggraeni, Frida Dwi; Suprihana
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v15i1.4779

Abstract

Black tea was a drink made through fermentation by the enzyme polyphenol oxidase which could enzymatically oxidize catechins in fresh leaves. Lemon juice was added to the tea to determine the effect of adding lemon juice to the tea. This research aimed to determine the effect of brewing temperature and the pro-oxidant properties of adding lemon juice on changes in polyphenols and antioxidant activity of black tea. This research used a factorial design with 2 treatment factors, namely black tea brewed at 80oC and 100oC with the addition of 0%, 1% and 2% lemon juice with 3 repetitions. Green tea was used as a control. Analysis was carried out on total phenol content and IC50. Data analysis used the ANOVA test with a confidence level of 0.05. The research results showed that the total phenol of steeping black tea at a temperature of 80oC were lower than those steeping black tea at a temperature of 100oC, namely 20.41% and 27.08% respectively, but lower than the total phenol of green tea. Likewise, the higher level of added lemon juice, the higher total phenol content, but lower than total phenol content of green tea. For antioxidant activity was measured by IC50 inhibition, it showed that IC50 value at a black tea steeping temperature of 100oC was lower than IC50 value at 80oC black tea steeping. Likewise, with the addition of lemon juice, IC50 value decreased, namely 65.75 µg/ml to 35.84 µg/ml for steeping black tea at 80oC and 22.88 µg/ml to 15.94 µg/ml for steeping black tea at 100oC. The smaller IC50 value, the higher antioxidant activity.
PENGARUH PERBANDINGAN JAMUR TIRAM DAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS NUGGET JAMUR novita, silvy; Lydyana, Rizky; sumaryati, enny; Sudiyono; suprihana
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram merupakan bahan pangan yang kaya protein dan rendah lemak, sedangkan daun kelor mengandung vitamin C tinggi dan bernilai gizi baik. Kombinasi keduanya berpotensi meningkatkan kualitas gizi produk olahan seperti nugget. Namun, proporsi yang tidak tepat dapat mempengaruhi tekstur dan cita rasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi jamur tiram dan daun kelor yang tepat dalam pembuatan nugget, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas gizi dan organoleptik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan proporsi (95:5, 90:10, 85:15, 80:20, dan 75:25), masing-masing diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan bahan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar serat kasar dan vitamin C, serta pengaruh nyata terhadap daya putus dan warna. Sementara itu, tidak terdapat pengaruh nyata terhadap kadar air, penyerapan minyak, tekstur, rasa, dan aroma. Kesimpulannya, penambahan daun kelor dalam jumlah tepat dapat meningkatkan nilai gizi nugget jamur tanpa mengurangi daya terima konsumen.. . Kata kunci : Jamur tiram, Daun kelor, Nugget
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS Andini, Rizka Khris; Sumaryati, Enny; Sudiyono; Suprihana; Anggraeni, Frida Dwi
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) adalah salah satu tanaman yang merupakan sumber gizi yang kandungannya telah digunakan untuk mengatasi malnutrisi terutama untuk balita dan ibu menyusui. Daun kelor dapat dikonsumsi dalam kondisi segar, dimasak atau disimpan dalam bentuk tepung selama beberapa bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap mutu brownies kukus. Penelitian ada 5 perlakuan yaitu perbandingan tepung kelor dengan tepung terigu yaitu 0 gram : 150 gram, 25 gram : 125 gram, 50 gram : 100 gram, 75 gram : 75 gram, dan 100 gram : 50 gram. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diukur adalah kualitas kimiawi brownis yaitu (uji kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein) dan uji organoleptik (rasa, aroma, dan tekstur). Hasil pengamatan kadar air brownies tepung daun kelor berpengaruh sangat nyata berkisar 30,85%-33,99%, hasil pengamatan kadar abu berpengaruh sangat nyata berkisar 1,12%-2,19%, hasil pengamatan kadar lemak berbeda sangat nyata berkisar 19,9%-27,99%, dan hasil pengamatan kadar protein berbeda sangat nyata berkisar 9,93%-11,85%. Pada hasil pengamatan nilai rasa berbeda nyata berkisar 3,7-4,5, sedangkan pada hasil pengamatan aroma tidak berbeda nyata berkisar 5-5,5 dan tekstur tidak berbeda nyata berkisar 3,2-3,7.
