Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COPYRIGHT PROTECTION OF WAYANG KULIT AS A TRADITIONAL INDONESIAN CULTURE Arafahan, An; Saidin; Sitepu , Faradila Yulistari
POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES Vol. 1 No. 4 (2022): OCTOBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/polri.v1i4.413

Abstract

This study aims to understand how the Indonesian government and people work to preserve art that has become an integral part of the Indonesian state and nation, especially wayang kulit and the history of wayang itself. This study was done by library research as a research method. In this regard, the study utilizes a variety of connected or relevant sources, including books, journals, magazines, documents, and others, as well as common law jurisdictions such as Law No. 28 of 2014 pertaining to Copyright. The findings reveal that wayang kulit as a traditional Indonesian culture has been legally protected by the state in accordance with Copyright Law no. 28 of 2014 (UUHC), which is irreversible and has been registered by the government at the Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage on November 7, 2003, so that it can be preserved and protected from claims by other countries as their own culture. It is hoped that in the future, by being protected by law, the Indonesian people will be able to maintain and preserve wayang kulit so that they do not become extinct and are not claimed by other nations.
KEPASTIAN HUKUM TERHADAP PEMULIA TANAMAN ATAS VARIETAS HORTIKULTURA HIAS Arafahan, An; Kamello, Tan; Andriati, Syarifah Lisa
Pagaruyuang Law Journal Volume 9 Nomor 2, Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/plj.v9i2.7399

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan potensi besar dalam pengembangan varietas tanaman hortikultura hias. Namun, rendahnya kesadaran hukum pemulia tanaman terhadap pentingnya pendaftaran varietas menyebabkan perlindungan hukum terhadap hak pemulia belum berjalan optimal, terutama di tingkat lokal seperti Desa Bangun Sari, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap varietas hortikultura hias di Indonesia, mengidentifikasi kendala hukum dan administratif dalam proses pendaftaran varietas, serta menilai tingkat kesadaran hukum para pemulia tanaman di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, serta dilengkapi dengan data empiris melalui wawancara mendalam dengan pemulia tanaman, perwakilan masyarakat, dan Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) telah memberikan dasar hukum yang kuat, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan. Sebanyak 78% pemulia tanaman di Desa Bangun Sari tidak mendaftarkan varietas karena kurangnya pengetahuan tentang prosedur dan manfaat hukum, sementara Dinas Pertanian setempat belum melakukan sosialisasi maupun pendampingan terkait PVT. Faktor penghambat utama mencakup kompleksitas prosedur administratif, keterbatasan fasilitas pengujian, tingginya biaya pendaftaran (Rp 75–100 juta), serta minimnya inisiatif sosialisasi dari pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepastian hukum bagi pemulia tanaman hortikultura hias di tingkat lokal belum terwujud secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan reformasi regulasi, penguatan kelembagaan, simplifikasi prosedur administratif, serta program sosialisasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas perlindungan hukum bagi pemulia tanaman lokal di Indonesia.