Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Regulasi, Kinerja Keuangan, dan Inovasi Digital dalam Memperkuat Perbankan Syariah di Aceh Aqlima Geubrina; Teuku Zulkarnain; Mariana Mariana
Journal of Islamic Management Vol. 5 No. 1 (2025): January
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jim.v5i1.1960

Abstract

This study aims to analyze the role of regulation, financial performance, and digital innovation in strengthening the position of Bank Syariah Indonesia (BSI) in Aceh after the merger. The focus of this research includes evaluating the regulations governing BSI's operations, particularly the Aceh Qanun on Sharia Financial Institutions (LKS), which mandates financial institutions to operate according to Sharia principles. The study also assesses BSI's financial performance post-merger, focusing on asset growth, microfinance for SMEs, as well as the efficiency in managing financing and assets reflected in the decrease of Non-Performing Financing (NPF) and the increase in Return on Assets (ROA). Additionally, BSI’s digital innovations, such as e-banking services and the BYOND by BSI app, have improved accessibility and convenience for customers, particularly the younger generation. The study also identifies the challenges and prospects for BSI in maintaining public trust and expanding services in an increasingly competitive market. The findings indicate that regulation, solid financial performance, and technological innovation play a crucial role in strengthening BSI’s presence and supporting local economic growth in Aceh.
THE EFFECT OF DISTRIBUTION OF UMKM FINANCING BY BPRS RAHMA HIJRAH AGUNG ON THE GROWTH OF THE UMKM INDUSTRY AND EMPLOYMENT IN LHOKSEUMAWE CITY Aulannisa Syuda; Teuku Zulkarnain; Ahmad Fauzan
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v4i5.2020

Abstract

Small Micro and Medium Enterprises (UMKM) have a role as one of the tools for community empowerment to optimize agricultural products, especially small or rural communities. Processing carried out by UMKM is able to add economic value and benefits to the community and its region. The purpose of the study is to determine the effect of the distribution of BPRS Rahma Hijrah Agung funds on the growth of UMKM and labor absorption in the city of Lhokseumawe. The method used in this study is a quantitative method. The source of data collection uses publication data from the Central Statistics Agency and data on the distribution of UMKM funds sourced from BPRS Rahma Hijrah Agung. The variables in the scope of this study use time series data, consisting of independent and dependent variables. The focus of the research observation is on data on fund distribution (X) as well as UMKM growth (Y1) and labor absorption (Y2). The data analysis technique uses simple linear regression analysis, previously a classical assumption test was carried out. The results of the t-test show that the distribution of UMKM funds at BPRS Rahma Hijrah Agung has a direct and significant effect on the growth of UMKM and the absorption of labor in Lhokseumawe City.
PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DI UPTD PPA KABUPATEN ACEH UTARA SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Anis Farhana; Mutia Rahmi; Nasya Nabila; Zuhra Ulvina; Teuku Zulkarnain
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3525

