Reyriski, Nanda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Pendampingan Agroeduwisata Sebagai Upaya Preventif Dan Represif Terhadap Penyalahgunaan Narkotika Di Desa Pekan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Purba, Nelvitia; Saragih, Alkausar; Dibisono, Muhammad Yusub; Reyriski, Nanda; Salsabila, Nurhikmatus
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3795

Abstract

Pendampingan Agroeduwisata Sebagai Upaya Preventif Dan Represif Terhadap Penyalahgunaan Narkotika Di Desa Pekan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok budidaya ikan GULE Jaya terkait 3 aspek permasalahan yang dihadapi yaitu : 1. permasalahan penyalahgunaan narkotika yang tinggi , 2. pemasalahan manajemen bibit tanaman hortikultura dan 3. permasalahan budidaya ikan. Program ini dilaksanakan di Desa Pekan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai, dimana pada kagiatan agroeduwisata di fokuskan pada dua kegiatan yaitu budidaya ikan dan budidaya tanaman melalui pembibitan tanaman hortikultara. Oleh karena kegiatan budidaya ikan telah ada, maka focus kegiatan ada pengembangan manajemen usaha produk bibit tanaman hortikultura. dan budidaya ikan lele,nila, gurami dan ikan bawal . Diharapkan kegiatan ini menjadi solusi preventif dan refresif bagi penyalahgunaan narkotika dan motor penggerak ekonomi Desa Pekan Tanjung Beringin. Serdang Bedagai sebagai model usaha agroeduwisata ekonomi kreatif produk khas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah metode penyambungan bibit tanaman yang masih tradisional dengan menggunakan pisau cutter sebagai alat pemotong batang bawah dan batang atas sehingga memerlukan waktu yang lama dan resiko keberhasilan penyambungann bibit tanaman yang tinggi serta jumlah bibit sambung per harinya terbatas tergantung kepada keahlian orang yang menyambungnya. Di samping itu pemasaran bibit dan juga ikan sebagai focus kegiatan agroeduwisata belum tersosialisasi secara lokal dan nasional sehingga belum menunjukkan peningkatan pendapatan bagi kelompok tersebut. Selain itu, pencatatan keuangan usaha belum dilakukan dengan baik, sehingga pengelolaan keuangan kurang optimal.
Relevansi Teori Kriminologi Klasik dalam Mengungkap Kejahatan Modern dan Kriminologi Siber Ilvira, Muhsin Lambok; Reyriski, Nanda
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 3 (2026): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), Februari
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i3.3015

Abstract

This article or writing aims to examine the relevance of classical criminology theory in uncovering the phenomenon of modern crime, including cybercrime which is increasingly rampant. The problem is focused on How classical criminology theory can uncover the characteristics of cybercrime which is transnational, anonymous, and technology-based, and How is the relevance of classical criminology theory in explaining the motives, behavior, and dynamics of Modern Crime, Including the forms of crime that are developing in the digital era?, To approach this problem, the theoretical references from Cesare Beccaria and Jeremy Bentham are used, which emphasize that people commit crimes because they calculate profit and loss (hedonism). Data were collected through library research, by reviewing various theoretical references and relevant research results. This study concludes that classical criminology theory still has an important role in uncovering modern crime, even though the world of crime has undergone significant changes due to the development of digital technology. The basic principles of classical theory such as rationality, free will, and consideration of profit and loss remain relevant to explain the motives and behavior of modern criminals, so that the concept of deterrence is still an applicable approach and the anonymous, cross-border, and highly dependent digital characteristics of technological capabilities make classical theory need to be adapted to suit the current criminal context.