Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY (ACT) BAGI BURNOUT ANAK BINAAN LPKA KELAS I TANGERANG Abdul Munir Rumbruren; Imaddudin Hamzah
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i1.6443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam mengatasi masalah burnout pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Tangerang. Burnout di kalangan anak binaan menjadi perhatian serius, mengingat mereka sering menghadapi stres emosional yang tinggi akibat pengalaman hidup yang sulit dan lingkungan yang terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan wawancara mendalam dan observasi terhadap anak binaan serta petugas di LPKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ACT membantu anak binaan untuk menerima perasaan dan pikiran negatif mereka, sekaligus berkomitmen untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai pribadi. Melalui teknik mindfulness dan penerimaan, anak binaan dapat mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fleksibilitas psikologis mereka. Selain itu, program pembinaan yang terintegrasi dengan ACT menunjukkan potensi dalam meningkatkan kesehatan mental dan emosional anak binaan, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ACT merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung rehabilitasi anak binaan di LPKA, dan dapat dijadikan acuan untuk pengembangan program pembinaan yang lebih holistik dan berorientasi pada kesehatan mental. Rekomendasi untuk implementasi program ACT di LPKA serta penelitian lebih lanjut tentang efek jangka panjangnya juga disarankan.bersih.
HUBUNGAN SELF REGRET DENGAN SELF CONTROL PADA NARAPIDANA KASUS KEKERASAN SEKSUAL DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B BANJARNEGARA Akbar Anugrah Fantono; Imaddudin Hamzah
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i1.6448

Abstract

Penelitian ini didasarkan dengan banyaknya kasus kejahatan kekerasan seksual yang dilakukan oleh narapidana di Rutan Banjarnegara. Banyaknya kasus tersebut dapat diakibatkan dengan ketidakmampuan narapidana dalam melakukan kontrol terhadap pribadi dan pada akhirnya berujung ke dalam rasa penyesalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara Self Regret dengan Self Control pada narapidana kasus kekerasan seksual. Kekuatan hubungan antara kedua variabel ini sebesar 0,575 yang mana dapat dijelaskan bahwa narapidana dengan Self Regret yang tinggi memiliki tingkat Self Controlyang tinggi juga. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi juga mendukung penelitian ini. meskipun pada variabel Self Regret menunjukkan pengaruh sebesar 31,1% terhadap variabel Self Control, namun masih ada faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. oleh karena itu, dengan hasil pada penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi untuk meningkatkan program pembinaan di Rutan Banjarnegara. Rutan dapat memberikan program pembinaan kepribadian seperti pembinaan kerohanian dan juga konseling yang dilakukan oleh petugas ataupun pihak yang bekerjasama dengan Rutan agar narapidana dapat merasakan penyesalan dalam diri sehingga mampu untuk mengontrol dirinya di masa yang akan datang dan siap untuk kembali kemasyarakat serta tidak mengulangi perilaku kejahatan.