Abstract

Transparent, accountable, and effective financial management is a key factor in supporting the success of women’s empowerment programs at the regional level. Transparency and accountability in financial governance function not only as administrative control instruments, but also as a manifestation of public institutions’ responsibility to the community and stakeholders. In this context, the Technical Implementation Unit for Women’s and Children’s Protection (UPTD PPA) of Aceh Utara Regency holds a strategic role as an implementing agency under the Department of Social Affairs, Women’s Empowerment, and Child Protection, tasked with providing protection services, assistance, and empowerment for women and children experiencing violence or other social issues. This research aims to analyze the current condition of financial management at UPTD PPA Aceh Utara, identify various challenges and obstacles encountered in its implementation, and formulate institutional capacity-strengthening strategies that can improve the effectiveness, efficiency, and accountability of financial management in supporting women’s empowerment programs. The study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document review of planning and financial reporting documents. The findings indicate that, in general, UPTD PPA Aceh Utara has implemented financial management in accordance with existing regulations and administrative guidelines, including planning, administration, and financial reporting mechanisms that follow the regional financial system. However, the research also identifies several issues affecting the effectiveness and accountability of financial management, including limited human resource (HR) capacity in the financial sector, weak internal monitoring and evaluation systems, and suboptimal transparency of financial information to the public and relevant stakeholders. Additionally, the study finds that budget constraints and high workloads have hindered the optimal implementation of women’s empowerment activities. Another influencing factor is the limited training and technical assistance provided to UPTD staff regarding performance-based and gender-responsive financial management. Therefore, strengthening institutional capacity is necessary through enhancing HR competencies, developing digital-based financial reporting systems, and applying more participatory, transparent, and results-oriented financial governance principles.The results of this study are expected to provide both practical and academic contributions for local governments in formulating policies to improve the financial governance of UPTD PPA, thereby strengthening the institution’s role in supporting sustainable, inclusive, and gender-equitable women’s empowerment programs. Pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan efektif merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan perempuan di tingkat daerah. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian administrasi, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab lembaga publik terhadap masyarakat dan pemangku kepentingan. Dalam konteks tersebut, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Aceh Utara memiliki peran strategis sebagai lembaga pelaksana teknis di bawah Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang bertugas memberikan layanan perlindungan, pendampingan, serta pemberdayaan bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan atau permasalahan sosial lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual pengelolaan keuangan di UPTD PPA Kabupaten Aceh Utara, mengidentifikasi berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan strategi penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan dalam mendukung program pemberdayaan perempuan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap berbagai dokumen perencanaan dan pelaporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum UPTD PPA Kabupaten Aceh Utara telah melaksanakan pengelolaan keuangan sesuai dengan ketentuan regulasi dan pedoman administrasi yang berlaku, termasuk mekanisme perencanaan, penatausahaan, dan pelaporan keuangan yang mengikuti sistem keuangan daerah. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah permasalahan yang memengaruhi efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan, di antaranya keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang keuangan, lemahnya sistem monitoring dan evaluasi internal, serta belum optimalnya keterbukaan informasi keuangan kepada publik dan pihak-pihak terkait. Selain itu, penelitian menemukan bahwa keterbatasan anggaran dan beban kerja yang tinggi menyebabkan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perempuan belum sepenuhnya berjalan optimal. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah minimnya pelatihan dan pendampingan teknis bagi aparatur UPTD terkait pengelolaan keuangan berbasis kinerja dan responsif gender. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kapasitas kelembagaan melalui peningkatan kompetensi SDM, pengembangan sistem pelaporan keuangan berbasis digital, serta penerapan prinsip tata kelola keuangan yang lebih partisipatif, transparan, dan berorientasi pada hasil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan akademis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan tata kelola keuangan UPTD PPA, sehingga dapat memperkuat peran lembaga ini dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan gender.
Dampak Bantuan Pangan Non Tunai Terhadap Kesejahteraan Dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Miskin Indonesia Rini Triana; Mahdalena Mahdalena; Teuku Zulkarnain; Ulviana Ulviana; Winda Agustia
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 8, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v8i2.3498

Abstract

Studi ini menganalisis Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Indonesia dan dampaknya terhadap kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga miskin. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan menganalisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode 2019–2023—mencakup tingkat kemiskinan, indeks ketahanan pangan, dan inflasi—yang dilengkapi dengan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPNT berkontribusi pada peningkatan akses terhadap makanan bergizi dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga, membantu keluarga miskin menghadapi guncangan seperti pandemi dan fluktuasi harga. Secara spesifik, tingkat kemiskinan menurun dari 10,19% pada 2020 menjadi 9,36% pada 2023, sementara indeks ketahanan pangan meningkat dari 60,6 menjadi 64,5. BPNT efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan, meskipun prosedur administratif dan penargetan perlu ditingkatkan. Rekomendasi kebijakan meliputi penyederhanaan administrasi, perbaikan penargetan penerima manfaat, dan penguatan pemantauan untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas program. Rekomendasi menekankan keterlibatan komunitas, peningkatan kapasitas pedagang, dan evaluasi independen berkala.