Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

CPOB 2024: Kunci Sukses Produksi Obat yang Aman dan Berkualitas Wibowo, Teguh Setiawan; Rahmawati, Riana Putri
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 04 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i04.2112

Abstract

Penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) 2024 menjadi faktor utama dalam memastikan produksi obat yang aman, bermutu, dan berkhasiat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelaku usaha di industri farmasi dalam mengimplementasikan standar terbaru CPOB 2024. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis, dan pendampingan teknis kepada peserta program profesi apoteker Universitas Muhammadiyah Kudus angkatan 11 dalam menerapkan prinsip-prinsip CPOB, mulai dari kontrol bahan baku, proses produksi, hingga pengawasan mutu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap regulasi dan penerapan CPOB, serta kesadaran akan pentingnya sistem dokumentasi dan pengendalian proses produksi untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pelaku industri farmasi dapat lebih siap dalam memenuhi standar regulasi serta meningkatkan daya saing produk obat bahan alam di pasar nasional maupun internasional.
Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi untuk Anak “Bunda Kenal Obat, Anak Sehat” Muslim, Ahmad Suriyadi; Rahmawati, Riana Putri; Kurniawati, Pratiwi; Malihatin, Putri Dewi; Setianingsih, Indah Wahyu
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Philanthropy, January 2025
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v3i1.249

Abstract

A child can be defined as a human being under the age of 18, including an unborn child. All aspects of a child's needs are heavily dependent on their parents, particularly their mother. This includes basic needs such as nutrition, affection during growth and development stages, and guidance on parenting, all of which are primarily provided by the mother. During the growth and development stages, children are vulnerable to various illnesses, including fever, cough, cold, diarrhea, itchiness, and rashes. As a result, mothers need to be able to provide self-medication or swamedikasi. This community service program aims to enhance the knowledge and understanding of mothers, specifically those of KB Aisyiah 1 Kudus, in providing self-medication for their children. The program consists of several stages, including obtaining permits, distributing pre-test questionnaires, presenting materials, and concluding with post-test questionnaires. The program's evaluation is based on the analysis of the pre-test and post-test questionnaires. The community service program lasted for approximately four days, with participants comprising mothers of KB Aisyiah 1 Kudus students. The prevalence of participants' ages ranged from 25-30 years, with most having more than one child and being housewives (seven participants). The program resulted in a significant increase in the average pre-test and post-test scores, with a 57.14% improvement. This indicates that the program has successfully enhanced the mothers' knowledge and understanding of self-medication.
Pola Pengobatan Pasien Hipertensi di Puskesmas X Kabupaten Kudus Muslim, Ahmad Suriyadi; Rahmawati, Riana Putri; Sugiarti, Retno; Sari, Fatika; Amalia, Linda
Jurnal Indonesia Sehat Vol. 3 No. 3 (2024): JURINSE: Desember 2024
Publisher : SAMODRA ILMU: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jurinse.v3i3.251

Abstract

Background: According to the WHO, hypertension is a degenerative disease suffered by the majority of the world's population. Meanwhile, in Indonesia itself, the number of people suffering from hypertension increased by 25.8%. If left untreated, hypertension can cause various other diseases such as stroke, heart attack, and diabetes mellitus. Method: This study aims to determine the treatment patterns of hypertensive patients at Puskesmas Rejosari, Kudus Regency. This type of research is a non-experimental descriptive study using a retrospective approach with patient data from July to September 2024. Research Results: The results of the study show that the prevalence of anti-hypertensive medication use in the CCBs group with amlodipine was 50%, the ACE Inhibitor group with captopril was 20%, the use of Hydrochlorothiazide (HCT) was 10%, furosemide was 5%, and the use of combination therapy was 15%. Conclusion: The antihypertensive medication utilization pattern among hypertensive patients at the Puskesmas primarily involves the use of CCB (Amlodipine) as the first-line treatment. The effective and safe use of antihypertensive medications can contribute to blood pressure control and the prevention of hypertension-related complications.
Rahasia Sehat dari Dapur Tradisi: Workshop Pembuatan Minyak Gosok untuk Kesehatan Alami Wibowo, Teguh Setiawan; Rahmawati, Riana Putri; Wulandari, Ninuk; Aguswina, Melany Eka; Putri Susanti, Dina Eka
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 09 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i09.2708

