Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita 24-59 Bulan Rozalina, Indah; Mardiyah, Sarah; Wandini, Kartika; Dwiyana, Parlin
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.122-134

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang mulai dari kesakitan hingga kematian, dan berdampak pada kerugian perekonomian negara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak 24-59 bulan di wilayah Kelurahan Sawangan Baru Kecamatan Sawangan Kota Depok tahun 2023. Rancangan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling dan consecutive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 128 balita. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian MP-ASI dan asupan protein dengan kejadian stunting (p-value 0,05). Namun tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat penyakit infeksi, dan usia ibu saat hamil dengan stunting. Diharapkan kepada ibu hamil dan ibu balita dapat aktif datang ke posyandu dan mengikuti kegiatan-kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan mampu melakukan perubahan perilaku untuk mengoptimalkan status gizi balitanyaKata Kunci: ASI eksklusif, balita, MP-ASI, Stunting
Pengembangan Dawet Instan Berbasis Serbuk Daun Kelor Sebagai Makanan Selingan Bebas Lemak dan Gula Athennia, Armita; Dwijana, Parlin; Salsabila, Dhea Marliana; Wandini, Kartika
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.67-76

Abstract

Kebiasaan konsumsi makanan selingan dengan jumlah energi berlebih serta aktivitas fisik rendah berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Kecenderungan memilih makanan dengan kandungan lemak total dan gula yang tinggi diketahui menyebabkan asupan energi berlebih. Daun kelor telah diidentifikasi memiliki sifat fungsional dengan kandungan lemak dan gula yang rendah. Daun kelor yang dikeringkan menggunakan metode freeze drying dimanfaatkan dalam bentuk dawet instan sehingga  mempertahankan kualitas, memperpanjang masa simpan, dan memudahkan dalam persiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat gizi dan keamanan dawet instan berbasis daun kelor yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan penambahan serbuk daun kelor sebanyak 5%, 10%, dan 15%. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih dan kemudian dianalisis kandungan zat gizi dan cemaran mikroba. Hasil menunjukkan penambahan sebanyak 10% meningkatkan daya terima dan aman dikonsumsi dengan kandungan energi total 50,38 kkal/100g, karbohidrat 10,56 g/100g, lemak total 0,30 g/100g, protein 1,36 g/100g, air 87,32 g/100g, dan abu 0,46 g/100g tanpa kandungan gula. Sesuai dengan manajemen penurunan berat badan, produk dapat menjadi  makanan selingan praktis antiobesitas yang bebas lemak dan gula.Kata Kunci: daun kelor, dawet instan, makanan selingan, obesitas
The relationship between stress, emotional eating, and nutritional status in adolescents Mardiyah, Sarah; Wandini, Kartika; Dwiyana, Parlin
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 4, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(4).252-261

Abstract

ABSTRACTBackground: The prevalence of overnutrition among adolescents in Indonesia has significantly increased from 7.3% in 2013 to 13.5% in 2018. Overnutrition at this age can increase the risk of obesity and other degenerative diseases in adulthood. Stress and eating behavior are two factors that might impact nutritional status in adolescents. Stress can trigger unhealthy eating behaviors, such as increased consumption of fast food, sugary foods and drinks, or even loss of appetite. Stress can also lead to emotional eating behavior, which is the urge to eat as a coping method when facing stress or negative pressure, and has been link to a higher BMI.Objectives: This study aims to identify the relationship between stress, emotional eating, and the nutritional status of high school students at SMA 2 Cileungsi Bogor Regency.Methods: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. Data collection was conducted in September 2023 at SMA 2 Cileungsi Bogor Regency. Data were collected using research instruments, including the Adolescent Stress Questionnaire – Shortened Version (ASQ-S) to determine stress data, the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) to determine emotional eating data, anthropometric measurements to determine the nutritional status of the respondents, and the Food Frequency Questionnaire (FFQ) to assess the frequency of respondents' consumption of various foods. This study involved 262 respondents obtained using Cluster Random Sampling technique. Results: The results showed that most of respondents in this study had normal nutritional status, accounting for 66.0%, while 8.4% were undernourished and 25.6% were overnourished. Respondents categorized as stressed were 51.9%, while the remaining 48.1% were adaptive. It was found that 54.6% of respondents fell in to the category of emotional eating, while 45.4% did not exhibit emotional eating behaviour. Based on bivariate analysis, a significant relationship was found between stress and nutritional status (p-value=0.013). There was no significant relationship between emotional eating and nutritional status (p-value=0.647).Conclusions: Stress has been shown to be significantly associated with nutritional status. KEYWORD: Nutritional status; stress; emotional eating; adolescents