Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Stabilitas Karakter Fisik Dan Kimia Nanodispersi Ekstrak Buah Parijoto dengan Variasi Kondisi Suhu Penyimpanan Putri, Novita Ika; Putra, Yohanes Alan Sarsita; Pratiwi, Alberta Rika; Ananingsih, Victoria Kristina; Soedarini, Bernadeta; Wijaya, Ivan
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v7i1.12684

Abstract

Medinilla speciosa, atau Parijoto, adalah tanaman dengan kulit berwarna merah keunguan dan daging buah berwarna merah kekuningan yang tumbuh di sekitar Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah. Parijoto dikenal memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan berkat kandungan metabolit sekundernya, terutama antosianin, yang sangat tidak stabil dan rentan mengalami degradasi selama ekstraksi, pengolahan, dan penyimpanan. Nanodispersi, sistem yang mendispersikan partikel berukuran nano, dapat meningkatkan kelarutan dan homogenitas, sehingga membantu menstabilkan antosianin. Penelitian ini mengkaji pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas nanodispersi Parijoto dengan menganalisis karakteristik fisik (ukuran partikel, zeta potensial, indeks polidispersitas) dan kimia (pH, absorbansi, efisiensi enkapsulasi, turbiditas, % transmitansi). Sampel disimpan pada suhu refrigerator (2°C ±2°C), AC (22°C ±2°C), dan suhu ruang (29°C ±2°C) dengan Tween 80 sebagai stabilisator. Analisis dilakukan selama 28 hari dengan interval 7 hari. Hasil menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu refrigerator memberikan stabilitas fisik dan kimia terbaik, dengan pH, turbiditas, transmitansi, absorbansi, kandungan antosianin, efisiensi enkapsulasi yang stabil, serta ukuran partikel dan indeks polidispersitas yang baik. Namun, ketidakstabilan jangka panjang mungkin terjadi akibat nilai zeta potensial dan konduktivitas yang kurang optimal.
Developing Local MSMEs with Indonesian Socio-Culture Service Learning for Muria's Processed Parijoto Fruit Ananingsih, Victoria Kristina; Putra, Yohanes Alan Sarsita; Pratiwi, Alberta Rika; Sumardi, Sumardi
Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Vol 23, No 2: December 2023, Nationally Accredited (This issue consists of 10 Articles with 23 Autho
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/celt.v23i2.5917

Abstract

The concept of entrepreneurship empowerment was explored in depth to highlight its multifaceted nature and its role in fostering economic growth and cultivating a positive community mindset, which in turn spurred the development of essential infrastructure contributing to community empowerment. Service Learning, as a strategy for community entrepreneurship empowerment in the Indonesian culture, was enacted through the collaboration of faculty and university students who were acknowledged for their capacity to deliver authentic learning experiences. It, thereby, facilitated the acquisition of both soft and hard skills. This initiative exemplified the coordinated efforts among universities, such as the local MSME (Micro, Small, and Medium Enterprises) Community of processed Parijoto fruit, and its various partners. The execution of this community service program, which was done in Muria, comprised six primary phases: surveying, conducting interviews, gathering data, preparing materials, engaging in focus group discussions, formulating action plans, and conducting evaluations and reflections. The outcomes encompassed the analysis of laboratory products, educational sessions, mentoring activities, and the creation of educational resources. While the assessment of processing parijoto fruit yielded positive impacts from the endeavor,  it was found to have a need to optimize support from businesses to sustain a conducive environment for MSMEs. Such entrepreneurship training initiatives have demonstrated efficacy in empowering communities and generating further prospects for individuals residing in rural areas.
Eksplorasi Potensi Tanaman Tropis Indonesia sebagai Bahan Alami Anti-Aging Kulit: Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Defi, Ratna Shintia; Putra, Yohanes Alan Sarsita; Asmara, Gregorius Yoga Panji; Ananingsih, Victoria Kristina
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.6630

Abstract

Pendahuluan: Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk paparan sinar ultraviolet (UV) yang menyebabkan photoaging. Proses ini ditandai dengan degradasi kolagen dan elastin akibat peningkatan enzim matrix metalloproteinases (MMPs), sehingga menyebabkan keriput dan hilangnya elastisitas kulit. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, penggunaan senyawa bioaktif dari tanaman tropis Indonesia sebagai agen antioksidan dan anti-aging semakin mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tanaman tropis Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit alami. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental kuantitatif yang melibatkan 16 jenis tanaman tropis Indonesia. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode sonikasi dengan pelarut etanol 99,5%, diikuti dengan analisis fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif seperti flavonoid, fenolik, tanin, triterpenoid, dan saponin. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH, sedangkan total flavonoid dan total fenolik dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil: Tanaman seperti parijoto, pegagan, dan dandang gendis menunjukkan kandungan flavonoid dan fenolik yang signifikan, berpotensi sebagai inhibitor alami dalam perawatan kulit. Selain itu, identifikasi senyawa bioaktif dalam ekstrak tanaman ini mendukung pengembangan bahan alami sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan bahan sintetis dalam produk anti-aging. Simpulan: Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tanaman tropis Indonesia memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami dan agen anti-aging dalam industri kosmetik. Pemanfaatan tanaman ini dapat mendukung inovasi produk skincare berbasis bahan alami, sejalan dengan tren konsumen yang semakin peduli terhadap keamanan dan efektivitas produk perawatan kulit.