Abstract

Minyak gosok tradisional merupakan salah satu warisan kearifan lokal yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengatasi berbagai keluhan ringan, seperti pegal linu, nyeri otot, serta kelelahan fisik. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan dan dominasi obat-obatan modern, praktik tradisional ini tetap bertahan karena dinilai lebih aman, alami, dan terjangkau. Artikel ini membahas pelaksanaan workshop pembuatan minyak gosok tradisional yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat tanaman obat, teknik pembuatan minyak gosok yang higienis, serta potensi pemanfaatannya untuk kesehatan keluarga maupun peluang usaha berbasis herbal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan memadukan penjelasan teoritis dan praktik langsung, sehingga peserta memperoleh keterampilan yang aplikatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Hasil workshop menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari peserta dalam menggali potensi kearifan lokal, sekaligus kesadaran untuk mengintegrasikan pengetahuan tradisional dengan prinsip ilmiah. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya, promosi kesehatan alami, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tanaman obat.
EFEKTIVITAS BIOINSEKTISIDA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP MORTALITAS KECOA AMERIKA (Periplenata americana) Rahmawati, Riana Putri; Etikasari, Ria; Setyaningrum, Intansari; Wilisa, Oni Yulianta; Andjarwati, Fitri Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioinsektisida alami merupakan upaya pemanfaatan tanaman herbal sebagai pestisida alami guna membasmi serangga atau hama yang merusak tanaman ataupun merugikan manusia, hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan pemanfaatan potensi flora alam yang banyak di temui di sekitar manusia. Tanaman di Indonesia banyak yang berkhasiat sebagai insektisida alami diantaranya bawang putih. Pemanfaatan bawang putih (Allium sativum) dapat digunakan sebagai bioinsektisida alami yang memiliki kandungan flavonoid dan zat alicin. Kecoa merupakan organisme yang seringkali mengganggu kenyamanan dengan meninggalkan bau yang tidak sedap, menyebarkan berbagai patogen penyakit, dan menimbulkan alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bioinsektisida ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap mortalitas kecoa amerika (Periplaneta americana). Penelitian eksperimental laboratorium dengan melakukan pembuatan bioinsektisida ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum) menggunakan metode maserasi. Ektrak kental yang didapat kemudian dibuat 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok konsentrasi 1%,5%,10%,20%,30%, kontrol positif pestisida merk “X” dan kontrol negatif dengan aquadestilata. Pengamatan dilakukan pada jam ke-1, 3, 6, 12, 24, 48 dan 72. Parameter yang diamati adalah jumlah mortalitisa kecoa. Hasil penelitian ini menunjukkan mortalitas tertinggi pada konsentrasi 30% sebanyak 83,33% yaitu dapat membunuh 15 kecoa dengan 3 kali replikasi dan mortalitas terendah pada konsentrasi 1% sebanyak 5,56 % dapat membunuh 1 kecoa dengan 3 kali replikasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan maka semakin tinggi angka kematiannya.
Antibacterial Effects Of Cayenne Pepper Leaves Extract (Capsicum Frutescens L.) Against The Responsibility Of Staphylococcus Epidermidis Rahayu, Ika Marta; Hardiani, Elia; Hidayatunnadiya, Rida; Hayyu, Ghea Permata; Firdausi, Zainatul; Rahmawati, Riana Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Daun cabai rawit dapat digunakan sebagai obat karena mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang memiliki peran sebagai antibakteri, antiinflamasi, antihistamin dan bahan anti-HIV. Menurut penelitian lain Kandungan flavonoid dan alkaloid dapat digunakan untuk antibakteri yaitu menghambat bakteri Staphylococcus epidermis yang merupakan bakteri dari penyakit biang keringat. Tujuan : Peneliti ingin melakukan pengujian aktivitas antibakteri daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yang dapat menyebabkan penyakit biang keringat pada berbagai konsentrasi. Metode : Penelitian ini menggunakan metode difusi yaitu Disc diffusion (Kirby Baure). Konsentrasi yang digunakan yaitu 45% 55%, 65%, dan 75%, diletakan diatas media TSA yang telah ditumbuhi oleh bakteri Staphylococcus epidermis yang kemudian diinkubasi selama 24 jam serta di ukur zona hambat, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA (hasil < 0,05 berarti signifikan) dan dilanjutkan uji Post hoc (hasil < 0,05 berati signifkan). Hasil Penelitian : konsentrasi 45% mendapatkan hasil rata-rata 1,3 ± 0,40 cm (Lemah), konsentrasi 55% mendapatkan hasil rata-rata 1,9 ± 0,2 cm (Sedang), Konsentrasi 65% mendapatkan hasil rata-rata 2,23 ± 0,30 cm (Kuat), konsentrasi 75% mendapatkan hasil 2,77 ± 0,15 cm (Kuat), kontrol positif (Ciprofloxacin) mendapatkan hasil 3.3 ± 0,1 cm (Kuat), Kontrol negatif (Aquadest) mendapatkan hasil 0 ± 0 cm (Tidak ada). Kesimpulan : Berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis, dengan konsentrasi optimum yaitu konsentrasi 75% dengan hasil rata-rata 2,23 ± 0,30 cm.
Uji Aktivitas Lilin Aromaterapi Daun Sereh (Cymbopogon Citratus) terhadap Tingkat Stres Mencit (Mus Musculus) Rahmawati, Riana Putri; Murharyanti, Rika; Arif, Fahrudin; Isnaini, Ratna Dewi; Hardiani, Elia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres adalah respon tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan tubuh yang terganggu, yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari, setiap orangmengalaminya, stres memberi dampak secara total pada individu yaitu terhadap fisik,psikologis, intelektual, sosial dan spiritual, Tanaman sereh (Cymbopogon citrus) terutama batang dan daun bisa dimanfaatkan aromaterapi karena mengandung zat-zat seperti geraniol, sitronelal, sitronelol yang merupakan komponen dari minyak atsiri. Proses relaksasi akan berefek pada jalur neural dan neuroendokrin dibawah kontrol hipotalamus akan lebih cepat diaktifkan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas lilin aromaterapi daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap stress mencit (Mus musculus) pada masing-masing konsentrasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan metode post-test only with control group design. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak (SPSS) dengan uji statistik (ANOVA) dilanjutkan dengan uji post hoc. Hasil uji pemberian lilin aromaterapi daun sereh (Cymbopogon citratus) terhadap mencit (Mus musculus) yang telah di streskan pada konsentrasi 3% didapatkan hasil rata-rata 17,4 menit. Konsentrasi 5% didapatkan hasil rata-rata 12,4 menit. Konsentrasi 7% didapatkan hasil rata-rata 7 ,4 menit. Kontrol positif menggunakan lorazepam 2mg hasil yang didapat setelah mencit (Mus musculus) di streskan dengan hasil rata-rata 5,2 menit. Semakin tinggi konsentrasi lilin aromaterapi daun sereh (Cymbopogon citratus) maka semakin cepat efek relaksasi yang didapatkan dan konsentrasi yang paling optimal yaitu konsentrasi 7%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) dalam Sediaan Mouthwash Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Faizin, Fadli Akbar; Rahmawati, Riana Putri; Khudzaifi, Muhamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19006

