Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika peserta didik kelas IV sekolah dasar, khususnya pada materi pecahan, yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan pengalaman nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) serta menguji kevalidan, keefektifan, dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, dengan subjek 23 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui persentase validasi, N-Gain, dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar memiliki tingkat kelayakan sangat tinggi (92% ahli materi, 93% ahli bahasa dan 88,5 % ahli praktisi) serta efektif meningkatkan hasil belajar, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 72,83 menjadi 83,57 dengan N-Gain 0,40 (kategori sedang) dan nilai signifikansi < 0,05. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis CRT mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta berkontribusi dalam peningkatan hasil belajar matematika secara bermakna.