PENGARUH SUHU DAN LAMA EKSTRAKSI TERHADAP KADAR PEKTIN DARI KULIT JERUK Varanita, Nofalia; Sudiyono; suprihana
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jeruk manis merupakan limbah dari pengolahan jeruk maupun jeruk yang dikonsumsi segar, Kulit jeruk manis mengadung selulosa, lignin, minyak atsiri dan pektin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan lama ekstraksi pektin dari kulit jeruk. Penelitian menggunakan dua factor yaitu suhu ekstraksi (60°C, 70°C dan 80°C) dan lama ekstraksi (60 menit, 75 menit dan 90 menit) yang disususn secara factorial dan diulang tiga kali. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pektian yang dihasilkan diuji rendemen, kadar air, berat ekuivalen, kadar metoksil, kadar abu, alkalinitas abu, kadar kemurnian pektin, viskositas dan uji organoleptik warna. Data hasil penelitian dianalisis menguunakan analis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan suhu dan waktu ekstraksi terhadap rendemen, kadar abu, alkalinitas abu, kadar asam anhidrouronat dan viskositas. Serta terjadi interaksi yang nyata terhadap berat ekuivalen dan kadar metoksil. Pektin hasil ekstraksi memiliki rendemen 18,48 - 21,30% kadar air 12,17 - 13,17% berat ekuivalen 3412,69 – 4419,19 kadar metoksil 6,827 - 8,837% kadar abu 2,56 - 3,54%, alkalinitas abu 0,53 – 0,87mg/ml, kadar asam anhidrouronat 69,04 - 70,32%, viskositas 3,36 – 4,21g/cm.dt dan organoleptik warna 1,6 - 2,2 (tidak menyukai). Kata kunci : pektin, kulit jeruk, ekstraksi,
PENGARUH KONSENTRASI SARI BUAH NAGA MERAH (Hyloceramus polyrhizus) TERHADAP MUTU PERMEN (Hard Candy) pradipta, tasdiq; sumaryati, enny; suprihana; silvy
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTEPP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah naga adalah salah satu buah yang baru dikenal di Indonesia.. Walaupun kulitnya bersisik seperti naga, tetapi bukan karena itu buah ini disebut buah naga atau dragon fruit. Permen adalah produk pangan yang banyak digemari. Permen merupakan produk sejenis gula gula (confectionary) yang dibuat dengan mendidihkan campuran gula dan air bersama dengan bahan perwarna dan pemberi rasa sampai mencapai kadar air kira-kira 3%. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh dari formulasi sari buah naga merah dengan gula pasir ditambah dengan sirup glukosa pada pembuatan permen buah naga merah. Penelitian ini merupakan penelitian faktor tunggal yang disusun dalam (RAL) dengan 4 ulangan. Faktor yang diteliti adalah penambahan sari buah naga merah : gula pasir ditambah sirup glukosa yang dimana perbandingan gula pasir dan sirup glukosa yaitu 60% : 40%. Terdiri dari 5 taraf konsentrasi yaitu P1 10%, P2 20%, P3 30%, P4 40% dan P5 50%. Hasil penelitian menunjukan permen yang memiliki kadar air terendah rata-rata 0,6032 % pada perlakuan 10% dan tertinggi rata-rata 1,7460% pada perlakuan 50%, kandungan vitamin C yang tinggi yaitu perlakuan 50% berkisar 11,44 mg/100g, dan permen yang memiliki kandungan gula reduksi terendah yaitu perlakuan 10% berkisar 22,085% dan yang tertinggi perlakuan 50% berkisar 35,030%. Kata kunci: Buah Naga, Permen