Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Modifikasi Jamu sebagai Potensi Wisata Gastronomi untuk Generasi Muda di Jakarta Pusat Costa, Stella; Sari, Wiwik
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v2i1.3300

Abstract

Minat generasi muda pada jamu menurun akibat rasanya pahit dan kurangnya pemahaman jamu akan nilai-nilai sejarah, budaya dan gastronomi. Modifikasi jamu dengan perpaduan modern dan tradisional telah diupayakan oleh kafe-kafe untuk mengangkat dan melestarikan jamu, yang belum dieksplorasi secara maksimal di Jakarta Pusat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan 5 indikator teori Gastronomic Identity Model, yaitu flavour profiles, etiquettes, recipes, fusion of ingredients or techniques, geographic regions. Hasilnya, modifikasi jamu memenuhi 5 indikator tersebut tanpa menghilangkan identitas aslinya. Flavour profiles jamu adalah rasa pahit, getir, asam, pedas, dan manis. Etiquettes atau tata cara minum jamu di masa modern dapat dinikmati seperti kopi dan wine dengan dihirup aromanya dan minum perlahan. Recipes jamu di masa modern mengalami modifikasi dengan penambahan bahan. Fusion of ingredients or techniques pembuatan jamu telah berinovasi, seperti di Kafe Acaraki dan Kafe Jamu Bukti Mentjos. Geographic regions atau sejarah kemunculan jamu terlihat sejak masa kerajaan Mataram Kuno dan terdapat salah satu relief Candi Borobudur yang menggambarkan kegiatan meracik dan menggunakan jamu. Hasil penelitian ini dapat mendukung pelestarian jamu tradisional dan meningkatkan pemahaman terkait nilai-nilai gastronomi. 
Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Heritage Berkelanjutan Gedung Candra Naya, Jakarta Barat Cornelius, Darren; Sari, Wiwik
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v2i1.3301

Abstract

Gedung Candra Naya merupakan sebuah bangunan bersejarah dan satu-satunya landed house yang memiliki arsitektur dan tata ruang lengkap ala Tionghoa di Jakarta. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk membuat dan mengembangkan daya tarik wisata di Gedung Candra Naya agar berkelanjutan. Teori yang relevan dengan penelitian ini adalah teori yang membahas wisata warisan budaya dan pengembangan daya tarik wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan obervasi pra penelitian dan wawancara pra penelitian. Kemudian melakukan observasi dan wawancara kepada pengelola dan pengunjung. Data yang terkumpul di validasi dengan metode triangulasi data dan diolah dengan metode Miles and Huber. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya beberapa strategi dalam mengembangkan daya tarik wisata di Gedung Candra Naya, seperti revitalisasi dan pengadaan, pengunaan teknologi, dan penambahan fasilitas dan SDM. Adapun dalam pengembangannya dibutuhkan promosi dan melibatkan masyarakat sekitar. Kesimpulan dari penelitian ini, pengembangan daya tarik wisata penting dilakukan dengan berbagai cara guna menjadikan Gedung Candra Naya sebagai wisata warisan budaya yang berkelanjutan.
Strategi Pengembangan SDM untuk Keberlanjutan Desa Wisata Cikolelet, di Banten Lepar, Benjiro; Sari, Wiwik
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v2i1.3314

Abstract

Desa Wisata Cikolelet merupakan desa wisata yang sudah dikenal di Provinsi Banten dan berhasil meraih prestasi baik dalam tingkat provinsi maupun nasional termasuk penghargaan dalam ADWI 2021. Meskipun sudah dikenal dan meraih prestasi, masih terdapat permasalahan yaitu kualitas SDM. Pentingnya penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Wisata Cikolelet guna memastikan keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang desa wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan SDM yang efektif guna mendukung keberlanjutan pariwisata di Desa Cikolelet. Berdasarkan kajian literatur, konsep pariwisata berkelanjutan sangat relevan untuk diterapkan guna mengoptimalkan keterlibatan masyarakat lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan purposive sampling untuk mengidentifikasi permasalahan melalui wawancara mendalam dengan pengurus Pokdarwis dan wisatawan. Pembahasan mencakup kendala keterlibatan anggota, kurangnya pemahaman pengelolaan pariwisata, serta pentingnya peningkatan keterampilan SDM. Hasil penelitian menunjukkan perlunya strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan pelatihan berkelanjutan bagi anggota Pokdarwis. Upaya ini mencakup sosialisasi potensi wisata, pembagian peran dalam struktur organisasi, pelatihan manajemen pariwisata, dan promosi digital Kesimpulannya, pengembangan SDM yang berkelanjutan akan memastikan partisipasi optimal dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat lokal.
Strategi Pengembangan Fasilitas dan Atraksi Dunia Air Tawar TMII Jakarta Ivada, Emelien; Sari, Wiwik
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v2i1.3322

