p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diseminasi Hak Asasi Manusia : Sejarah Perkembangan HAM di Indonesia Arip Watoni, Saipul
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 6 No. 2 (2022): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v6i2.770

Abstract

Artikel ini mencoba membedah kajian mengenai hal HAM dilihat dari prespektif sejarah dan tidak lupa pula kemudian melihat beberapa konteks Ham yang ada di Indonesia sehingga mampu memberikan wawasan keimuan dan pondasi pemahaman dalam sejarah perkembangannya di Indonesia. dan kekuasaan pemerintah, bahkan HAM memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi, yaitu tuhan. Di Indonesia, hal ini di tegaskan dalam UU No.39/1999 tentang hak asasi manusia yang mendefinisikan hak asasi manusia sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakekat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan yang Maha Esa.
Kontekstualisasi Nilai Filosofis Seni Wayang Sasak Berbasis Kearifan Lokal Dalam Bingkai Moderasi Beragama Masyarakat Plural Di Pulau Lombok Arip Watoni, Saipul; Arfan, Muhamad
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 8 No. 2 (2024): Desember: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v8i2.1691

Abstract

Penelitian ini berjudul: “Kontekstualisasi Nilai Filosofis Seni Wayang Sasak Berbasis Kearifan Lokal dalam Bingkai Moderasi Beragama Masyarakat Plural di Pulau Lombok”. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat sejumlah tokoh punakawan wayang Sasak berbasis kearifan lokal yang didalangi oleh Lalu Nasib diantaranya yang terkenal: a) Amaq Baoq, b) Amaq Amet, c) Amaq Ocong, d) Amaq Kesek, e) Inaq Itet, f) Amaq Beko dan g) Jero Dangkem. Sementara nilai-nilai filosofis yang terbangun dari karakter tersebut yaitu: kearifan dalam kesederhanaan, keberanian menyuarakan kebenaran, harmoni dengan alam dan antar sesama, penghormatan terhadap tradisi dan leluhur, serta bijaksana dalam humor. Kedua, perbedaan khas tokoh punakawan wayang Sasak dengan wayang lainnya di Nusantara antara lain: a) Punakawan dalam Wayang Sasak yang didalangi oleh Lalu Nasib sangat berbasis kearifan lokal memiliki nama-nama lokal sebagaimana disebut diatas. Nama-nama ini tidak ditemukan di tradisi wayang Jawa atau Bali dan mencerminkan bahasa dan budaya masyarakat Lombok. Nama-nama tersebut juga memiliki makna simbolis yang khas sesuai dengan karakteristik masyarakat Sasak yang plural. Ketiga, nilai filosofis wayang Sasak dalam bingkai moderasi beragama masyarakat plural pulau Lombok terkontekstualisasi dalam sejumlah poin antara lain: a) komitmen kebangsaan; b) toleransi; c) anti kekerasan dan d) penerimaan terhadap tradisi. Sementara itu relevansi wayang Sasak dengan tantangan kehidupan beragama masyarakat pluaral di Lombok berfungsi untuk: a) menjawab tantangan radikalisme, b) menguatkan identitas masyarakat Lombok yang religius dan berbudaya, dan c) memupuk solidaritas sosial dan religus masyarakat.