Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of adherence, distress and quality of life for type 2 diabetes melitus patients In Puskesmas Wedarijaksa I and Puskesmas Trangkil Kabupaten Pati Perwitasari, Dyah Aryani; Urbayatun, Siti; Wilisa, Oni Yulianta
Pharmaciana Vol. 8 No. 2 (2018): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v8i2.10573

Abstract

Diabetes mellitus is chronic disease that needs the complex and a long term medical treatment. Patient adherence and level of distress can affect patient quality of life. The purposes of this study is to examine patients adherence, distress, and quality of life patients type 2 diabetes mellitus in Kabupaten Pati. This study used cross sectional design and data patients collection techniques were conducted prospective data. The subjects of research were patients with Type 2 diabetes amounted to 126 people. Instruments used in this research is Medication Adherence Respon Scale (MARS) questionnaire to measure patients adherence, Diabetes Distress Scale (DDS) to measure distress, and EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life. Data analysis statistic used Mann Whiney test, and linier regression. This study was dominated by female patients 78.6%. The mean age of DMT2 patients was 54.49 ± 6.19 years. The average value of adherence (MARS) was 21.33 ± 2.90 including in moderate adherence. The mean total of DDS score was 1,56±0,42 including not distress level and the highest is the emotional burden domain. The mean value of EQ5D5L index was 0.729 ± 0.161. The results showed a significant association (p <0.05) between patient characteristics age and duration of sick with adherence. There were significant association (p <0.05) between age to physician distress, gender with emotional, marital status with emotional and interpersonal distress, duration of sick to physician distress and management therapy distress. Marital status and income had significant relationship to quality of life. Emotional burden domain had significant relationship to quality of life. Multivariate analysis showed that the relationship of adherence and distress by the emotional burden to quality of life. This study concluded the significant relationship between adherence, distress and quality of life.
EFEKTIVITAS BIOINSEKTISIDA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP MORTALITAS KECOA AMERIKA (Periplenata americana) Rahmawati, Riana Putri; Etikasari, Ria; Setyaningrum, Intansari; Wilisa, Oni Yulianta; Andjarwati, Fitri Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioinsektisida alami merupakan upaya pemanfaatan tanaman herbal sebagai pestisida alami guna membasmi serangga atau hama yang merusak tanaman ataupun merugikan manusia, hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan pemanfaatan potensi flora alam yang banyak di temui di sekitar manusia. Tanaman di Indonesia banyak yang berkhasiat sebagai insektisida alami diantaranya bawang putih. Pemanfaatan bawang putih (Allium sativum) dapat digunakan sebagai bioinsektisida alami yang memiliki kandungan flavonoid dan zat alicin. Kecoa merupakan organisme yang seringkali mengganggu kenyamanan dengan meninggalkan bau yang tidak sedap, menyebarkan berbagai patogen penyakit, dan menimbulkan alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bioinsektisida ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap mortalitas kecoa amerika (Periplaneta americana). Penelitian eksperimental laboratorium dengan melakukan pembuatan bioinsektisida ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum) menggunakan metode maserasi. Ektrak kental yang didapat kemudian dibuat 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok konsentrasi 1%,5%,10%,20%,30%, kontrol positif pestisida merk “X” dan kontrol negatif dengan aquadestilata. Pengamatan dilakukan pada jam ke-1, 3, 6, 12, 24, 48 dan 72. Parameter yang diamati adalah jumlah mortalitisa kecoa. Hasil penelitian ini menunjukkan mortalitas tertinggi pada konsentrasi 30% sebanyak 83,33% yaitu dapat membunuh 15 kecoa dengan 3 kali replikasi dan mortalitas terendah pada konsentrasi 1% sebanyak 5,56 % dapat membunuh 1 kecoa dengan 3 kali replikasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka semakin tinggi angka kematiannya.