Abstract

Dunia Air Tawar merupakan sebuah destinasi wisata yang menampung lebih dari 6000 binatang air tawar dengan 126 spesies yang berbeda dan terletak di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Penelitian ini penting untuk dilaksanakan karena dapat membantu untuk mengembangkan fasilitas dan atraksi yang ada di dalam Dunia Air Tawar TMII ini supaya dapat terus berlanjut. Penelitian ini berfokus pada pengembangan fasilitas dan atraksi wisata. Permasalahan yang ada pada penelitian ini di dukung dengan adanya komentar dari google review dan jurnal pendukung. Metode penelitian yang dipakai adalah dengan melakukan wawancara pada pihak pengelola dan pengunjung, juga observasi.  Data yang sudah terkumpul kemudian di olah dengan metodologi yang disampaikan oleh Miles dan Huberman. Hasil dari studi ini adalah terbentuknya strategi untuk mengembangkan fasilitas dan atraksi di Dunia Air Tawar TMII, seperti pengadaan petunjuk jalan, virtual tour guide, penambahan penerangan, penambahan akses jalan untuk pengunjung difabel, penambahan tempat duduk, pembersihan dan penggantian kaca akuarium, pembersihan kolam dan pengadaan spesies ikan, pengadaan tablet edukasi interaktif dan pengadaan teater mini.
Optimalisasi Fasilitas Wisata Demi Keberlanjutan Kampung Ekowisata Keranggan di Tangerang Selatan Wahyu, Yen; Sari, Wiwik
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v2i4.4453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas wisata di Kampung Ekowisata Keranggan, mengidentifikasi kendala dalam pengembangannya, serta merumuskan strategi optimalisasi yang dapat diterapkan guna mendukung keberlanjutan desa wisata tersebut. Kampung Ekowisata Keranggan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait kualitas fasilitas yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung di lapangan. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengelola desa wisata, lima warga lokal, dan sembilan wisatawan, yang dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pengalaman mereka terhadap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas utama seperti homestay, tempat makan, dan toilet umum belum optimal dalam hal kenyamanan, kebersihan, dan kelayakan, yang berdampak pada pengalaman wisatawan. Kendala utama yang ditemukan adalah terbatasnya anggaran untuk perbaikan, rendahnya partisipasi masyarakat, serta minimnya dukungan dari pemerintah dalam hal pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun. Strategi yang diusulkan mencakup pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi aktif, menjalin kemitraan dengan pihak eksternal seperti pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan media, serta promosi berbasis digital untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan. Dengan penerapan strategi ini secara konsisten dan berkelanjutan, Kampung Ekowisata Keranggan diharapkan dapat meningkatkan daya tariknya sebagai desa wisata unggulan serta berkontribusi pada pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Dampak Kegiatan Pariwisata Terhadap Lingkungan di Perairan Laut Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Winanti, Prima; Sari, Wiwik
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v2i4.4607

Abstract

Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang dapat menjadi tujuan menarik bagi para wisatawan untuk melakukan kegiatan pariwisata. Pulau Pari sendiri terletak di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah, mulai dari berbagai terumbu karang, jenis-jenis ikan, dan lainnya. Namun, karena banyaknya kegiatan pariwisata yang dilakukan, Pulau Pari menjadi terkena dampak negatif, khususnya dalam aspek lingkungan. Salah satu dampak negatif yang didapatkan adalah banyaknya sampah yang ada, dan kualitas air di perairan Pulau Pari yang menjadi keruh. Oleh karena itu, dilakukannya identifikasi permasalahan lebih lanjut perlu dilakukan untuk keberlangsungan hidup dan keberlanjutan pariwisata yang lebih baik di Pulau Pari. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Dengan melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa pengunjung dan pengelola, hasil dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan pariwisata di Pulau Pari memberikan dampak bagi lingkungan di perairan Pulau Pari. Salah satu kegiatan pariwisata yang memberikan dampak adalah kegiatan snorkeling. Adanya kegiatan snorkeling mempengaruhi kualitas air dan kondisi kesehatan terumbu karang yang ada.