Abstract

Daun kelengkeng memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikanker dan antibakteri. Flavanoid, alkaloid, tanin, dan saponin adalah metabolit sekunder daun ini yang membantu menghentikan pertumbuhan bakteri. Menggunakan mouthwash daun kelengkeng sebagai pengganti mouthwash beralkohol yang memiliki efek samping dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kelengkeng dalam sediaan mouthwash terhadap bakteri Streptococcus mutans. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi daun kelengkeng adalah etanol 70%. Setelah ekstraksi dilakukan skrining fitokimia yang meliputi uji flavanoid, uji tanin, uji saponin dan uji alkaloid. Untuk membuat sediaan mouthwash, konsentrasi ekstrak daun kelengkeng yang digunakan adalah 0%, 5%, 15%, dan 25%. Selain uji antibakteri, sediaan mouthwash dilakukan pula uji fisikokimia yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kejernihan, uji bobot jenis dan uji viskositas. Pengujian antibakteri dilakukan dengan difusi cakram. Hasil penelitian pada formulasi mouthwash dari ekstrak daun kelengkeng menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, bobot jenis dan viskositas sediaan yang baik, sedangkan uji pH pada formula F0 melebihi syarat pH sediaan mouthwash. Pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan mouthwash didapatkan nilai zona hambat yaitu pada F0 2,5 mm; F1 4,66 mm; F2 7,33 mm; F3 9,16 mm; dan kontrol positif 10,16 mm.
Formulasi Krim Lindung Surya Ekstrak Buah Papaya (Caricaa papaya L.) dengan Variasi Konsentrasi Trietanolamin Terhadap Nilai SPF (Sun Protection Factor) Silva, Elfanesya; Rahmawati, Riana Putri; Sukoharjanti, Bintari Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19022

