Taslim Saputra, Andi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNOLOGI BARUGA TOPE LE'LENG BERBASIS WISATA EKOBUDAYA MIX REALITY UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI DAN PEMASARAN SARUNG TENUN DI DESA TANAH TOWA Taslim Saputra, Andi; Muhammad, Aco; Azzahra, Mirza; Safitri, Kiki Rizkiyah; Liku Lola, Nova
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i2.65844

Abstract

Desa Tanah Towa merupakan salah satu wilayah yang terletak di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Kondisi iklim di Desa Tanah Towa kurang lebih sama dengan wilayah pada umumnya, yakni beriklim kemarau dan penghujan. Hampir sama dengan daerah disekitarnya, wilayah ini didominasi oleh pegunungan, sungai dan daratan yang masih subur yang berkorelasi dengan Artefak kebudayaan dan Tope Le’leng sarung khas sekaligus menjadi lifestyle daerah ini yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi bagian yang populer untuk siapapun di kehidupan. Namun, dibalik potensi yang ada, kondisi kehidupan dan perekonomian masyarakat belum bisa dikatakan sejahtera dikarenakan kurangnya pemahaman, pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mengelola potensi budaya dan sekitar yang sangat memungkinkan untuk dijadikan tempat yang berorientasi wisata ekobudaya.  Merespon permasalahan yang diuraikan di atas, kami menghadirkan solusi dengan mempertimbangkan berbagai potensi yang ada sebagai solusi dan usaha menuntaskan berbagai permasalahan yang ada di Desa Tanah Towa melalui kegiatan PPK Ormawa yang menghadirkan solusi melalui Teknologi Baruga Tope Le’leng. Adapun tujuan dari keikutsertaan pada pelaksanaan kegiatan PPK Ormawa ini diantaranya yaitu: Untuk menciptakan semangat berbudaya dan berwirausaha khususnya produksi Tope’ Le’leng bagi masyarakat Desa Tanah Towa, dalam menumbuhkan produktivitas kerja untuk masyarakat, untuk mengatasi masyarakat yang tidak melek digital dan masih minim pengetahuan tentang sarung tenun di Desa Tanah Towa, serta bertujuan menghubungkan realitas-digitalisasi-ekobudaya dengan teknologi sistem yang menghadirkan inovasi ruang pengetahuan dan industri berbasis mixed media antara realitas dan digitalisasi pada produksi dan pemasaran untuk mendukung ekobudaya. Metode pelaksanaan yang digunakan pada program ini diantaranya Sosialisasi Sadar Budaya kepada masyarakat, pembuatan Teknologi Baruga Tope Le'leng Berbasis Ekobudaya Mix Reality Untuk Mendukung Produksi dan Pemasaran Sarung Tenun di Desa Tanah Towa, pembentukan kelompok kader budaya, tour Mixed Reality berbasis ekowisata dan Temu Budaya.  
TARI BUAI-BUAI DI SANGGAR BUJANG SAIYO KABUPATEN PESISIR SELATAN: TINJAUAN TEKS DAN KONTEKS Rianti, Muthia; Arisyi, Dani Fajrul; Taslim Saputra, Andi
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.76915

Abstract

Di Kabupaten Pesisir Selatan masih ada beberapa sanggar yang melestarikan tari Buai-Buai, salah satunya sanggar Bujang Saiyo yang dipimpin oleh Gusman beralamat di Nagari Laban Salido Kecamatan IV Jurai, Painan, Pesisir Selatan. Tari Buai-Buai di Pesisir Selatan dikenal dengan tari Buai- Buai Duduak. Tari ini sudah ada di Pesisir Selatan semenjak tahun 1960-an, yang menceritakan kisah kerajaan Indropuro yang berada di Pesisir Selatan. Gerak tari ini bersumber dari gerak Silek yang karakter geraknya tidak memiliki pola yang sistematis. Ragam gerak yang dimiliki tari Buai-Buai ini ada 12 yaitu, Gerak Sambah, Duduak, Sentak, Ayun Lakang, Ayun Sampiang, Tagak Manyimpia, Tapuak Hantak, Lenggang Karaia, Jinjiang Bantai, Bakatiek, Marantang, dan Sambah Panutuik. Tari ini tidak banyak menggunakan pola lantai dan juga tidak menggunakan tata rias karena tari ini masi termasuk kepada tari tradisional. Untuk alat music yang digunakan juga sederhana yaitu, Adok dan juga dendang. Untuk pakaiannya hanya menggunakan pakaian Silat pada umumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pradigma kualitatif dengan metode deskriptif analisis dengan menggunakan Etnokoreologi sebagai pisau bedah dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, studi Pustaka, wawancara, dan dokumentasi.