Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISTIK INFARK MIOKARD AKUT PADA PASIEN YANG MENGALAMI GAGAL JANTUNG DI RSUD CENGKARENG Wonoredjo, Felicia Margaret; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35136

Abstract

Infark miokard merupakan penyebab utama kematian di Amerika Serikat maupun di Inondesia dengan komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal jantung. Berbagai karakteristik dan faktor resiko infark miokard dapat mempengaruhi prevalensi terjadinya gagal jantung pada pasien infark miokard, seperti jenis kelamin, usia, riwayat diabetes, riwayat dislipidemia, riwayat hipertensi. Penelitian ini akan melihat gambaran karakteristik dan faktor resiko infark miokard pada pasien yang mengalami gagal jantung, dimana pada penelitian ini menggunakan sampel penelitian yang diambil dari rekam medis 82 pasien infark miokard yang mengalami gagal jantung di RSUD Cengkareng Jakarta Barat 2018-2023. Dari penelitian ini didapatkan gambaran karakteristik infark miokard lebih banyak berjenis STEMI dengan lokasi di anterior dan mendapat tatalaksana PCI, sedangkan untuk faktor resiko infark miokard didapatkan rata – rata pasien infark miokard dengan gagal jantung berusia 56 tahun, dan lebih sering terjadi pada laki – laki, pada penelitian ini juga didapatkan pasien infark miokard yang memiliki satu atau beberapa dari riwayat diabetes, riwayat dislipidemia, riwayat hipertensi memiliki prevalensi terjadinya gagal jantung lebih tinggi. Untuk penelitian di masa depan perlu untuk mempertimbangkan penggunaan metode cohort prospective untuk mengurangi bias yang dapat terjadi.
Gambaran Komplikasi Hipertensi di RSUD Cengkareng Tahun 2021-2022 Kusuma, Najwa Destiara; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.267

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan masalah kesehatan utama global. Hipertensi, dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, adalah pemicu kematian signifikan. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 34,1% pada 2018, naik dari 25,8% pada 2013. Tanpa gejala jelas, hipertensi sering disebut "pembunuh diam-diam" dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihata. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien hipertensi serta komplikasi yang terjadi di RSUD Cengkareng pada tahun 2021–2022. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional pada 252 sampel pasien hipertensi di RSUD Cengkareng. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 56-65 tahun, jenis kelamin laki-laki, tidak obesitas, dan tanpa riwayat keluarga hipertensi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal (33,1%) dan gagal jantung (22,9%). Sebagian pasien mengalami lebih dari satu komplikasi. Mayoritas pasien hipertensi di RSUD Cengkareng mengalami komplikasi gagal ginjal dan gagal jantung. Untuk meminimalkan komplikasi, diperlukan pemantauan tekanan darah yang rutin serta edukasi masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Penelitian prospektif dengan pendekatan yang lebih mendetail disarankan untuk memperkaya data tentang faktor risiko dan komplikasi hipertensi.
Gambaran Komplikasi Hipertensi di RSUD Cengkareng Tahun 2021-2022 Kusuma, Najwa Destiara; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.267

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan masalah kesehatan utama global. Hipertensi, dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, adalah pemicu kematian signifikan. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 34,1% pada 2018, naik dari 25,8% pada 2013. Tanpa gejala jelas, hipertensi sering disebut "pembunuh diam-diam" dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihata. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien hipertensi serta komplikasi yang terjadi di RSUD Cengkareng pada tahun 2021–2022. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional pada 252 sampel pasien hipertensi di RSUD Cengkareng. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 56-65 tahun, jenis kelamin laki-laki, tidak obesitas, dan tanpa riwayat keluarga hipertensi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal (33,1%) dan gagal jantung (22,9%). Sebagian pasien mengalami lebih dari satu komplikasi. Mayoritas pasien hipertensi di RSUD Cengkareng mengalami komplikasi gagal ginjal dan gagal jantung. Untuk meminimalkan komplikasi, diperlukan pemantauan tekanan darah yang rutin serta edukasi masyarakat tentang pengelolaan hipertensi. Penelitian prospektif dengan pendekatan yang lebih mendetail disarankan untuk memperkaya data tentang faktor risiko dan komplikasi hipertensi.
GAMBARAN PASIEN GAGAL JANTUNG YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA JAKARTA BARAT Angelia, Dea; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27308

Abstract

Gagal jantung merupakan sindroma atau gejala klinis yang ditandai dengan sesak napas, kelelahan yang dapat disertai dengan meningkatnya tekanan vena jugular dan edema perifer yang disebabkan gangguan struktural dan atau fungsional yang menyebabkan penurunan cardiac output atau peningkatan intrakardiak saat istirahat maupun beraktivitas. Karakteristik pasien gagal jantung gagal jantung berkaitan dengan faktor risiko terjadinya gagal jantung. Faktor yang mempengaruhi antara lain jenis kelamin, usia, riwayat merokok, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia. Perbedaan karakteristik tersebut bisa menjadi alasan mengapa dampak pengobatan yang diberikan kepada pasien tersebut memiliki efektifitas yang berbeda. Faktor risiko berkaitan dengan kejadian gagal jantung, berperan besar dalam karakteristik yang muncul pada pasien yaitu semakin tinggi faktor risiko yang dialami oleh pasien, maka semakin rentan mereka terkena gagal jantung. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit dan berhasil mengontrol gagal jantungnya, pasien masih mungkin mengalami kekambuhan gagal jantung jika tidak mematuhi terapi yang dianjurkan, seperti tidak mengikuti pengobatan secara benar, melanggar pembatasan diet, tidak mematuhi tindak lanjut medis, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, dan tidak mengenali gejala kekambuhan. Berdasarkan proses pengambilan data dilakukan di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat, ditemukan 68.6% pasien gagal jantung adalah laki-laki dan 31.4% pasien dengan gagal jantung adalah perempuan. Rata-rata usia pasien dengan gagal jantung adalah 62.29 (standar deviasi 11,84). Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 2% pasien mempunyai riwayat penyakit komorbid anemia dan 100% pasien yang patuh dalam mengikuti terapi pengobatannya. Diharapkan untuk para pasien agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang resiko maupun faktor pencetus terjadinya gagal jantung sehingga tidak terjadi kekambuhan.