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara dengan paparan sinar matahari yang tinggi dan sebagian besar penduduknya bekerja di luar ruangan sehingga memerlukan suatu perlindungan kulit. Bahan alam sebagai alternatif tabir surya adalah tanaman pepaya (Carica papaya L.). Kandungan buah pepaya sebagian besar terdiri dari air dan karbohidrat, rendah kalori serta kaya akan vitamin dan mineral alami, khususnya vitamin A dan C, asam askorbat dan kalium. Selain itu, mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan seperti flavonoid, polifenol, alkoloid, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan dan nilai SPF krim tabir surya ekstrak buah pepaya (Carica papaya L.) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Hasil sifat fisik sediaan krim tabir surya ekstrak buah pepaya pada formula basis, formula 1, 2, dan 3 berupa uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat memenuhi persyaratan uji sifat fisik yang sesuai. Pada formula basis memiliki nilai SPF 2,3506 ± 0,0106 dengan kemampuan minimal sebagai tabir surya. Formula 1 memiliki nilai SPF 2,5331 ± 0,0002 dengan kemampuan minimal sebagai tabir surya berarti sesuai pada penelitian yang dilakukan oleh Yuliastuti et al., (2020). Formula 2 memiliki nilai SPF 3,7754 ± 0,0026 dengan kemampuan minimal sebagai tabir surya. Formula 3 memiliki nilai SPF 5,0815 ± 0,0041 dengan kemampuan sedang sebagai tabir surya. Kontrol positif memiliki nilai SPF 35,1657 ±0,6426 dengan kemampuan ultra sebagai tabir surya berarti tidak sesuai pada kemasan produk yang tertera dipasaran memiliki nilai SPF 50 PA++++.
Analisis Kadar Hidrokuinon dalam Sediaan Krim Racikan di Toko Kosmetik Kabupaten Jepara dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Mardhiyah, Sofiana Nur; Rahmawati, Riana Putri; Khudzaifi, Muhamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19057

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa aromatik organik jenis fenol dengan rumus kimia C6H6O2 yang sering ditambahkan dalam krim kecantikan dengan tujuan untuk memutihkan kulit. Mekanisme kerja hidrokuinon adalah efek toksik hidrokuinon terhadap melanosit dan menghambat proses pembentukan melanin. Penggunaan hidrokuinon dalam krim yang beredar dipasaran hanya dapat digunakan dalam kadar maksimal 2% , lebih dari itu dipergunakan sebagai obat. Hidrokuinon > 2% termasuk golongan obat keras yang penggunaanya harus dengan resep dokter. Kadar hidrokuinon yang melebihi 5% dapat menyebabkan kemerahan dan rasa terbakar pada kulit. Pemakaian hidrokuinon tanpa pengawasan dokter memiliki resiko iritasi kulit, kulit kemerahan, rasa terbakar, kelainan ginjal, hingga dapat menyebabkan kanker. Saat ini masyarakat sangat tertarik menggunakan krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik. Harga krim racikan yang terjangkau dengan hasil yang cepat menjadi alasan tingginya minat masyarakat. Pendistribusian produk krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik perlu diperhatikan untuk memastikan produk tersebut aman digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui kadar hidrokuinon yang terkandung dalam krim racikan yang dijual bebas di toko kosmetik Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif laboratorik dimana sampel krim racikan yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Analisis hidrokuinon dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3. Penentuan kadar hidrokuinon dalam sampel dilakukan secara kuantitatif menggunakan alat Spektrofotometri UV-Vis.