Kawasan Perdesaan Kanigara merupakan salah satu kawasan perdesaan yang dikembangkan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kawasan ini memiliki posisi strategis karena dilalui oleh jalur penghubung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur-Dieng dan sekaligus jalur utama Kabupaten Purworejo-Kabupaten Wonosobo. Pada sebagian wilayahnya, Kawasan ini merupakan sabuk hijau Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener. Data RTRW Kabupaten Wonosobo menunjukkan bahwa lebih dari 75% lahan Kawasan Kanigara merupakan kebun campuran dengan komoditas terbanyak antara lain durian, kelapa, manggis, dan duku. Tumbuhnya peluang sektor pariwisata di Kabupaten Wonosobo dan adanya amanat RPJMD Kabupaten Wonosobo mendorong adanya peningkatan potensi lokal Kawasan Kanigara untuk mengembangkan pertanian dan agrowisata. Studi ini bertujuan menganalisis komoditas pertanian yang dianggap unggulan oleh masyarakat Kawasan Kanigara dalam mendorong potensi pengembangan pertanian dan agrowisata. Metode analisis yang digunakan yaitu perhitungan jumlah produksi komoditas pertanian dengan berdasarkan hasil survei lapangan dan wawancara yang didukung dengan analisis komparasi, nilai ekonomi menggunakan analisis produktivitas masing-masing komoditas pertanian, dan pengembangan agrowisata menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis perhitungan jumlah produksi komoditas pertanian menunjukkan bahwa durian memiliki luas panen dan jumlah produksi tertinggi dibandingkan komoditas lainnya. Kemudian dari analisis nilai ekonomi, duku dan durian pada tingkat petani memiliki nilai ekonomi yang paling tinggi. Namun demikian, empat komoditas utama di Kawasan Kanigara tersebut dapat dikembangkan seluruhnya melalui diversifikasi produk serta pengembangan agrowisata. Analisis agrowisata menggambarkan adanya potensi obyek wisata, amenitas, dan aksesibilitas Kawasan Kanigara yang dapat mendorong pengembangan agrowisata kawasan. Strategi pengembangan agrowisata Kawasan Kanigara diantaranya dapat dilakukan melalui diversifikasi atraksi wisata yang berbeda dengan agrowisata lain, peningkatan fasilitas pendukung agrowisata, branding dan pemasaran, serta peningkatan kapasitas SDM lokal.