Partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah merupakan salah satu indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan yang inklusif. Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio TopFM Kabupaten Brebes berperan sebagai media komunikasi strategis dalam mendorong keterlibatan masyarakat.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalampembangunan daerah melalui pemanfaatan media media Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL)Radio Top FM dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Brebes dalam mendorongpartisipasi masyarakat. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Brebes karena mempunyai keunikansebagai pemerintah daerah yang mengoptimalkan partisipasi masyarakat melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Top FM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakatdalam pembangunan daerah melalui media LPPL Radio Top FM masih rendah. Program siaranTalk Show yang dirancang sebagai wadah atau media ruang publik bagi pendengar untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan berdiskusi tentang permasalahan pembangunan belum berjalan dengan baik. Adapun alasannya adalah masih adanya pemahaman pendengar yang memposisikanradio sebatas media hiburan dan tema atau topik tidak menjadi prioritas kebutuhan masyarakat.Selain itu, strategi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Brebes dalam mendorong partisipasimasyarakat adalah dengan pemanfaatan strategi program siaran, melakukan segmentasi khalayak, dan memanfaatkan media sosial