Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembangunan Daerah dan Media Lokal: Peran Strategis Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Top FM Kabupaten Brebes Herdiana, Aan; Yusuf, Rifqi Itsnaini; Heriyanto, Yusuf
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah merupakan salah satu indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan yang inklusif. Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio TopFM Kabupaten Brebes berperan sebagai media komunikasi strategis dalam mendorong keterlibatan masyarakat.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalampembangunan daerah melalui pemanfaatan media media Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL)Radio Top FM dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Brebes dalam mendorongpartisipasi masyarakat. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Brebes karena mempunyai keunikansebagai pemerintah daerah yang mengoptimalkan partisipasi masyarakat melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Top FM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakatdalam pembangunan daerah melalui media LPPL Radio Top FM masih rendah. Program siaranTalk Show yang dirancang sebagai wadah atau media ruang publik bagi pendengar untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan berdiskusi tentang permasalahan pembangunan belum berjalan dengan baik. Adapun alasannya adalah masih adanya pemahaman pendengar yang memposisikanradio sebatas media hiburan dan tema atau topik tidak menjadi prioritas kebutuhan masyarakat.Selain itu, strategi yang dilakukan pemerintah Kabupaten Brebes dalam mendorong partisipasimasyarakat adalah dengan pemanfaatan strategi program siaran, melakukan segmentasi khalayak, dan memanfaatkan media sosial
Fenomena Cyberbullying pada Kalangan Mahasiswa Wahyuningrum, Sri Subekti; Rohmawati, Lutfi; Mustaqim, Wiwit; Qalban, Anas Azhimi; Heriyanto, Yusuf
Assertive: Islamic Counseling Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Assertive: Islamic Counseling Journal | Januari-Juni 2023
Publisher : Da'wah Faculty of UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/j.assertive.v2i01.8296

Abstract

Cyberbullying can be caused by a variety of complex factors. Interpersonal conflicts, disagreements, or differences of opinion can trigger cyberbullying. Lack of awareness about the negative impacts of cyberbullying and lack of knowledge about digital ethics can also be contributing factors. This research is intended to determine descriptively the phenomenon of cyberbullying among students. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Participants in this research were students from the Purwokerto area with an age range of 18 - 23 years, using a questionnaire as an initial assessment and followed by in-depth interviews via the Internet or face-to-face. 60 participants took part in this research. Data collection used questionnaires, in-depth interviews, and searches for related literature. The results of this research show that of the 60 respondents there were 34% were victims of cyberbullying behavior and 66% of Purwokerto area students had seen this behavior while social networking on the internet. Forms of bullying or cyberbullying experienced by students in the Purwokerto area include verbal in the form of bad comments such as body shaming, ridicule aimed at themselves or their parents, insults, social harassment, or harassment via the internet. Cyberbullying dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks. Konflik interpersonal, ketidaksepahaman, atau perbedaan pendapat dapat memicu terjadinya cyberbullying. Kurangnya kesadaran tentang dampak buruk cyberbullying dan kurangnya pengetahuan tentang etika digital juga dapat menjadi faktor penyebabnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui secara deskriptif mengenai fenomena cyberbullying di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Partisipan penelitian ini merupakan mahasiswa daerah Purwokerto dengan rentang usia 18 - 23 tahun, menggunakan kuesioner sebagai penjajakan awal dan dilanjutkan wawancara mendalam melalui internet ataupun face to face. Terdapat 60 partisipan yang turut serta dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan pencarian literatur yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 60 responden ada 34% korban perilaku cyberbullying dan 66% mahasiswa daerah Purwokerto pernah melihat perilaku tersebut saat berjejaring sosial di internet. Bentuk perundungan atau cyberbullying yang dialami mahasiswa daerah Purwokerto diantaranya secara verbal berupa komentar buruk seperti body shamming, ejekan yang ditujukan untuk dirinya atau orang tua, hinaan, social harassment atau pelecehan melalui internet.
Penerapan Inovasi Pembelajaran Melalui Teknologi Informasi Berbasis Komunitas Santri di Pondok Pesantren Takfidzul Qur’an Ibnu Mas’ud Purbalingga Heriyanto, Yusuf; Mukaromah, Iif Alfiatul; Muji, Atipa
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknologi informasi di Pondok Pesantren TahfidzulQur'an Ibnu Mas'ud, Purbalingga, yang mengombinasikan metode tradisional denganpendekatan modern untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran dan administrasi. Denganmenggunakan metode kualitatif dan teori Difusi Inovasi dari Rogers, data dikumpulkan melaluiobservasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaanLearning Management System (LMS) dan aplikasi administrasi berbasis web telah memfasilitasipengelolaan data dan akses pembelajaran. administrator dan siswa mengakui dampak positifdari teknologi ini. Namun, keterbatasan infrastruktur dan literasi digital tetap menjadi tantangan.Rekomendasi meliputi kolaborasi dan pelatihan teknologi untuk para guru agar pesantren lebihadaptif terhadap tuntutan pendidikan modern.
Strategi Public Relations dalam Membangun Citra Pemerintah: Studi Kasus BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas Amalia, Aufa; Heriyanto, Yusuf
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2272

Abstract

Public Relations (PR) memiliki peran krusial dalam lembaga pemerintahan, terutama dalam menentukan kelayakan informasi yang disampaikan kepada publik serta membangun citra positif pemerintahan. PR tidak hanya bertanggung jawab atas transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi internal dan eksternal. Penelitian ini berfokus pada strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode wawancara mendalam dan tselaah literatur. Analisis dilakukan berdasarkan konsep strategi PR yang terdiri dari publications (publikasi dan dokumentasi), events (acara), dan news (pesan/berita), serta menggunakan Teori Citra (Image Theory) oleh Frank Jefkins, yang menekankan pentingnya membangun kesan dan impresi yang sesuai dengan realitas, Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PR yang diterapkan oleh BAPPEDALITBANG telah berjalan dengan baik, terutama dalam meningkatkan transparansi informasi dan keterlibatan masyarakat. Namun, tingkat efektivitas dari setiap strategi bervariasi, dengan beberapa kegiatan yang membutuhkan optimalisasi lebih lanjut agar dampaknya lebih signifikan. Dengan demikian, peran PR dalam lembaga pemerintah tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga pada pembentukan citra yang kredibel dan berkelanjutan, guna meningkatkan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.