Mulalinda, Stella
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GEREJA DALAM MEMBANGUN SPIRITUALITAS ANAK DIGITAL NATIVE DITENGAH TANTANGAN ERA DIGITAL Mulalinda, Stella
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.284

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara anak-anak digital native berinteraksi dengan dunia, termasuk dalam aspek spiritualitas. Peningkatan waktu yang dihabiskan di depan layar menggantikan sebagian keterlibatan mereka dalam praktik keagamaan tradisional dengan konsumsi konten digital, yang memengaruhi pemahaman, nilai, dan ekspresi spiritualitas. Hal ini menimbulkan tantangan baru sekaligus peluang dalam pendidikan spiritual, mengingat teknologi dapat menjadi alat yang efektif tetapi juga berisiko. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak media digital terhadap perkembangan spiritualitas anak-anak digital native dalam konteks komunitas agama. Dengan menggunakan studi literatur sebagai metode utama, penelitian ini mengintegrasikan teori perkembangan kognitif Piaget, teori sosialisasi digital, dan Uses and Gratifications Theory untuk menganalisis dinamika perubahan pola spiritualitas pada anak-anak. Temuan menunjukkan bahwa media digital, di satu sisi, menawarkan aksesibilitas, pengalaman pembelajaran interaktif, dan kemampuan mempersonalisasi perjalanan spiritual, tetapi di sisi lain, menghadirkan tantangan seperti paparan berlebihan terhadap konten kurang mendukung nilai spiritual, keterasingan sosial, dan berkurangnya keterlibatan dalam komunitas keagamaan. Dengan demikian, penting untuk merancang pendekatan integratif yang memanfaatkan keunggulan teknologi digital tanpa mengesampingkan nilai interaksi langsung dalam komunitas agama. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan spiritual di era digital harus memperhatikan manfaat dan risiko yang muncul dari penggunaan media digital, dengan menyeimbangkan antara pembelajaran berbasis teknologi dan interaksi manusia dalam komunitas untuk membangun spiritualitas yang holistik dan relevan bagi anak-anak digital native.
Konsep keselamatan: Iman dan Perbuatan Dari Perspektif Teologi Injili Telaumbanua, Yohanes; Sunarno, Sunarno; Mulalinda, Stella
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v4i2.139

Abstract

Manusia adalah makhluk Tuhan, diciptakan menurut gambar Tuhan. Gambaran Allah ini ternoda oleh dosa, dengan melanggar atau melampaui batas-batas yang telah ditetapkan. Dosa sudah ada sebelum manusia ada sejak Adam dan Hawa, namun tentu saja dosa merupakan akibat dari kejatuhan manusia. Manusia adalah makhluk berdosa, dan pada saat yang sama, mereka juga musuh Tuhan. Dikatakan bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan (Roma 3:23), atau statusnya berubah dari yang seharusnya. Kejahatan adalah salah satu bagian yang manusia ciptakan sendiri melalui kehendak bebas. Kejahatan muncul dari keinginan bebas seseorang sebelum atau dalam situasi saat ini. Manusia menggunakan kehendak bebasnya pada saat mereka melakukan kejahatan. Dengan begitu manusia tidak bisa mengatakan bahwa Allah yang merupakan pelaku dari hadirnya kejahatan. Tuhan yang pengasih mengambil inisiatif untuk menyelamatkan umat manusia. Allah mengutus Firman Allah yang menjadi manusia dalam pribadi Yesus. Yesus adalah Firman Tuhan yang menjadi manusia dan melaksanakan kehendak Tuhan. Dia akan melakukan pekerjaan keselamatan (kematian di kayu salib, kebangkitan, dan kenaikan) dan menjadi Juruselamat (Kristus, Mesias) umat. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mendapatkan pemahaman tentang konsep keselamatan berdasarkan perspektif Teologi Injil. Sebab  Iman  dan  Perbuatan  itu  adalah  dua  hal  yang  tidak  dapat  dipisahkan  satu sama lain, melainkan saling melengkapi. Untuk menemukan data-data yang detail dalam pembahasan ini, penulis menggunakan  metode  kualitatif pendekatan deskriptif, temuan dari penelitian ini ialah,  pengkaji keselamatan: iman dan perbuatan perspektif teologi injili, sampai mendapatkan hasil yang bisa diterapkan orang percaya masa kini dalam mengikut Tuhan.