Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kurva Produksi dengan Dua Faktor Produksi Berubah: Pendekatan Analitis dan Grafis Matondang, Khairani Alawiyah; Hadiwinata, Putra; Polem, Sri Elfani Aulia; Sirait, Syauqiyah Ramadani Asfa
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 5 (2024): December
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14531054

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis kurva produksi dengan mempertimbangkan dua faktor produksi yang berubah, yaitu tenaga kerja dan modal. Pendekatan analitis dan grafis digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara input dan output dalam kurva produksi. Dengan mengacu pada data dan statistik terkini, penelitian ini juga memberikan contoh kasus yang relevan untuk mendukung analisis yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dalam dua faktor produksi dapat memengaruhi efisiensi dan produktivitas secara signifikan.
Analisis Hukum Cryptocurrency dalam Perspektif Ekonomi Islam: Tinjauan terhadap Prinsip Syariah Dalimunthe, Thalita Zahraini; Yapardi, Cantika Olivia; Azzahra, Najwa; Sirait, Syauqiyah Ramadani Asfa; Nafisa, Kafka; Hasibuan, Rahma Rizkina; Lubis, Ramadhan Saleh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37273

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan aset digital berupa cryptocurrency yang memicu perdebatan signifikan di kalangan fukaha dan ekonom Islam global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan hukum cryptocurrency sebagai mata uang maupun aset investasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan menguji instrumen kripto terhadap elemen-elemen larangan dalam ekonomi Islam, yaitu gharar (ketidakpastian), maysir (perjudian), dan riba. Hasil penelitian menunjukkan adanya urgensi pemisahan antara teknologi blockchain yang bersifat maslahat dengan aset kriptonya itu sendiri. Dari kacamata syariah, cryptocurrency dipandang memiliki risiko tinggi karena volatilitas ekstrem yang mendekati sifat spekulatif (maysir). Selain itu, ketiadaan underlying asset dan otoritas pelindung (bank sentral) menyebabkan aset ini belum sepenuhnya memenuhi syarat sebagai malah (harta) yang bernilai mutlak dalam fikih muamalah. Namun, jika digunakan sebagai instrumen teknologi transfer tanpa unsur spekulasi, beberapa pandangan kontemporer mulai melihat potensi kegunaannya. Penulis menyimpulkan bahwa hingga saat ini, mayoritas ulama cenderung menetapkan status makruh hingga haram untuk penggunaan retail karena mudaratnya yang lebih besar daripada manfaatnya dalam menjaga stabilitas ekonomi umat.