Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Potensi Alam Desa Roworejo : UMKM Klanting Dan Geblek Dari Olahan Singkong Pranoto, Gusti Adi; Perdana Hilal, Ryan; Rasa Pambudi, Satria; Miftahul Falakh, Muhammad; Desma Amanda, Lidya; Supatmawati, Anik; Hayasuri, Yulida; Ayu Setianingrum, Kusuma; Saputri, Yulianti; Regina Purwaning Prameswari, Safira; Fatma Ergiana, Sevia; Yulianti, Septi; Suci Cahayanengsih, Sani; Fadilah, Salsa
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roworejo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia. Desa Roworejo memiliki potensi alam yang dapat diberdayakan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Potensi alam yang diberdayakan oleh masyarakat desa Roworejo adalah ubi kayu atau yang kita kenal salah satu jenisnya dengan sebutan singkong. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Artikel ini mendeskripsikan pemberdayaan potensi alam Desa Roworejo melalui UMKM yang mengolah singkong menjadi produk klanting dan geblek. Desa Roworejo dikenal memiliki sumber daya alam singkong yang melimpah, yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk mengembangkan usaha makanan olahan. Fokus utama artikel ini adalah bagaimana UMKM di desa tersebut berhasil meningkatkan perekonomian lokal dengan memanfaatkan potensi singkong melalui inovasi produk dan strategi branding. Pengabdian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), dapat membantu UMKM dalam memasarkan produk mereka lebih efektif. Dampak positif dari pemberdayaan ini mencakup peningkatan pendapatan masyarakat desa dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Potensi Alam Desa Roworejo : UMKM Klanting Dan Geblek Dari Olahan Singkong Pranoto, Gusti Adi; Perdana Hilal, Ryan; Rasa Pambudi, Satria; Miftahul Falakh, Muhammad; Desma Amanda, Lidya; Supatmawati, Anik; Hayasuri, Yulida; Ayu Setianingrum, Kusuma; Saputri, Yulianti; Regina Purwaning Prameswari, Safira; Fatma Ergiana, Sevia; Yulianti, Septi; Suci Cahayanengsih, Sani; Fadilah, Salsa
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roworejo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Indonesia. Desa Roworejo memiliki potensi alam yang dapat diberdayakan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Potensi alam yang diberdayakan oleh masyarakat desa Roworejo adalah ubi kayu atau yang kita kenal salah satu jenisnya dengan sebutan singkong. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Artikel ini mendeskripsikan pemberdayaan potensi alam Desa Roworejo melalui UMKM yang mengolah singkong menjadi produk klanting dan geblek. Desa Roworejo dikenal memiliki sumber daya alam singkong yang melimpah, yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk mengembangkan usaha makanan olahan. Fokus utama artikel ini adalah bagaimana UMKM di desa tersebut berhasil meningkatkan perekonomian lokal dengan memanfaatkan potensi singkong melalui inovasi produk dan strategi branding. Pengabdian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), dapat membantu UMKM dalam memasarkan produk mereka lebih efektif. Dampak positif dari pemberdayaan ini mencakup peningkatan pendapatan masyarakat desa dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dampak Desa Wisata Taraju terhadap Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat Lokal Putri, Mila Aulia; Laeliyah, Sari Muna; Nurlita, Futri; Fadilah, Salsa; RS, Esta Rendra
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.19237

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan Desa Wisata Taraju di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki potensi alam, budaya, dan kearifan lokal yang kuat sehingga berkembang menjadi destinasi wisata berbasis komunitas. Pertumbuhan kunjungan wisatawan yang signifikan memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan lingkungan serta perubahan sosial yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Desa Wisata Taraju, menggambarkan dampak pengembangannya terhadap masyarakat dan lingkungan, serta menganalisis potensi, tantangan, dan strategi keberlanjutan pariwisata berbasis komunitas yang dijalankan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking. Etika penelitian dipenuhi dengan memastikan persetujuan partisipan dan menjaga kerahasiaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Taraju memiliki kekayaan alam seperti kebun teh, sawah terasering, aliran sungai, dan air terjun yang berpadu dengan potensi budaya seperti Kuda Lumping, Degung, Kecapi Suling, serta kerajinan lokal berbahan limbah. Pengembangan desa wisata berdampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, perluasan lapangan kerja, pelestarian budaya, dan peningkatan infrastruktur. Namun, ditemukan pula dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, perubahan nilai sosial, ketergantungan ekonomi pada pariwisata, serta ancaman komersialisasi budaya. Tantangan lain meliputi keterbatasan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, kapasitas SDM, serta persaingan dengan desa wisata lain. Pembahasan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Desa Wisata Taraju ditopang oleh kolaborasi antara masyarakat, Pokdarwis, pemerintah, dan mitra eksternal, termasuk kontribusi KKN-PPM UGM dan pembinaan Bank Indonesia. Inovasi berbasis lingkungan, pelestarian budaya, serta pendekatan strategis melalui analisis SWOT dan QSPM menjadi kunci penguatan daya saing desa wisata ini. Secara keseluruhan, Desa Wisata Taraju menjadi contoh pengembangan pariwisata berbasis komunitas yang mampu mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.