Agnes Fransiska Dewi
Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Use of Virtual Reality (VR) as a Learning Media to Improve the Virtual Tour Experience in the Sharia Tourism Study Programme Agnes Fransiska Dewi; Andi Nurindah Sari; Muhammad Shaleh Assingkily
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 3 No 3 (2024): September Edition: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and No
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v3i3.264

Abstract

Various findings and utilisation of virtual reality (VR) technology are clear evidence of the existence of technology as a digital era learning media. However, the use of VR in the world of tourism is considered irrelevant because tourism must be a direct visit. This research aims to improve the virtual tour experience in sharia tourism study programme students using VR. This is based on cost efficiency, time constraints, permits, security and others if the tour is a direct visit. To obtain data, qualitative research with descriptive study methods is used. Various phenomena in the field will be collected through interviews, observations, and documentation studies. Finally, the data is analysed using data reduction, data display, and conclusion drawing, and tested for validity through data triangulation. This research shows that VR in tourism has a significant positive impact, especially in the context of education and enhancing the virtual tour experience and preparing students to face the demands of the modern tourism industry in the era of society 5.0, as well as supporting the steps of study programmes and faculties in adopting the latest educational technology as well as a reference for lecturers for technological developments relevant to study programmes, especially the Sharia Tourism Study Program.
Nilai Filosofis dan Sosio-Kultural dalam Tradisi “Mapatettong Bola”: Suatu Pendekatan Etnopedagogi Sari, Andi Nurindah; Nur, Fakhriyah; Rizkyanti, Rizkyanti; Kuswanto, Riyan Terna; Dewi, Agnes Fransiska; Hoeruman, Moh Restu; Subha, Rahman
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v4i3.510

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai filosofis dan sosio-kultural pada tradisi Mapatettong Bola melalui pendekatan etnopedagogi, serta mengeksplorasi potensi integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam sistem pendidikan formal. Metode kualitatif diterapkan dengan pendekatan etnopedagogi yang mendalam memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih analitis dan komperhensif tentang nilai tradisi tersebut dalam konteks kehidupan masyarakat Bugis. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif, yang melibatkan tokoh agama dan anggota masyarakat. Temuan kami mengungkapkan bahwa tradisi Mappatettong Bola memiliki nilai filosofis yang mendalam dan erat kaitannya dengan nilai religius, seperti penyucian fisik dan spiritual, keseimbangan spiritual dan moral, dan doa sebagai perlindungan dari hal-hal negatif dalam kehidupan masyarakat Bugis.  Sementara, temuan kami nilai sosio-kultural yang diadopsi dari tradisi ini, yaitu gotong royong sebagai inti kehidupan sosial, membangun solidaritas masyarakat, pelestarian tradisi, bentuk penghormatan terhadap leluhur, menumbuhkan kerja sama dan semangat gotong royong di dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi tradisi tradisional Mapatettong Bola, sebagai sumber pembelajaran etnopedagogi yang relevan dalam konteks pendidikan modern di Indonesia. Penelitian ini memperkuat argumen bahwa pendekatan berbasis budaya dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian mereka terhadap nilai-nilai lokal. Kontribusi dari temuan ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan kurikulum yang lebih inklusif dan relevan dengan budaya lokal. Selain itu, penelitian ini berpotensi mendorong diskusi lebih lanjut tentang pentingnya melestarikan tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal di kalangan generasi muda.
Transformasi Pendidikan Agama Islam Menuju Era Digital dan Artificial Intelligence Hoeruman, Moh Restu; Terna Kuswanto, Riyan; Subha, Rahman; Fransiska Dewi, Agnes; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 7 No 2 (2024): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v7i2.28200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan strategi integrasi AI dalam pendidikan agama Islam yang tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan substansi ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur klasik maupun kontemporer terkait perubahan pendekatan, media, dan strategi pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan AI dalam pendidikan agama Islam memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. AI mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif, menyesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan gaya belajar generasi digital yang saat ini sangat terbiasa dengan teknologi. Selain itu, integrasi teknologi ini tidak hanya mempermudah akses dan penyampaian materi, tetapi juga berpotensi memperkuat pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik secara menyeluruh, sehingga pendidikan agama tidak kehilangan nilai-nilai dasarnya meskipun berada di era modern. (2) Transformasi AI menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait kesiapan infrastruktur teknologi yang belum merata di banyak lembaga pendidikan Islam, khususnya di daerah-daerah yang kurang berkembang, Kompetensi dan kemampuan pendidik dalam mengoperasikan serta memanfaatkan teknologi AI juga masih terbatas sehingga perlu adanya pelatihan dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Selain itu, aspek etika dalam penggunaan AI menjadi hal yang sangat krusial, mengingat potensi munculnya bias algoritmik yang dapat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan kebaikan dalam Islam. (3) Dalam mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan strategi implementasi yang meliputi kolaborasi antara ulama dan ahli teknologi, penguatan infrastruktur dan literasi digital, pengembangan kurikulum hybrid yang menggabungkan metode tradisional dan teknologi, penyusunan kebijakan regulasi yang etis, serta pendekatan dialogis dan bertahap untuk membangun kepercayaan dan penerimaan masyarakat.
Internalizing the Value of Religious Moderation for Generation Z in Facing the Challenges of Plurality Moh Restu Hoeruman; Achmad Fadil; Agnes Fransiska Dewi; Nurul Fauziah; Khoirunnisa Khoirunnisa; Andi Nurindah Sari; Mustapa Ahmad
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 4 No 4 (2025): December: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and Nonformal E
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v4i4.475

Abstract

Generation Z lives in a social space characterized by openness of information, cross-cultural interactions, and high intensity of digital media use. These conditions present both opportunities and challenges, especially in relation to their ability to respond to religious, cultural, and identity plurality. This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation values among Generation Z and effective strategies that can be applied in the context of education, particularly Islamic Religious Education. The research method used is a descriptive qualitative approach through literature study and limited interviews with students to explore perceptions, attitudes, and practices of religious moderation. The results of the study indicate that the internalization of religious moderation values can be optimized through three aspects: strengthening digital religious literacy, collaborative learning that emphasizes dialogue across differences, and the exemplary role of educators in applying the principles of tawassuth, tasamuh, tawazun, and i'tidal. The conclusion of this study confirms that religious moderation is an important competency for Generation Z in building inclusive attitudes and adaptive abilities to face socio-religious diversity in the contemporary era.
Integrating Local Wisdom into Child-Friendly Education: A Gender-Responsive Approach to Achieving SDG 4 and SDG 5 in Indonesian Context Nurul Fauziah; Nadlifah Nadlifah; Agnes Fransiska Dewi; Yeni Wulandari
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 4 No 3 (2025): December: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v4i3.438

Abstract

Previous research indicates that globalization threatens the preservation of local wisdom in early childhood education, yet studies examining the integration of local wisdom through gender-responsive child-friendly approaches remain limited. This study aims to analyze forms of local wisdom revitalization through child-friendly education at Kindergarten Level. A qualitative method was employed using in-depth interviews and participatory observation of learning activities based on local values. The findings identified three main revitalization strategies: traditional clothing usage during cultural commemorations, market days for introducing traditional foods, and habituation of local language in daily communication. Activities were designed following child-friendly education principles that respect students' potential, interests, and comfort without gender bias. Results demonstrate that this approach effectively fosters love for local culture while strengthening inclusive character formation from early age. The research implications offer an innovative model for integrating local wisdom into early childhood curriculum that is responsive to children's developmental needs and gender equality, contributing to SDG 4 and SDG 5 achievement through sustainable culture-based education.