Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The effect of psychoeducation-based on transtheoretical model on depression in patients with coronary heart disease Lindayani, Linlin; Yosep, Iyus; Purnama, Heni; Mutiar, Astri; Putri, Anisa Dwi
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v12i3.2629

Abstract

Background: Depression is the most common psychological condition among patients with coronary heart disease (CHD). Although psychoeducational programs (PEPs) based on the Transtheoretical Model (TTM) have shown promise for psychiatric patients, their application among individuals with medical conditions, particularly cardiovascular disease, remains limited—especially in Indonesia. Purpose: This study aimed to assess the effectiveness of a TTM-based PEP intervention in reducing depression among CHD patients. Methods: A quasi-experimental design was employed, involving 80 CHD patients hospitalized in the coronary care unit (CCU) of a private hospital in West Java, Indonesia, in 2022. Participants in the intervention group attended seven sessions, each lasting 60 to 90 minutes. Depression symptoms were measured using the Hamilton Depression Rating Scale (HDRS). An ANOVA was performed to compare pre- and post-intervention mean HDRS scores and subscale scores between the two groups. After accounting for attrition, the final analysis included data from 76 patients. Results: The participants had a mean age of 59.39 years (SD = 11.10) and a mean disease duration of 4.05 years (SD = 1.69). A paired t-test showed a significant reduction in the mean HDRS score of the intervention group, from 13.79 ± 2.84 pre-intervention to 10.16 ± 2.16 post-intervention (p < 0.0001). Most HDRS subscale scores also decreased significantly, except for insomnia, somatic/genital symptoms, and weight loss. ANCOVA confirmed significant differences between the two groups in overall HDRS scores. Conclusions: The findings suggest that TTM-based PEP is effective in reducing depression among CHD patients. Incorporating such programs alongside standard treatments is recommended for enhanced patient outcomes.
PENGARUH VARIASI PELARUT PENCUCIAN ABU TERBANG DAN KONSENTRASI HCL DALAM PROSES GELASI TERHADAP SINTESIS SILIKA XEROGEL Putri, Anisa Dwi; Nasra, Edi; Kurniawati, Desy; Haqqu, Annisa; Nandi, Mila Lusy Tri
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i1.11124

Abstract

Batubara dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) melalui pembakaran yang menghasilkan limbah fly ash. Fly ash mengandung berbagai bahan kimia seperti SiO2 ; Al2O3 ; Fe2O3 . Kandungan kimia yang potensial tersebut menjadikan fly ash dapat dimanfaatkan sebagai adsorben logam berat dan zat warna dengan membentuk silika xerogel. Untuk meningkatkan kadar silika oksida pada fly ash dilakukan proses pencucian dengan berbagai pelarut. Hasil yang diperoleh setelah pencucian dengan HNO3 sebesar 55,424%, sedangkan kadar SiO2 pada fly ash setelah pencucian dengan NaOH hanya sebesar 45,551%. Namun kedua hasil tersebut masih berada di bawah kadar SiO2 pada fly ash setelah pencucian dengan HCl pada penelitian sebelumnya yaitu sebesar 56,777%. Netralisasi natrium silikat dengan HCl 3M menghasilkan %yield sebesar 24%; HCl 5M menghasilkan %yield sebesar 68,4%; dan konsentrasi HCl 7M menghasilkan %yield sebesar 80,8%. dengan kadar SiO2 tertinggi pada saat menggunakan HCl 3M mencapai 40,41%.
Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Ditinjau dari Self-Compassion Putri, Anisa Dwi; Yendi, Frischa Meivilona; Nirwana, Herman; Sukmawati, Indah; Arafani, Adnan
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001324chr2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada mahasiswa rantau menghadapi beragam tantangan, mulai dari tekanan akademik, penyesuaian budaya, hingga kesepian akibat jauh dari keluarga, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan resiliensi agar mampu bangkit dari kesulitan, serta self-compassion sebagai faktor yang berperan dalam meningkatkan kemampuan resiliensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan antara tingkat resiliensi berdasarkan self-compassion (tinggi, sedang, rendah) pada mahasiswa rantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang yang berjumlah 1.623 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 321 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket Resiliensi dan angket Self-Compassion yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan analisis data menggunakan uji beda (One Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (F= 64.204, p < 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi ditinjau dari self-compassion. Temuan ini menegaskan bahwa self-compassion berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau, sehingga pengembangan sikap penuh kasih pada diri sendiri dapat dijadikan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun personal.