Studi ini menganalisis Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Indonesia dan dampaknya terhadap kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga miskin. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan menganalisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk periode 2019–2023—mencakup tingkat kemiskinan, indeks ketahanan pangan, dan inflasi—yang dilengkapi dengan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPNT berkontribusi pada peningkatan akses terhadap makanan bergizi dan meringankan beban pengeluaran rumah tangga, membantu keluarga miskin menghadapi guncangan seperti pandemi dan fluktuasi harga. Secara spesifik, tingkat kemiskinan menurun dari 10,19% pada 2020 menjadi 9,36% pada 2023, sementara indeks ketahanan pangan meningkat dari 60,6 menjadi 64,5. BPNT efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan, meskipun prosedur administratif dan penargetan perlu ditingkatkan. Rekomendasi kebijakan meliputi penyederhanaan administrasi, perbaikan penargetan penerima manfaat, dan penguatan pemantauan untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas program. Rekomendasi menekankan keterlibatan komunitas, peningkatan kapasitas pedagang, dan evaluasi independen berkala.
Copyrights © 2025